FF ~KyuMin~ {MY LOVE IS IN YOU Chapter 1}


Cast :

Lee Sungmin a.k.a Minnie (Yeoja)

Cho Kyuhyun a.k.a Kyu or Kyuhyun

Choi Siwon a.k.a Siwon

Kim Kibum a.k.a Kibum (Yeoja)

Kim Jeong Won a.k.a Yesung

Pairing : KyuMin

Rating : PG 15

Genre : Romance

@@@STORY@@@

AUTHOR P.O.V

“hhaahh.” Kyu menghela nafasnya lega di backstage.

“Hya, Kyuhyun-ah kerja yang bagus.” Puji Siwon seraya menepuk bahuku pelan.

“Yah, gomawo hyung.” Balasku sambil tersenyum.

“Yack…yack, kenapa meninggalkanku?” Tanya Kibum kesal.

“Mianhae Kibum-ah.” Jawab Siwon sambil tersenyum manis.

“Oya, ini.” Ucap Kibum seraya menyodorkan sebotol minuman kepada Siwon, mereka tampak sangat mesra membuatku cemburu.

“Ayo cepat kita ganti baju, setelah ini kita akan tampil lagi.” Ucap Siwon seraya pergi berasam Kibum sedangkan Kyuhyun masih terdiam menahan rasa cemburuku. Tak lama kemudian mereka kembali tampil teriak para penggemar mereka menggemuruh di gedung stadion ini sungguh membuatku bersemangat, setelah menampilkan dan menyanyikan 2 lagu mereka kembali ke backstage mengganti pakaian mereka dan pulang ke drom.

“Siwon-sshi ada sesuatu di rambutmu.” Ucap Kibum seraya mengambil seuatu itu dari atas rambut Siwon.

“Oh, gomawo.” Ucap Siwon sambil tersenyum manis, Kyuhyun pun menghela nafas panjang dan keluar dari stadio latihan dan menemui direktur, Kyuhyun melangkahkan kaki menuju tempat ruagan direktur.

tok…tok…tok

Kyuhyun mengetuk pintu ruangan direktur.

“Masuk.” Seru seseorang yang tidak bukan adalah pak direktur, tanpa segan – segan Kyu membuka pintu ruangan itu dan bergegas duduk di bangku yang ada di depan meja kerja pak direktur yang sedang duduk di belakang mejanya.

“Ah, Kyuhyun-sshi ada apa kau datang ke sini?” Tanyanya pak direktur.

“Aku ingin membicarakan hal yang sangat penting kepada anda.” Jawab Kyuhyun.

“Bicarakan saja Kyuhyun-sshi jangan segan – segan.” Ucapnya.

“Baiklah, mungkin ini sedikit mendadak tapi aku sudah memikirkannya, direktur aku ingin keluar dari band ini.” Ucap Kyuhyun dengan yakin.

“Mwo, apa maksudmu Kyuhyun-sshi?” Tanya pak direktur mulai bingung.

“Seperti tadi yang aku ucapkan, aku ingin keluar dari band ini.” Jawab Kyuhyun dengan begitu yakinnya.

“Hemmm, sebenarnya ada apa, ada yang terjadi di antara kalian bertiga?” Tanya pak direktur, Kyu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Saya minta permohonan diri hari ini juga pak direktur.” Ucapku sopan.

“Baiklah, aku tidak mau ikut campur dengan permasalahan ini tapi aku mohon padamu Kyuhyun-sshi pikirkan lagi tentang pengunduran dirimu ini.” Ucap pak direktur.

“Mian pak direktur aku sudah benar – benar memikirkan ini dan hal ini pasti adalah hal yang terbaik.” Ucap Kyu yakin.

“Baiklah, kalau begitu besok kau akan jumpa pers dan saat itulah hari terakhirmu Kyuhyun-sshi.” Ucap pak direktur terlihat kecewa sekaligus pasrah.

