FF ~KyuMin~ {I MY ME MINE Chapter 3}


@@@STORY@@@
“Kau!.” Ucapku dingin sambil menatapnya malas.
“Kyu-ah, aku mau minta maaf kepadamu.” Ucapnya sambil menundukkan wajahnya sedih.
“Untuk apa?” Tanyaku dingin dengan tatapan tajam.
“Untuk semuanya.” Jawabnya sambil menundukkan kepala.
“Sudahlah, Mimie-ah aku sudah melupakan itu semua.” Ucapku.
“Tapi, bisakah kau memberikan aku satu kesempatan lagi untuk berada di sisimu.” Ucapnya seraya mengakat kepalanya dan menatapku.
“Mian, Mimie-ah ku rasa hal itu mustahil.” Ucapku dingin.
“Wae?” Tanyanya frustasi.
“Karena…karena aku sudah menyukai seseorang.” Ucapku asal.
“Ani, aku tidak percaya…Kau…??!” Ucap Zhoumi tampak marah.
“Kyuhyun!!!.” Panggil seseorang yang aku kenal sembari menghampiriku.
“Kenapa malah kembali, bukankah kau mau menemani adikmu?” Tanyaku bingung.
“Aku mau mengambil pakaianku.” Ucapnya.
“Oh.” Ucapku sedikit kecewa.
“Siapa kau?” Tanya Zhoumi tampak kesal.
“Aku…???” Ucap Sungmin bingung sambil menatap heran Zhoumi, tetapi tak lama kemudian senyum manis terukir dari bibir Sungmin.
“Aku adala…” Ucapan Sungmin terhenti ketika aku membekap mulutnya dan mulai berbicara.
“Akh, dia adalah orang yang ku sukai, namanya Sungmin dan dia tinggal bersamaku sekarang.” Ucapku asal, saat aku mengatakan itu Sungmin mulai memberontak dalam bekapanku, sedangkan raut wajah Zhoumi berubah menjadi kesal sekaligus kecewa, ia menghentakkan kakinya kasar lalu pergi dari hadapanku, sampai WookieZhoumi menghilang dari pandanganku aku baru melepas bekapanku.
“Mwo, kau gila, aku hampir tak bisa bernafas.” Marah Sungmin sambil mengatur nafasnya.
“Mianhae.” Ucapku sedikit meringis menyesal.
“Akh, Sudahlah dan kenapa kau berbohong dengan yeoja tadi jangan – jangan.” Ucap Sungmin menatapku dengan tatapan curiga.
“Wae?” Tanyaku ketus.
“Ani.” Jawabnya seraya menerobos masuk dan membawa tasnya yang sudah berisi pakaiannya.
“Ya, kenapa bawa semuanya?” Tanyaku bingung.
“Akh, mianhae Kyuhyun-sshi setelah ini aku akan pergi dan masalah pengobatan adikku dan lainnya akan ku ganti nanti, aku akan berkerja di luar, gomawo selama ini sudah baik dan membantuku.” Ucapnya panjang lebar sambil membungkukkan tubuhnya.
“Ani, kau tak boleh keluar.” Ucapku seketika tanpa sadar.
“Mwo, wae?” Tanyanya bingung.
“Kau sangka sudah masuk kedalam kehidupanku seperti ini, seketika bisa kabur begitu huh!” Timpalku asal – asalan.
“Oh, Mianhae seharusnya aku tidak merepotkanmu.” Ucapnya malah merenggut menyesal, membuatku bingung.
“Ok, aku maafkan kau tapi ada satu syarat.” Ucapku sambil menyeringai licik.
“Omo, syarat lagi.” Ucapnya terlihat cemberut.
“Nae, tentu saja tidak ada yang gratis di dunia ini, hahaha” Tuturku sambil tersenyum evil.
“Syarat apa itu?” Tanyanya manyun.
“Hehe…, karena kau punya hutang padaku jadi masa kontrak menjadi assistenku di perpanjang.” Ucapku pasti dengan senyum kemenangan.
“Yang benar saja, kalau masalah uang aku akan menggantinya secepat mungkin, tapi syarat sebodoh ini apa kau sudah tidak waras yah, apa jangan – jangan gara – gara yeoja tadi.” Ucapnya sambil manyun dan menatapku kesal.
“Aish, jangan membantah, turututi saja.” Bentakku sambil berkacak pinggang.
“Mwo, akk…” Ucapnya terhenti saat aku dengan paksa merebut tas pakaiannya.

AUTHOR P.O.V
“Ya tuhan cobaan apa lagi ini.” Batin Sungmin sambil menatap Kyuhyun kesal. Kyuhyun hanya menatap Sungmin dengan tatapan tidak peduli.
“Ya, sudah aku mau kembali ke rumah sakit.” Ucap Sungmin seraya berlalu dari hadapan Kyuhyun yang manggut – manggut tidak jelas, dengan langkah kesal Sungmin keluar dari kamar hotel itu.
