~Memories~ {Waiting For U Chapter 1}


Author : Song Sae Yoon
Genre : Romance
Rating : PG-15
Cast :
Song Sae Yun a.k.a Soyu
Lee Sungmin a.k.a Sungmin

~THE STORY~
Entah ini berawal dari mana.
Pada suatu hari aku berjalan dengan langkah riang menuju rumahku, tapi tiba – tiba buk, tanpa sadar aku menabrak seorang namja yang baru saja keluar dari perkarangan rumahku.
“Ih, kalo jalan tuch liat – liat donk.” Ucap namja itu ketus seraya menepuk – nepuk pundaknya yang kotor.
“Mian.” Ucapku singkat, setelah itu ia berlalu dari hadapanku sambil memperbaiki baju seragam sekolahnya.
“Aneh, bukankah seragam itu adalah seragam anak sekolah shinhwa.” Ucapku yang telmi.
“Soyu.” Panggil ammaku yang entah kapan berada di hadapanku.
“Amma.” Pekikku kaget.
“Kenapa malah di luar saja, ayo cepat masuk appamu ingin berbicara denganmu.” Ucap amma lembut ke arahku.
“Nae.” Ucapku santai, saat memasuki ruang tamu aku melihat ada ajumma dan ajusshi Lee.
“Ajumma, ajusshi.” Ucapku kaget.
“Akh, aigoo Soyu sudah besar sekarang, sungguh di luar dugaan kami.” Ucap ajumma sambil menatapku lembut.
“Soyu, ayo duduk tidak sopan ada tamu kau berdiri seperti itu.” Titah appa lembut.
“Akh nae.” Ucapku seraya duduk di samping amma.
“Amma, ada apa ini?” Bisikku pelan kepada amma.
“Tidak apa – apa Cuma sekedar silahturahmi saja.” Ucap amma lembut.
“Oh.” Aku manggut – manggut polos.
“Oya, Soyu apa tadi kau bertemu dengan Sungmin?” Tanya Ajusshi.
“Sungmin, ia datang juga.” Jawabku polos.
“Iya, tapi tadi ia pergi.” Ucap Ajumma tampak kecewa.
“Tidak.” Ucapku enteng.
“Oh, begitu.” Ucap ajumma manggut – manggut.
“Hemm, mian ajusshi, ajumma aku mau naik ke atas dulu mau ganti baju, appa amma aku ke atas yah.” Ucapku meminta ijin untuk ke atas.
“Oh, iya.” Ucap Ajumma dan Ajusshi sambil tersenyum ramah kepadaku, dengan cepat aku naik ke atas dan mengganti bajuku, saat aku membuka – buka pakaianku tanpa sadar sebuah benda jatuh dari antara pakaianku, ku tatap sebuah kotak berwarna perak yang terjatuh itu dan perlahan ku raih kotak itu dan membukanya dengan sedikit ragu, saat ku buka aku merasa ada sesuatu yang terlupakan di benakku. Ku tatap sebuah kalung berbentuk bintang dengan butiran manik yang bagaikan mutiara berwarna biru safir di sekeliling kerangkanya. Perlahan ku pakai kalung itu dan setelah berkaian rapi aku turun dan menemui keluarga Lee dan appa amma di ruang tamu. Sejak malam itu keluargaku dan keluarga Lee semakin dekat, sampai dekatnya Keluarga Lee menyekolahkanku di sekolah yang sama dengan Sungmin, tapi anehnya sejak pertama berjumpa dengan keluarga Lee aku tak pernah sekalipun bertemu bahkan bertatapan muka dengan Sungmin di sekolahpun tidak, sebenarnya ada apa ini?.
Sampai suatau hari…
“Ada perkelahian.” Teriak salah satu murid dari kelas X-1 yang sedang berlari menggelilingi setiap kelas sambil berteriak ‘ ada perkelahian’, awalnya aku tidak peduli, tetapi anehnya ada sebuah perasaan penasaran atas perkelahian itu, aku beranjak dan berusaha melihat perkelahian yang berada di tengah lapangan bola itu dengan suasah payah, tanpa pikir panjang aku langsung mencoba menerobos kerumunan orang yang malah menonton bukannya melerai orang yang berkelahi itu, saat berada di barisan depan aku melihat seorang namja sedang memukuli seorang namja yang tampaknya sudah babak belur di hajarnya, tetapi tak lama kedua namja itu saling menghajar satu sama lain, tiba – tiba datang seorang yeoja cantik melerai kedua namja itu, ku tatap salah satu namja yang berkelahi itu, lalu sebuah ingatan terlintas di kepalaku.