“Baiklah, terima kasih atas kerja samanya selama ini pak direktur.” Ucap Kyuhyun seraya membungkukan tubuh 90o lalu pergi.

AUTHOR P.O.V END

KYUHYUN P.O.V

Aku keluar dari ruang direktur hatiku benar – benar merasa lega, aku mencoba berjalan – jalan sebentar di luar kantor.

“Haahh.” Aku menghela nafasku lega seraya duduk di bangku taman sambil meminum segelas kopi hangat, aku mengedarkan pandanganku ke seluruh taman sampai pandanganku terhenti kepada seorang yeoja yang sedang berdiri sambil berbicara kepada seorang anak kecil yang tampaknya sedang menangis, yeoja itu memberikan sebuah balon berwarna sapphire blue kepada anak itu.

“Huh, ternyata masih ada juga yeoja yang baik seperti itu.” Gumamku dalam hati sambil perhatikan yeoja yang berambut panjang hitam kelam dengan pakaian dress yang selutut berwarna pink memberikan sebuah kesan feminim dari yeoja itu, ‘lumayan cantik juga dia’ Gumamku dalam hati saat melihat senyum manis dari yeoja itu.

“Uhhuk…apa yang aku pikirkan, aish pabo.” Gumamku dalam hati seraya memalingkan wajahku ke arah lain, kemudian aku kembali ke kantor dan bergegas ke stadio tapi seketika aku terlonjak kaget ketika aku melihat Siwon sedang mencium bibir Kibum, aku mengepal tanganku berusaha menahan amarahku dengan langkah cepat aku meninggalkan tempat itu dan pulang ke apartemantku.

“Aish! kenapa gambaran Siwon dan Kibum terusa berputar di kepalaku.” Geramku seraya merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk, aku mulai menutup mataku sampai aku tertidur.

KEESOKKAN HARINYA

Aku bergegas bangun untuk pertemuan pers pada jam 9 pagi ini, saat di jumpa pers aku mengucapkan pernyataan pengunduran diriku dan sesekali ku tatap wajah Siwon dan Kibum yang kaget akan pengunduran diriku.

“Yack, Kyuhyun-sshi ada apa denganmu? kenapa kau tiba – tiba mengundurkan diri seperti ini?” Marah Siwon dengan tatapan kesal ke arahku.

“Mian Siwon-ah tapi ini adalah keputusanku.” Ucapku cuek.

“Kyuhyun-sshi kenapa kau tidak membicarakan hal ini kepada kami?” Tanya Kibum.

“Huh, bagaimana aku bisa membicarakannya pada kalian jika kalian sedang berciuman sepeti itu.” Sindirku seketika Siwon dan Kibum menatapku kaget.

“Kyuhnyun-sshi.” Panggil Kibum pelan sambil menatapku kaget.

“Argh, sudahlah.” Ucapku seraya pergi tanpa menghiraukan panggilan Siwon, aku berjalan keluar dari kantor dan menyelusuri jalanan pertokoan, tak jauh dari jalan pertokoan aku melihat sebuah panggung pentas yang tampaknya sepi tetapi di atas panggung itu terdapat alat musik lengkap, karena perasaanku sedikit kacau sekarang akupun mencoba untuk melampiaskan rasa di hatiku ini dalam alunan musik, saat di atas panggung aku bergegas mengambil sebuah gitar dan mulai memainkannya.

‘Hya, chakkaman seperti aku pernah melihat namja itu.’ Bisik – bisik mulai terdengar dari telingaku, aku tetap ngalunkan lagu sampai aku pun mulai menyanyikan sebuah lagu. Aku menatap ke seluruh pengunjung pertokoan yang mulai berkumpul di depan panggung, tapi lagi – lagi pandanganku terhenti kepada seorang yeoja yang pernah ku lihat di taman kota, ia lagi – lagi memakai baju pink tapi yang kali ini ia memakai sebuah kaos dan rok mini berwarna putih sangat terlihat feminim, ia tersenyum ke arahku tampak sangat manis, setelah aku menyelesaikan laguku semua orang bertepuk tangan dengan riuhnya sedangkan yeoja itu hanya tersenyum membuat sedikit perbedaan di antara orang – orang yang ada di sekelilingnya, tak lama kemudian semua orang mulai kembali ke aktivitas mereka masing sedangkan yeoja itu masih menatapku, ku balas tatapannya hingga sekarang kami beradu pandang, ia tertawa kecil dan bergegas naik ke atas panggung menghampiriku.