“Dia , pikir dia siapa?.” Gumam Sungmin kesal sambil menggerutu tidak jelas.
Saat Sungmin mulai melangkah pergi dari gedung apartemant tiba – tiba Sungmin di cegat oleh seseorang.
“Tunggu, aku ingin bicara denganmu.” Ucap seorang yeoja yang tadi ku lihat bersama Kyuhyun.
“Hah, apa lagi ini?” Batin Sungmin bingung.
DI CAFE
“Kau, apa kau kekasihnya Kyuhyun?” Tanyanya dengan raut wajah yang tak bersahabat.
“Akh, itu sebenarnya…”
“Sungmin!.” Panggil seseorang mengagetkanku.
“Hah, kau kan.” Ucapku kaget.
“Siwon-ssi.” Ucap yeoja yang ada di hadapanku.
“Kau…” Ucap namja yang bernama Siwon tampak kaget.
“Kalian saling kenal.” Gumam Sungmin bingung.
“Hmm, dia adalah mantanku.” Ucap Siwon, seketika Sungmin tatap yeoja yang ada di hadapanku.
“Jadi karena itu.” Gumam Sungmin mengerti dengan sikap Kyuhyun selama ini.
“Tapi, akukan bukan siapa – siapanya Kyuhyun, apa jangan – jangan…???” Batin Sungmin kaget dengan pikirannya.
“Sejak kapan kau kembali?” Tanya namja yang bernama Siwon ke arah Zhoumi yang tampak bingung.
“Kemarin.” Jawab yeoja yang bernama Zhoumi itu ragu – ragu.
“Hmm.” Gumam Siwon, lalu ia berlaih ke arah Sungmin “ kau baru pergi dari apartemanya Kyuhyun yah.” Ucap Siwon membuat Sungmin kaget.
“Dari mana kau tahu?” Tanya Sungmin bingung.
“Sudah terlihat.” Jawab Siwon sambil tersenyum manis, Sungmin seketika menunduk melihat aura senyum Siwon.
“Hmm, Siwon –ssi kau tahu gadis ini.” Ucap Zhoumi penasaran.
“Iya, dia adalah asisten Kyuhyun.” Ucap Siwon enteng.
“Asisten, owh.” Gumam Zhoumi sambil tersenyum picik.
“Hmm, kelihatannya aku harus pergi.” Ucap Sungmin seraya pergi.
Saat dalam perjalanan menuju rumah sakit
“Bagaimana bisa aku masuk kedalam masalah seperti ini.” Gumam Sungmin sambil mengutuki dirinya sendiri.
Saat ia masuk kedalam rumah sakit ia tak sengaja menabrak tubuh seseorang.
“Mian.” Gumam Sungmin sambil membungkuk minta maaf.
“Gwaenchana.” Terdengar suara lembut, Sungminpun mendongakkan kepalanya ia melihat sosok yeoja cantik dan anggun sedang tersenyum ke arahnya.
“Hmm.” Tak berselang lama yeoja itu menunduk pelan dan pergi.
“Huwa, cantik sekali, coba aku secantik itu.” Gumam Sungmin sambil memanyunkan bibirnya, tapi saat berbalik Sungmin di kagetkan dengan sosok yeoja dengan berpakaian dokter.
“Apa kau melihat seorang yeoja lewat sini?” Tanya yeoja itu.
“Hmm, dia barusan ke sana.” Ucap Sungmin sambil menunjuk ke arah pintu keluar, tanpa permisi yeoja itu bergegas menyusul sang yeoja yang barusan pergi.
“Hari ini banyak sekali yang terjadi.” Gumam Sungmin bingung seraya bergegas menuju ke tempat Kibum di rawat.
“Yoh!.” Sapa Sungmin dengan gaya tomboy, membuat adiknya tertawa.
“Aish, unnie hentikan tingkahmu itu.” Tegur Kibum sambil menggelengkan kepalanya.
“Hmm, kau ini aku kan hanya ingin melawak sedikit.” Ucap Sungmin layaknya anak kecil.
“Hahaha, aku sudah tertawa.” Ucap Kibum sambil tertawa hambar.
“Aish, kau ini.” Geram Sungmin kesal.
“Hmm, eonni kapan aku bisa keluar dari sini?” Tanya Kibum tiba – tiba membuat Sungmin kaget.
“Hah, ku kurang tahu hal itu.” Ucap Sungmin, Kibum menunduk.
“Mian, aku sudah menyusahkanmu unn selama ini.” Ucap Kibum seraya mengalihkan pandangannya keluar ruangan.
“Aniyo, aku akan bertanya kapan kau bisa keluar.” Ucap Sungmin bergegas keluar dan mendatangi resepsionis.