“Bukankah, itu namja yang pernah ku tabrak saat di depan rumahku.” Gumamku sambil lebih memperhatikan namja itu.
“Akh tidak salah lagi, diakan namja yang waktu itu.” Ucapku dalam hati, karena suasana mulai menjadi setabil semua muridpun kembali kekelas masing – masing, saat ingin berbalik ke kelas, tiba – tiba yeoja itu berteriak cukup nyaring seperti membentak seseorang.
“SUNGMIN.” Ucap yeoja itu tampak murka, dengan cepat aku kembali berbalik dan aku melihat yeoja itu sedang menatap namja yang pernah ku tabrak waktu itu.
“Mwo, Sungmin?” Batinku seraya menatap namja yang sedang tertunduk marah di hadapan yeoja itu.
“Kau ini apa – apaan.” Lanjut yeoja itu seraya memapah namja yang lukanya terlihat lebih mengenaskan dari pada Sungmin.
“Laki – laki ini brengsek.” Ucap Sungmin tegas.
“Itu bukan urusanmu, dengar Sungmin urusan kita sudah selesai mulai dari sekarang.” Ucap yeoja itu seraya pergi bersama namja yang ia papah, ku tatap sedih ke arah Sungmin yang masih mematung, dengan langkah ragu aku mulai berbalik ke kelasku. Saat dalam pelajaraan aku tidak dapat fokus seperti biasanya, kejadian tadi pasti membuat Sungmin sangat terluka.
PULANG SEKOLAH
Dengan langkah cepat aku menuju gerbang sekolah untuk bertemu dengan Sungmin, hampir 2 jam aku berdiri di depan gerbang tapi nihil Sungmin sama sekali tak ada, sekarang keadaan sekolah sangat sepi, karena sudah mulai larut aku pun mulai berjalan untuk pulang, tapi saat aku ingin melangkah pergi, tiba – tiba aku mendengar suara deru motor dari arah parkiran sekolah, aku menoleh dan aku melihat sesosok namja.
“Sungmin.” Gumamku pelan, tanpa pikir panjang ku hampiri namja itu.
“Sungmin.” Panggilku, seketika namja itu menoleh ke arahku, sesaat aku dan namja itu saling memandang.
“Kau Sungmin…Lee Sungminkan.” Ucapku pasti, namja itu menatapku bingung.
“Apa aku mengenalmu?” Tanya namja itu bingung.
“Aku, Soyu…Song Sae Yun apa kau ingat.” Jawabku sambil setengah berteriak karena jarak kami cukup jauh.
“Soyu…Soyu!!!.” Pekiknya kaget, aku mengangguk cepat sambil tersenyum manis, Sungmin tampak tidak percaya ia mengendarai motornya dan berbalik arah ke arahku, tepat di sampingku ia berhenti dan menatapku dengan tatapan aneh.
“Kenapa kau belum pulang?” Tanyanya aneh.
“Huh, yah untuk bertemu denganmu.” Jawabku.
“Mwo, apa kau mau memukulku untuk balas dendam atas tingkahku waktu itu?” Tanyanya sedikit ragu.
“Aniyo.” Ucapku sambil tertawa kecil.
“Hemmh, syukurlah ayo aku antar kau ke rumah.” Ajaknya.
“Akh, tidak usah aku lebih baik pulang sendiri saja.” Tolakku.
“Serius, apa kau tahu anak – anak shinhwa club penyayang binatang sering sekali nongkrong di sekitar sini.” Jelasnya.
“Lalu.” Ucapku sedikit penasaran.
“Apa kau benar – benar tidak tahu, di club penyayang binatang pada malam – malam seperti ini sering sekali menjahili orang yang lewat dengan binatang mereka.” Tutur Sungmin.
“Tidak apa – apa aku juga sayang ama binatang.” Ucapku sambil tersenyum.
“Iya, tapi kebanyakan sich mereka makek laba – laba untuk nakutinnya.” Ucap Sungmin yang seketika membuatku berbalik memandangnya.
“Hemmh, Sungmin tawaran tadi masih berlaku gak?” Tanyaku pelan.
“Kenapa? katanya mau pulang sendiri.” Jawab Sungmin acuh kepadaku.
“Akh, Sungmin-ah kitakan teman baik, jadi harus tolong menolong, dan tiba – tiba kakiku rasanya keram untuk jalan.” Alasanku, ku lihat Sungmin berusaha menahan tawa melihat tingkahku.
“Arachi, tapi ada syaratnya.” Ucapnya sambil tersenyum licik.
“Apa?” Tanyaku sudah benar – benar ketakutan karena aku melihat seeokor laba – laba ada di jendela sekolah.