“Suaramu bagus.” Pujinya sambil tersenyum manis, aku hanya mengangguk, kemudian ia mulai beranjak pergi hingga ia menghilang dari pandanganku.

‘Hemmm, kenapa aku hanya diam saja tadi?’ Pikirku, setelah merasa nyaman akupun mulai beranjak pergi.

Beeepp…beepp *suara handphoneku…hehe mian gaje*

“Yeoboseyo” Sapaku.

“Ah, Kyuhyun-ah aku ingin bicara denganmu.” Ucap pak direktur.

“Bicara apa?” Tanyaku bingung.

“Datanglah ke kantorku, kita akan bicara serius.” Jawab pak direktur.

“Baiklah.” Ucapku seraya mengakhiri pembicaraan telphone.

‘Hemmm, ada apa ini ?’ Ucapku dalam hati, aku pun bergegas kembali ke kantor dan memasuki ruangan pak direktur yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu.

‘Hemmm, ada apa ini ?’ Ucapku dalam hati, aku pun bergegas kembali ke kantor dan memasuki ruangan pak direktur yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu.

“Annyeonhaseyo, ada apa pak direktur?” Tanyaku bingung.

“Oh, Kyuhyun-sshi duduklah dulu.” Perintahnya, dengan cepat aku duduk dan menunggu pembicaraan yang penting yang ingin ia bicarakan.

“Hemm, Kyuhyun-sshi aku tahu kau sudah di luar kekuasaan menejemku tapi, aku tidak mau kehilangan orang berbakat seperti kau, jadi aku ingin menawarkan sebuah menejeman baru untukmu.” Ucap pak direktur serius.

“Mwo!.” Pekikku kaget.

“Kyuhyun-sshi ku harap kau mau dengan tawaranku ini.” Ucap pak direktur.

“Hemm, akan ku pikir – pikir dulu.” Ucapku sedikit ragu.

“Baiklah, ini kartu nama direktur menejeman itu, dia adalah teman dekatku jangan sungkan dengannya nanti.” Ucap pak direktur seraya menodorkanku sebuah kartu nama

“Nde.” Ucapku seraya meraih kartu nama itu dan menyimpannya di kantung kemejaku.

“Baiklah kau boleh pergi sekarang.” Ucap pak direktur.

“Hemm, gomawo.” Ucapku seraya pergi, aku kembali ke apartemantku sambil berpikir – pikir untuk menerima tawaran pak direktur tadi.

“apa aku harus menerimanya.” Batinku seraya menatap ke arah kartu nama yang sedari ku pegang.

“Hemmm, mungkin aku harus mencobanya.” Gumamku seraya menekan tombol handphoneku untuk menelphone no direktur yang tercantum di bawah kartu nama yang ada di tanganku.

“Yeoboseyo” Sapa seseorang dari seberang.

“Oh, yeoboseyo apa ini direktur Kim?” Tanyaku pelan.

“Nde, nuguseyo?” Tanya direktur Kim pelan.

“Oh, aku Kyuhyun…Cho kyuhyun.” Jawabku.

“Hemm Kyuhyun-sshi ada apa?” Tanyanya.

“Aku ingin menerima tawaran anda yang anda sampaikan kepada direktur Han.” Jawabku.

“Oh itu, apa kau menerimanya?” Tanyanya.

“Yah, aku akan mencobanya.” Jawabku.

“Baiklah besok datanglah ke kantorku kita akan membicarakan hal ini.” Ucapnya.

“Hemm, baik besok saya akan datang ke kantor anda.” Ucapku.