Sedangkan Kibum hanya bisa menghela nafas menatap kakak perempuannya pergi dari ruangan.
“Umma, appa, Eonni sudah melakukan yang terbaik selama ini.” Ucap Kibum sambil terisak kecil.
“Kibummie!!!.” Teriak Sungmin dan seketika Kibum menghapus jejak ir matanya.
“Besok… mulai besok kau boleh keluar dari rumah sakit.” Ucap Sungmin yang seketika membuat Kibum kaget.
“Jincha.” Ucap Kibum kaget.
“Nae.” Ucap Sungmin sambil mengangguk dan tanpa terasa air matanya jatuh.
“Eonni.” Gumam Kibum kaget melihat sosok kakaknya yang begitu tegar menumpahkan air matanya.
“Selama ini aku tak pernah berpikir bisa menyelamatkanmu, tapi aku bisa Bummie-ah.” Terang Sungmin sambil memeluk tubuh adiknya.
“Eonni, gwaenchana aku tak apa?” Ucap Kibum seraya membalas pelukan Sungmin.
Tapi dari luar ruangan tampak seorang namja terpaku melihat adegan yang ada di hadapannya…
“Kurasa kali ini aku melakukan hal yang benar.” Gumam namja itu sambil tersenyum misterius.

DI RUANGAN DOKTER
“Noona, gomawo.” Ucap Kyuhyun dengan senangnya.
“Araseo, hmm tapi siapa yeoja itu?” Tanya Heechul noona Kyuhyun.
“Yang mana?” Tanya Kyuhyun.
“Sungmin.” Ucap Heechul, tiba – tiba Kyuhyun terdiam dan berdeham sebentar.
“Emang ada apa, Noona?” Tanya Kyuhyun gugup.
“Aku dengar yeoja itu adalah asistenmu.” Jawab Heechul sambil melipat tangannya di dada.
“Owh, iya.” Ucap Kyuhyun mulai relax.
“Kau suka dengannya.” Ucap Heechul yang seketika membuat Kyuhyun hampir jatuh dari bangkunya.
“Maksud noona?” Tanya Kyuhyun gelagapan.
“Hmm, kau jatuh cinta lagi.” Ucap Heechul sambil menatap kyuhyun tajam.
“Tidak, aku tidak jatuh cinta.” Ucap Kyuhyun layaknya seorang anak kecil.
“Hah, tapi dia yeoja yang manis sayang sekali kalau kembali di rebut oleh Siwon.” Ucap Heechul, membuat Kyuhyun kaget.
“Dari mana noona tahu, apa jangan – jangan donghae.” Ucap Kyuhyun 100 % benar.
“Hehehe, jangan marahi dia, dia sangat baik padamu, oya kalau yang kau suka itu Sungmin noona setuju.” Ucap heechul membuat Kyuhyun bingung.
“Kenapa?” Tanya Kyuhyun.
“Dia gadis yang sederhana dan manis.” Jawab Heechul singkat.
“Apa yang manis.” Sindir Kyuhyun.
“Ya! Dia tampak seperti gadis yang baik dan tak terlalu senang dengan kehidupan gelamor.” Jelas Heechul, Kyuhyun merenung sebentar menyadari tentang hal itu.
“Dengar yah, adikku yang nakal, kau seharusnya mencari gadis seprti Sungmin.” Jelas Heechul.
“Akh, Noona jangan ikut campur.” Ucap Kyuhyun ngambek seraya pergi entah kemana.
“Aish, ya! Tidak sopa pergi saat orang dewasa sedang berbicara.” Teriak Heechul, Kyuhyun hanya mendengus sesaat dan pergi.
“Tapi…akh Kyuhyun.” Panggil heechul seraya menyusul Kyuhyun.
“wae?” Tanya Kyuhyun kali ini dengan nada kesal.
“Tapi ada Ryeowook datang menemuiku.” Ucap Heechul yang seketika membuat Kyuhyun kaget.
“Ryeowook, dimana dia?” Tanya Kyuhyun sambil mengguncang tubuh kakaknya.
“Dia…dia ada di hotel golden cepat susul dia.” Jawab Heechul.
“Huh, bukankah tadi noona bilang bahwa Sungmin yang baik, tapi kenapa menyuruhku mengejar Ryeowook.” Ucap Kyuhyun bingung.
“Karena ada hal yang harus kau lihat.” Ucap Heechul, membuat Kyuhyun berpikir sesaat dan bergegas pergi ke hotel golden.
Saat di hotel golden tampak sebuah acara mewah, dengan langkah cepat Kyuhyun memasuki hotel itu.
“Pernikahan.” Gumam Kyuhyun bingung, Kyuhyun berjalan mengelilingi aula dimana terlihat resepsi pernikahan, tetapi langkahnya terhenti saat ia melihat sosok yang masih ada di dalam hatinya.