“Jangan memukulku lagi.” Ucapnya, tanpa pikir panjang aku menganggukkan kepalaku.
“Ya, sudah ayo naik.” Ucapnya, aku langsung naik ke atas motornya.
“Pegangan yang erat.” Titahnya.
“Mwo.” Pekikku, belum sempat aku melontarkan kalimat, tiba – tiba ia mengges motornya dengan cepat sehingga tanpa sadar aku memegang erat tubuhnya dari belakang.
Di Depan Rumah
“Mwo inikan.” Pekik Sungmin kaget.
“Waeyo?” Tanyaku seraya turun dari motornya.
“Inikan tempat tinggalnya yeoja yang akan di jodohkan denganku.” Jawab Sungmin yang seketika membuatku kaget.
“Mwo, kau ini mana mungkin, mungkin kau salah lihat kali.” Ucapku.
“Tidak, ini benar, apa kau yakin ini rumahmu?” Tanyanya pelan.
“Iya, apa kau mau bertemu amma dan appaku dulu?” Ajakku.
“Hemmh, boleh.” Ucapnya seraya turun dari motornya dan kami bersama – sama berjalan ke rumahku dan kami masuk.
“Amma, appa.” Panggilku.
“Soyu, apa kau punya saudara perempuan lainnya?” Tanya Sungmin yang seketika membuatku kaget.
“Kau aneh, akukan anak tunggal Sungmin, sejak dulukan kau memang tahu aku anak tunggal.” Ucapku bingung.
“Ada apa So…” Ucap amma dan appaku terhenti saat melihat Sungmin.
“Sungmin.” Ucap Appa dan amma kaget.
“Akh ajusshi, ajumma.” Ucap Sungmin ragu sambil garuk – garuk kepala.
~Setelah semuanya jelas~
“Mwo!. Jadi maksud dari kedatangan dari kedua orang tua Sungmin waktu itu untuk menjodohkan kami.” Ucapku kaget sekaligus syok berat, amma hanya mengangguk.
“Jadi, yang di tunangkan denganku itu adalah Song Sae Yun atau maksudnya Soyu.” Ucap Sungmin yang malah cengar – cengir gaje seperti orang yang lagi bingung mau senang atau sedih.
“Ani, aku tidak mau.” Tolakku mentah – mentah.
“Aku setuju.” Ucap Sungmin tegas dan pasti.
“Mwo, aniyo.” Ucapku gelagapan.
“Ajusshi, ajumma aku mau di jodohkan dengan Soyu.” Ulang Sungmin dengan nada tegas.
Keesokkan Harinya Di Sekolah
“Ih, dasar Sungmin sialan, bukannya nolak tapi malah menyetujuinya.” Gumamku sambil menghentakkan kakiku kesal, aku berjalan ke arah lokerku dan ku buka lokerku.
“Ehem.” Deham seorang namja yang ingin sekali ku hajar hari ini.
“Wae?” Tanyaku ketus sambil kembali menutup lokerku setelah mengambil beberapa buku pelajaranku.
“Hehehe, annyeong!.” Sapa namja itu.
“Kau pasti mau menjahilikukan.” Ucapku marah.
“Tidak.” Ucapnya.
“Lalu mau apa kau?” Tanyaku bingung.
“Hehehe, ternyata kau diam – diam juga menaruh perasaan denganku.” Ucapnya bangga.
“Mwo, ya! kau lagi salah makan obat yah, ucapanmu itu ngelantur banget, lagi pembersihan otak yah, makanya jadi agak hang.” Ucapku asal.
“Aniyo, aku berbicara tentang fakta.” Ucapnya seraya menunjuk ke arah kalung yang aku gunakan.
“Akh, ini.” Ucapku seraya ingin melepasakan kaluang yang aku gunakan.
“Jangan!.” Pekik Sungmin keras yang seketika membuatku kaget.
“Jika kau berani melepaskan kalung itu, aku tidak segan – segan memberi sekeranjang laba – laba untukmu.” Ucapnya.
“Mwo, iya – iya aku tidak akan melepaskannya.” Ucapku seraya memperbaiki letak kalung itu kembali di leherku.
“Bagus – bagus.” Ucapnya manggut – manggut senang, Mulai saat itu aku dan Sungmin mulai mencoba menjalin sebuah persahabatan sangat dekat, Sungmin selalu memberikanku banyak hal, sedangkan aku, aku tidak pernah memberinya apapun kecuali perhatianku, dan waktu itulah aku merasa selama ini aku telah menunggunya.

~TBC~


One thought on “~Memories~ {Waiting For U Chapter 1}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s