“Kalau begitu besok jam 1 aku akan menunggumu di kantor.” Ucapnya lagi.

“Nde, annyeong.” Ucapku seraya mengakhiri pembicaraan.

“Haahhh.” Aku menghela nafasku lega.

KYUHYUN P.O.V

SUNGMIN P.O.V

JAM 12.51 AM

“Appa!!!.” Panggilku seraya menghampiri appaku yang sedang duduk di belakang meja kerjanya.

“Ah, Minnie bagaimana kau suka pemandangan di korea?” Tanya appa aku hanya mengangguk dan duduk kursi.

“Appa, tadi aku bertemu seorang namja, suaranya bagus sekali.” Ucapku semangat.

“Jincha.” Ucap appa yang kelihatananya sedang sibuk.

“Nde, tapi kelihatannya ia sedikit pendiam.” Lanjutku seraya memanyunkan bibirku.

“Hahaha, ya sudah lebih baik kau pulang bantu ibumu.” Ucap appa.

“Nae, annyeong appa.” Pamitku seraya pergi, aku keluar dan mengendari BMW hitamku dan bergegas pulang ke rumah, saat di rumah aku melihat eomma sedang memasak sedangkan Yesung oppa asik menulis lirik lagu.

“Oppa.” Panggilku pelan, tapi tak ada sahutan sampai akhirnya pikiran jahilku terlintas, aku mencoba menyentuh poni rambutnya, seketika tangannya reflex menahan tanganku.

“Hehehe, oppa.” Panggilku sambil nyengir gaje.

“Kau ini mengganggu saja.” Ucapnya tampak kesal.

“Mianhae, oya oppa apa oppa tidak bosan di rumah terus?’ Tanyaku.

“Tidak.” Ucapnya singkat.

“Huh.” Dengusku seraya menghampiri eomma yang sedanga asik memasak.

“Eomma.” Panggilku girang.

“Ah Minnie-ah, apa kau tadi mendatangi appa?” Tanya eomma.

“Nde.” Ucapku sambil manggut – manggut.

“Apa appamu sedang sibuk?” Tanya eomma lagi.

“Nde, tadi aku melihat banyak sekali kertas di meja kerjanya.” Jawabku polos.

“Oh, kalau begitu tolong bantu eomma masak.” Ucap eomma sambil tersenyum ke arahku.

“Nde.” Seruku bersemangat, akupun membantu eomma memasak, setelah masak aku dan eommapun menaruh makanan yang baru saja kami buat di atas meja.

“Oppa makanan sudah siap.” Panggilku.

“Nde.” Sahut Yesung oppa yang bergegas duduk di kursi makan.

“Ih oppa, masalah makan saja cepat dasar aneh.” Umpatku dalam hati.

“MWO!.” Pekiknya seketika mebuatku kaget.

“Ani.” Ucapku sambil memalingkan tatapanku ke arah lain.

“Apa yang kau bilang tadi, aku aneh.” Ucapnya yang seketika membuatku takut.

“Aish! aniyo oppa.” Ucapku sambil memanyunkan bibirku.

“Yack, kau sangka aku tidak dengar yah.” Ucapnya seraya menjitak kepalaku.

“Ya…ya! sudah jangan bertengkar terus, Yesung-ah tolong telphone appamu untuk pulang makan siang.” Perintah eomma kepada Yesung oppa.

“Nae.” Ucap Yesung oppa seraya mengacak – acak rambutku lalu pergi, tak lama kemudian Yesung oppa kembali dan duduk di kursi di sampingku.

“Bagaimana?” Tanya eomma.

“Iya, sebentar lagi appa pulang.” Jawab Yesung oppa.

“Hemm, apa appa sesibuk ini jika kerja?” Tanyaku.

“Nae, mangkanya sering – sering telphone kami jika ada di jepang.” Jawab Yesung oppa.

“Ehemm, sudah Yesung adikmu kan baru pulang jadi jangan di pojok – pojokin terus.” Lerai eomma.