“Ryeowook.” Gumam Kyuhyun kaget saat mendapatkan Ryeowook yang sedang berdiri di altar bersama seorang namja dengan pakaian pengantin.
“Hah, jadi ini.” Gumam Kyuhyun tampak kecewa seraya melangkah mundur dengan lunglai, lalu perlahan Kyuhyun keluar dari tempat itu. Berulang – ulang kali gambaran flashback tentang dirinya dan Ryeowook terlintas di kepala Kyuhyun, sampai akhirnya ia terduduk di bangku taman yang sepi.
“Kyuhyun…” Tapi terlintas suara Sungmin yang entah dari mana.
“Akh, ku rasa aku kurang tidur.” Gumam Kyuhyun frustasi.
“Kyuhyun!!!.” Suara teriakan yang sangat jelas terdengar, dengan cepat Kyuhyun menoleh dan di tatapnya sosok Sungmin sedang berkacak pinggang di sampingnya.
“Neo, kenapa sejak tadi tidak menjawab panggilanku.” Ucap Sungmin dengan raut wajah kesal.
“Kau~, ini benar kau.” Ucap Kyuhyun dengan raut wajah bingung.
“Iya, ini aku.” Ucap Sungmin marah, Kyuhyun berdiri menghadapa Sungmin dan merangkuh wajah Sungmin lalu mendekatkan dirinya ke arah Sungmin…
DEG…DEG…DEG
Jantung Sungmin berdetak kencang melihat tingkah Kyuhyun yang sedang mendekatkan wajahnya ke arahnya.
“Glek! Ke..ke..kenapa?” Batin Sungmin, tapi tiba – tiba Kyuhyun menepuk – nepuk wajah Sungmin dan mencubit pipi Sungmin.
“Akh, aku sudah percaya ini kau.” Ucap Kyuhyun lega.
“Aish, Ya!.” Pekik Sungmin marah yang baru menyadari kalau dirinya sedang di permainkan.
“Hmm, kau kenapa? wajahmu memerah, kau pasti berpikir yang bukan – bukan, ya kan” Goda Kyuhyun membuat wajah Sungmin memerah seperti kepiting rebus.
“A…aniyo, Ya! CHO KYUHYUN –ssi.” Teriak Sungmin kesal sambil mengendalikan desiran darah yang membuatnya gugup di hadapan Kyuhyun.
“Hahahaha.” Kyuhyun hanya tertawa, tetapi tiba – tiba Kyuhyun terdiam saat ia melihat sebuah mobil pengantin yang baru saja keluar dari hotel.
“Huwa, ada pernikahan, pasti orang kaya.” decak Sungmin Kagum, Kyuhyun mengalihkan tatapannya ke arah Sungmin dengan tatapan dingin.
“Wae?” Tanya Sungmin bingung melihat tatapan Kyuhyun.
“Kau…, apa kau mau menikah seperti itu?” Tanya Kyuhyun balik tanpa menghiraukan pertanyaan Sungmin.
“Tentu saja, tapi aku tak sekaya itu membuat pesta pernikahan di hotel yang besar dan mewah.” Jawb Sungmin sambil menerawang jauh ke arah hotel dimana pernikahan itu di adakan.
“Hmmm, itu juga adalah harapanku.” Gumam Kyuhyun, Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun yang murung.
“Kau kenapa?” Tanya Sungmin penasaran.
“Aku lapar.” Jawab Kyuhyun dengan tatapan dingin ke arah Sungmin, Sungmin terdiam dan menatap Kyuhyun bingung.
“Buatkan aku makanan.” Perintah Kyuhyun sekenanya, Sungmin hanya melongo.
“YA! KAU DENGAR TIDAK AKU LAPAR CEPAT MASAKAN MAKANAN UNTUK.” Teriak Kyuhyun kesal.
“Mwo, seenak…” Ucapan Sungmin tersela, “Ini kartu id hotelku kodenya 030288 dan bersihakan sekaligus buatkan aku masakan araseo.” Teriaknya nyaring sampai – sampai Sungmin harus menutup kedua telinganya kesal.
“Kau…” Ucapan Sungmin terhenti saat Kyuhyun dengan antengnya berjalan ke arah berlawanan, Sungmin melangkah menuju hotel dimana Kyuhyun tinggal sambil menggurutu dan mengutuk dirinya sendiri “Kenapa aku bisa bertemu dengan namja itu.” Batin Sungmin dengan rasa amarah yang tinggi, tapi saat Sungmin mencoba menggeser terlebih dahulu pintu hotel sebelum memasang kartu Id di alat pengunci, tiba – tiba pintu itu terbuka.
“Hah, dia tidak menguncinya.” Gumam Sungmin seraya masuk, saat Sungmin melangkah masuk tampak sosok yeoja yang ia kenal.