“Nae…nae.” Ucap Yesung oppa sambil melet – melet.

“Huh!.” Dengusku kesal sambil memalingkan wajahku, tak lama kemudian appapun pulang.

“Appa!!!.” Panggilku manja.

“Ah, Minnie-ah…Sungie-ah.” Sahut appa.

“Appa jangan panggil aku Sungie.” Protes Yesung oppa.

“Hahaha.” Tawaku.

“Apa yang kau tertawakan?” Tanya Yesung oppa judes.

“Sudah…sudah.” Lerai eomma.

“Aish, kelihatannya makanannya enak – enak semua.” Puji appa sambil menatap ke arah eomma dan aku.

“Hehehe.” Nyengirku malu. Kemudian kamipun makan bersama, setelah makan dengan cepat ku bantu eomma mencuci piring.

SUNGMIN P.O.V END

SIWON P.O.V

“Sial kenapa Kyuhyun tiba – tiba mengundurkan diri seperti ini?” Tanyaku seraya mondar – mandir di dalam studio musik.

“Jagi-ah.” Panggil Kibum pelan, aku menatapnya sesaat lalu kembali mondar – mandir tidak jelas memikirkan pengganti Kyuhyun pada konser yang akan di adakan beberapa hari lagi.

“Jagi-ah!!!.” Panggil Kibum keras, akupun menatapnya.

“Wae?” Bentakku seketika ia terdiam dan tertunduk sedih.

‘Aish.’ Desisku dalam hati seraya mendekat ke arahnya dan merangkul mesra bahunya.

“Mianhae.” Ucapku menenangkannya, ia hanya mengangguk dan menatapku sekilas.

“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Kibum sendu.

“Molla.” Jawabku singkat.

“Apa maksudmu molla, jangan bilang band ini hanya berakhir sampai di sini.” Ucap Kibum seraya menatapku lekat.

“Ani, mulai besok kita harus membicarakan tentang ini kepada pak direktur.” Ucapku berusaha memecahkan permasalahan.

SIWON P.O.V END

KYUHYUN P.O.V

Keesokkan harinya aku bertemu pak direktur Kim di kantornya…

KYUHYUN P.O.V

Keesokkan harinya aku bertemu pak direktur Kim di kantornya, aku membicarakan semua tentang kontrakku yang akan aku buat, setelah selesai akupun pamit pergi dari kantor dan berjalan keluar, tapi seketika pandangan dan langkahku terhenti ketika melihat ke sebuh televisi yang sedang memberitakan tentang hubungan Siwon dan Kibum, aku menggertakkan gigiku dan bergegas pergi dari kantor, entah kenapa perasaanku sangat sedih mendengar berita Siwon dan Kibum yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih.

“Aish, sungguh menyebalkan.” Gumamku dalam hati seraya mempercepat langkahku, aku melangkahkan kaki dengan cepat hingga aku tak konsen dengan jalanan.

BUG!

Aku menabrak seorang yeoja.

“Arrgghh.” Erangku.

“Gwenchana?” Tanya yeoja itu.

“Aish, apa kau tidak punya mata huh.” Bentakku tanpa menghiraukan yeoja itu dan pergi.

“Hemm, ternyata selama ini Siwon dan Kibum hanya mempermainkanku, sial.” Gumamku dalam hati, keesokkan harinya aku memulai berkerja di menejeman SM.

DI MENEJEMAN SM

“Kyuhyun-sshi perkenalkan ini manejermu Leeteuk dan ini asistenmu.” Ucap pak direktur sambil menunjuk ke arah namja dan seorang yeoja yang tampaknya masih muda.

“Hemmm.” Gumamku cuek, sambil menyetel senar gitarku.

“Annyeong, Choneun Leeteukimnida.” Ucap namja itu sambil tersenyum ke arahku.

“Nde, Cho Kyuhyunimnida.” Balasku cuek.