“Dimana Kyuhyun?” Tanya yeoja itu dengan raut wajah kecewa saat menyadari bukan seseorang yang ia rindukan yang masuk kedalam kamar hotel.
“Kau… hah…Kyuhyun ia sedang pergi.” Jawab Sungmin sedikit ragu, Zhoumi hanya berdecak kecewa.
“Hmm, baiklah aku akan menunggunya di kamar.” Ucap Zhoumi, Sungmin terdiam dan mencerna ucapan Zhoumi.
“DI KAMAR.” Batin Sungmin merasa ada yang menganjal, tapi segera ia tepis dan langsung berjalan menuju ke dapur, tetapi bagimanapun Sungmin merasa risih jika ia menyadari ada seorang yeoja di kamar seorang namja, sesekali Sungmin melirik ke arah kamar Kyuhyun tetapi ia tepis bayangan aneh yang ada di pikirannya, sampai – sampai ia salah memasukan bahan masakannya.
“Aduh, ada apa denganku.” Batin Sungmin sambil mengacak pelan rambut pendeknya, tiba – tiba pintu terbuka.
“Sungmin.” Panggil seseorang dengan nada suara yang sangat familiar di telinga Sungmin, saat Sungmin ingin menghampiri Kyuhyun tiba – tiba pintu kamar Kyuhyun terbuka tampak yeoja yang bernama Zhoumi menghambur kedalam pelukan Kyuhyun.
“Mi…Mi…Mimie.” Ucap Kyuhyun bingung sekaligus shock, sedangkan Sungmin menutup mulutnya kaget melihat adegan yang ada di hadapannya.
“Aku tahu kau takkan mudah melupakanku.” Ucap Zhoumi, dengan cepat Kyuhyun melepaskan pelukan Zhoumi.
“Apa yang kau lakukan di sini.” Bentak Kyuhyun kasar, Zhoumi terdiam sesaat dan melipat tangannya.
“Kau sudah lihatkan, Ryeowook.” Ucap Zhoumi yang seketika membuat Kyuhyun geram.
“Lalu apa hubungannya denganmu.” Marah Kyuhyun membuat Sungmin melangkah mundur kembali memasuki ruang dapur.
“Kyuhyun-ssi, Ryeowook meninggalkanmu demi orang yang sudah merusak rumah tangga orang tuamu.” Ucap Zhoumi dengan senyum licik.
“Lalu kau.” Cibir Kyuhyun dengan senyum iblis.
“Huh, suatu hari nanti kau akan kembali kepadaku.” Bisik Zhoumi seraya pergi, Sungmin yang sejak awal mendengar pembicaraan mereka hanya bisa berpura – pura bermasak, Kyuhyun yang menyadari keberadaan Sungmin di dapur, dengan langkah cepat ia menghampiri Sungmin, dari kejauhan Sungmin sudah melihat kilatan – kilatan amarah Kyuhyun.
“Kenapa dia ada di sini?” Tanya Kyuhyun kasar, Sungmin menunduk dan mulai menjelaskan.
“Owh, ku rasa sejak awal aku memang harus mengganti kode Idku.” Gumam Kyuhyun sambil berkacak pinggang tapi tatapan Kyuhyun teralih ke arah makanan yang ada di atas meja.
“Apa – apaan ini, kenapa makananmu menjadi aneh seperti ini.” Bentak Kyuhyun marah, Sungmin gelagapaan saat Kyuhyun melihat makanan yang ia buat, Kyuhyun menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan sifat Sungmin yang aneh.
“Emangnya karena siapa masakanku seperti ini.” Ceplos Sungmin, Kyuhyun kembali menatap Sungmin.
“Emang karena siapa?” Tanya Kyuhyun merasa penasaran, Sungmin gelagapan mendengar pertanyaan Kyuhyun, Kyuhyun yang merasa Sungmin menyembunyikan sesuatu mulai melangkah mendekati Sungmin dengan reflex Sungmin melangkah mundur berusaha mengelak tatapan Kyuhyun, tapi tiba – tiba terdengar suara seseorang masuk kedalam hotel.
“Kyuhyun…Kyuhyun.” Panggil seorang yeoja cantik, Kyuhyun berhenti melangkah dan cepat – cepat berbalik.
“Noona.” Gumam Kyuhyun seraya berjalan ke arah ruang tengah.
“Omo, di sana kau ternyata.” Ucap yeoja itu, karena penasaran Sungmin dengan diam – diam keluar dari ruangan dapur.
“Noona, kenapa tiba – tiba datang ke sini?” Tanya Kyuhyun bingung.
“Tentu saja melihat keadaanmu.” Jawab yeoja itu dengan senyum manis.
“Yeoja itukan yang tadi ku temui di rumah sakit.” Batin Sungmin saat melihat sosok yeoja yang di panggil Kyuhyun noona itu.
“Hmm, apakah dia…” Ucap yeoja itu sambil menatap Kyuhyun, Sungmin menatap Kyuhyun dan beralih ke yeoja itu, yeoja itu tersenyum dan mendekat ke arah Sungmin.
“Dia manis, kenapa kau tak memperkenalkannya secara resmi denganku.” Ucap yeoja itu ke arah Kyuhyun, Kyuhyun berdecak.
“Noona sudah ku bilang dia bukan kekasihku.” Ucap Kyuhyun membuat Sungmin kaget.
“Tapi, aku setuju jika kalian berdua bersama.” Ucap yeoja itu, Kyuhyun berdecak marah dengan kakaknya, sedangkan yeoja itu hanya menatap Kyuhyun kesal.
“Perkenalkan aku Noonanya Kyuhyun Cho Heechul.” Ucap yeoja itu seraya mengulurkan tangannya, aku meraih tangannya “Lee Sungmin imnida.” Ucpa Sungmin sopan, Heechul tersenyum senang.
“Hmmm, sudah ku duga kau adalah gadis yang baik.” Gumam Heechul dan melepas jabatan tangannya.
“Kyuhyun, kau tak mau memperkenalkan siapa Noonamu ini.” Ucap Heecul, Kyuhyun melihat Heechul sesaat.
“Sungmin perkenalkan dia Noonaku, dia yang telah membantu menyembukan adikmu.” Ucap Kyuhyun sambil mengaruk – garuk kepalanya sambil mengalihkan kepalanya ke arah lain.
“Menyembuhkan…adik.” Batin Sungmin, dengan cepat Sungmin menatap ke arah Heechul.
“Khamshamnida…Khamshmnida…aku…aku tidak tahu harus berbicara apa tapi terima kasih karena kau adaikku selamat dari mautnya…Khamshamnida.” Ucap Sungmin tak henti – hentinya mengucapkan terima kasih.
“Sudahlah, bukankah itu adalah perkerjaan seorang dokter.” Ucap Heechul dengan nada suara yang lembut, mata Sungmin berkaca – kaca “aku tidak menyangka bisa bertemu seorang malaikat.” Batin Sungmin senang.
“Kyuhyun, Ryeowook.” Panggil Heechul membuat Kyuhyun malas.
“Aku membencinya.” Geram Kyuhyun sambil mengepal kedua tangannya.
“Hmm, sudahlah.” Tegur Heechul seraya duduk di sofa ruang tengah, “Aku datang kesini bukan ingin mendengar curhatanmu, tapi ingin bertanya masalah keuangan di hotelmu ini, kau tak menghabiskannyakan.” Tambah Heechul, Sungmin melongo.
“Apa Hotelmu??? Kyuhyun.” Batin Sungmin kaget.
“Hmmm, masalah itu.” Gumam Kyuhyun seraya duduk dengan gelish di sofa lainnya.
“Kyuhyun jangan bilang kau main – main ke diskotik lagi.” Bentak Heechul keras, Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman memelas.
“Kyuhyun apa kau gila, kau tahukan keadaan rumah sakitku juga kurang membaik, sekarang kau juga mau membuat kekacauan dengan hotel ini.” Marah Heechul membuat Kyuhyun hanya bisa terdiam.
“Pokoknya mulai sekarang rekening keuangan hotel ini aku yang pegang.” Ucap Heechul pertanda fatal di telinga Kyuhyun.
“Akh, jangan nanti aku makan apa? Terus aku jalan – jalan pakai uanga apa?” Ucap Kyuhyun tidak setuju, Heechul tak menghiraukan ucapan Kyuhyun ia langsung meraih dompet Kyuhyun dan mengambil kartu rekening hotel lalu berjalan ke arah balik foto dan tanpa sadar ternyata di balok foto itu ada sebuah pintu kecil yang menyamai ukuran foto itu, dengan lincahnya tangan Heechul memutar sebuah berangkas dan mengeluarkan beberapa buku rekening lalu kembali menutup berangkas itu dan di rapikannya kembali foto seperti semula.
“Dengar sebelum kau berubah aku bakal menyita ini semua.” Ucap Heechul tanpa ingin bantahan dari mulut Kyuhyun, Heechul beralih menatap Sungmin.
“Sungmin-ssi tolong jaga Kyuhyun yah.” Titipnya dengan seulas senyum manis.
“Akh, iya.” Ucap Sungmin masih bingung dengan ucapan Heechul, Kyuhyun melirik tajam ke arah Sungmin.
“Apa hubungannya dengan Sungmin?” Batin Kyuhyun dan tanpa di sadari Heechul melangkah cepat ke pintu luar kamar hotel Kyuhyun, Kyuhyun yang menyadari akan kepergian Noonanya segera mengejar dan meminta untuk kelonggaran atas hukuman yang ia dapat, sedangkan Sungmin masih termenung dengan pikirannya.
“Hotel…Rumah Sakit.” Gumam Sungmin, baru Sungmin sadari ia sekarang masuk kedalam dunia seseorang yang begitu kaya.
“Hah~! Aku pasti sudah gila.” Teriak Sungmin histeris bertepatan saat kembalinya Kyuhyun.
“Kau memang gila.” Timpal Kyuhyun manyun. Sungmin terdiam dan menutup mulutnya rapat – rapat.
“Hey! Apa makananmu itu enak?” Tanya Kyuhyun lesu saat ia kembali menatap makanan Sungmin yang berjenis aneh di atas meja.
“Makan saja dulu baru berkomentar.” Jawab Sungmin kesal, kali ini Kyuhyun tidak membalas, Kyuhyun bagaikan mayat hidup saat semua rekeningnya di ambil, dengan perlahan Sungmin melihat Kyuhyun duduk di kursi makan dan melahap makanan yang ada tanpa satu pun komter dari mulutnya.
“Apa sebegitu berharganya.” Gumam Sungmin, tak kerasa telah menjelang malam Sungmin kembali bersiap – siap menuju ke rumah sakit ia menyiapkan makanan kesukaan Kibum adiknya.
“Kau akan ke rumah sakit lagi.” Ucap Kyuhyun membuat Sungmin terlonjak kaget.
“Kau, sejak kapan kau ada di sini.” Pekik Sungmin kaget dengan keberadaan Kyuhyun yang bagaikan hantu.
“Sejak tadi, sejak kau sibuk sendiri.” Ucap Kyuhyun lesu tanpa aura ingin bertengkar dengannya.
“Ya! Apa kau sangat membutuhkan uang.” Bisik Sungmin, Kyuhyun melirik sebentar ke arah Sungmin.
“Emang kenapa?” Tanya Kyuhyun bingung dengan cara bicara Sungmin.
“Aniyo, sejak Noonamu mengambil semua rekeningmu, kau tampak tak bersemangat.” Jawab Sungmin sambil meringis iba.
“Molla.” Gumam Kyuhyun seraya berjalan lunglai ke ruang tengah, Sungmin menghela nafas berat melihat tingkah Kyuhyun yang benar – benar bagaikan mayat hidup.

DI RUMAH SAKIT
“Kibummie…annyeong.” Bisik Sungmin tanpa mengganggu pasien baru di samping Kibum.
“Eonnie.” Panggil Kibum pelan seraya duduk di atas ranjangnya.
“Bagaimana sudah baikan?” Tanya Sungmin lembut.
“Iya, aku malah merasa sangat baik.” Jawab Kibum sambil tersenyum tulus ke arah Eonninya yang begitu memperhatikan dirinya.
“Baiklah, bukankah besok kau akan pulang, jadi eon akan menyiapkan pakaianmu.” Ucap Sungmin, Kibum tersenyum dan memeluk Eonninya.
“Gomawo, eonni aku bangga denganmu.” Ucap Kibum dengan tulus, Sungmin terharu mendengar suara si Kibum adik kecilnya yang tanpa sadar sudah beranjak dewasa. Sungmin melepas pelukan adiknya dan memulai berbincang – bincang kecil dengan adiknya yang pendiam. Sedangkan di tempat lain tampak seorang namja sedang berguling – guling ke sana kemari di atas ranjangnya.
“Akh, sepi sekali.” Teriak Kyuhyun emosi dengan rasa jenuhnya, “padahal aku sejak beberapa tahun yang lalu tidak merasa seperti ini kenapa tiba – tiba jadi seperti ini.” Gumam Kyuhyun dengan cepat ia meraih handphonenya dan mencari – cari nama yang bisa ia hubungi, tapi nihil tak ada satupun nama yang bisa ia hubungi, Kyuhyun berjalan keluar kamar sambil melompat – lompat dan berolahraga sejenak tapi tetap saja, ia menyalakan televisi dan mencoba menghilangkan rasa jenuhnya yang sudah keluar batas.
“ARRRGGGHHH… SUNGMIN!!!.” Teriak Kyuhyun tanpa sadar, Kyuhyun terdiam dan berpikir, satu persatu gambaran Sungmin terbayang di matanya dimana Sungmin dengan raut wajah kesal menghampirinya dan bertanya ada apa, lalu raut wajah Sungmin dimana ia melap jendela hotel yang berdebu, bagaimana Sungmin bernyanyi saat berkerja, dan dimana raut wajah Sungmin saat bertengkar dengannya, Kyuhyun dengan kuat menggelengkan kepalanya dan menepis semua bayangan itu.
“Akh, tunggu dulu.” Pekik Kyuhyun lalu ia mulai berpikir dan tak lama kemudia senyum evil terukir di bibirnya.
“Kenapa aku tidak menyusulnya ke rumah sakit saja.” Ucap Kyuhyun seraya beranjak dan memakai jaketnya tetapi ia berpikir lagi sejenak.
“Tunggu dulu? Kenapa harus aku, seharusnyakan dia yang mendatangiku.” Batin Kyuhyun seraya kembali berbalik, tetapi di dalam batinya kembali berkata “Tunggu jika aku tidak menyusulnya bagaimana ia tahu.” Seraya berbalik menuju pintu, tetapi suara batinnya kembali berkata “kalau aku datang ke sana ia pasti berpikir kalau aku merindukannya, yang benar saja.” Dan untuk kedua kalinya Kyuhyun membelakangi pintu, tapi beberapa langkah ia menjahui pintu “ tapi kalau begini terus aku bisa gila.” Batin Kyuhyun seraya berbalik menuju pintu, saat ia ingin memutar genggaman pintunya lagi – lagi batin Kyuhyun menghentikan langkahnya “Kalau di sana nanti aku harus ngapain.” Kyuhyun berbalik dan berpikir, “akh, aku telphone saja dia.” Ucap Kyuhyun dengan senang tapi ia baru menyadari kalau ia sama sekali belum memiliki no handphone Sungmin.
“Arrrgghh.” Geram Kyuhyun tepat membelakangi pintu, tiba – tiba pintu terbuka.
“Kyuhyun.” Panggil seseorang yang seketika membuat Kyuhyun menoleh.
“Kau mau pergi keluar.” Ucap Sungmin membuat Kyuhyun melongo.
“Akh…tidak.” Ucap Kyuhyun gelagapan.
“Terus kenapa pakai jaket segala.” Ucap Sungmin seraya membuka jaketnya dan menaruhnya di gantungan baju dekat pintu.
“Akh, karena aku…akh malam ini sangat dingin jadi aku pakai jaket.” Dusta Kyuhyun seraya mengeratkan jaketnya, tapi tadi aku sudah memutar suhu pemanasnya, Kyuhyun berdecak kesal.
“Ya! Kau sudah ku bilang dingin ya dingin.” Marah Kyuhyun seraya berjalan ke arah kamarnya, sedangkan Sungmin melongo melihat tingkah Kyuhyun yang aneh.
“HMmmm, dasar orang aneh.” Gumam Sungmin.
“Aku dengar itu.”Teriak Kyuhyun membuat Sungmin dengan cepat membungkam mulutnya rapat – rapat.
“Tuh telinga tajam amat.” Batin Sungmin seraya berjalan ke arah kamarnya, Sungmin menyelusuri setiap sisi kamarnya yang selalu ia kagumi saat terbangun pada pagi hari.
“Hmm.” Gumam Sungmin seraya duduk di sisi ranjang, tapi tak lama kemudian terdengar suara pintu lain terbuka dari luar kamarnya.
“Itu pasti Kyuhyun.” Gumam Sungmin, ia beranjak turun dari kasur dan keluar ia melihat Kyuhyun sedang menyeruput minuman hangatnya.
“Apa sangat dingin.” Tanya Sungmin hampir membuat Kyuhyun tersedak.
“YA! Kau sejak kapan ada di sini?” Tanya Kyuhyun kaget.
“Sejak kau sibuk meminum minumanmu.” Jawab Sungmin bagaimana Kyuhyun menjawab pertanyaan saat ia mengagetkan dirinya.
“Hmm.” Gumam Kyuhyun santai.
“Apa sangat dingin?” Tanya Sungmin lagi dengan nada khawatir.
“Tidak juga.” Jawab Kyuhyun sekenannya sesaat suasana menjadi hening.
“Hmm, adikmu…kapan adikmu keluar dari rumah sakit?” Tanya Kyuhyun pelan.
“Besok.” Jawab Sungmin, Kyuhyun menoleh.
“Besok, jadi mulai besok adikmu tinggal di sini.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum tipis, Sungmin menatap Kyuhyun.
“Mwo, apa kau menaerima adikku juga tinggal di sini.” Ucap Sungmin.
“Tentu bukankah kau tak punya tempat tinggal.” Ucap Kyuhyun masih menyeruput minumannya dengan lembut, tapi tiba – tiba Sungmin memeluknya.
“Gomawo…gomawo.” Ucap Sungmin tulus sambil memeluk Kyuhyun erat, sedangkan Kyuhyun kaget dengan pelukan Sungmin, saat Sungmin melepas pelukannya langsung pergi menuju ke kamarnya, sedngkan Kyuhyun masih berdiri tegap, saat menyadari Sungmin telah pergi, Kyuhyun menyentuh dadanya.
“Glek! Ia memelukku.” Ucap Kyuhyun langsung meminum habis kopi yang ia buat tanpa merasakan panas di lidahnya.
KEESOKKAN HARINYA

~TBC~


4 thoughts on “FF ~KyuMin~ {I MY ME MINE Chapter 3}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s