“Hemm, Choneun Taeyeonimnida.” Ucap yeoja yang ada di samping namja itu.

“Nde, Kyuhyun Cho Kyuhyun.” Ucapku sambil menatapnya cuek.

“Ya, sudah Leeteuk tolong bantuanmu yah.” Bisik pak direktur pelan tapi aku masih bisa mendengarnya walaupun samar – samar, namja itu hanya mengangguk pelan, lalu pak direktur pamit dari ku dan semuanya yang ada di ruangan latihan itu seraya pergi.

“Oya, Kyuhyun-sshi hari ini kau punya jadwal latihan di studio mulai jam 10 s/d 01 siang ini, lalu latihan menari dari jam 02 s/d jam 04 sore nanti, dan kau langsung syuting setelah latihan menari, kau syuting mulai jam 05 sore sampai jam 3 pagi dan setelah itu kau juga akan mendatangi sebuah acara talk show di stasiun televisi SBS mulai jam 3.25 pagi sampai jam 4 pagi.” Jelas namja panjang lebar memberitahukan jadwal kerjaku.

“Nde.” Ucapku singkat masih mengutak – atik gitarku.

“Baiklah kalau begitu, Kyuhyun-sshi lebih baik kita pergi ke studio musik sekarang.” Ajak namja itu, ku tatap namja itu sesaat lalu mengangguk, karena hari ini tak terlalu padat kami sampai di studio dengan waktu yang cukup singkat, saat di studio aku bergegas latihan vocal dan musik, saat istirahat namja yang bernama Leeteuk menyuruh asistenku untuk membeli minuman.

“Hemm, Kyuhyun-sshi in…” Ucapnya terhenti ketika air minum yang ia bawa tumpah ke bajuku yang akan ku gunanakan nanti.

“Yack!, apa yang kau lakukan huh.”Bentakku kesal.

“Mianhae.” Ucapnya sambil menunduk.

“Aish!.” Geramku seraya berlalu dari hadapannya dan masuk kedalam toilet.

BBBLLLAAMMM

KYUHYUN P.O.V END

SUNGMIN P.O.V

BBBLLLAAAMMM

Suara pintu toilet tetutup dengan kerasnya dari arah sampingku, ku edarkan tatapanku melihat – lihat apa yang terjadi.

“Minnie ayo masuk, kau harus membantuku untuk menyatukan liriknya.” Seru Yesung oppa dari dalam studio musik 2.

“Nae.” Akupun masuk kedalam studio musik 2 dan melihat Yesung oppa yang sedang memainkan senar gitarnya sambil membolak – balik kertas liriknya.

“Apa yang harus ku lakukan?” Tanyaku bingung.

“Kau masih ingat kunci – kunci keyboardkan?” Tanyanya balik.

“Nae.” Jawabku singkat sambil menaikan sebelah alisku.

“Kalau begitu mainkan keyboard.” Ucapnya santai, aku hanya manggut – manggut dan mulai memainkan tuts – tuts keyboard sedangkan Yesung oppa mulai bernyanyi. Beberapa jam kami menayamakan nada, akhirnya kami istirahat dan aku keluar untuk membelikan minuman tapi langkahku terhenti di depan studio 1, ku lihat seseorang namja yang tampaknya tak asing bagiku sedang memarh – marahi seorang yeoja dan dia melontarkan ucapan ‘KAU DI PECAT’ dengan penuh penekanan dalam setiap nadanya, kemudian yeoja itu keluar berlalu dari hadapanku sambil menangis aku hanya melongo bingung menatap kepergian yeoja itu.

SSSIIINGGG

Sebuah tatapan tajam menembus aura polosku *beh ancur bngt dah ni bhsa*, aku menoleh ke arah namja yang tadi yang sekarang menatapku dengan tatapan tajam.

“Eheemm..”Aku berdeham berlagak tak ada yang terjadi dan bergegas melangkah untuk membeli minuman.

“Huh!.” Hela nafasku lega seraya membawa 2 gelas kopi susu di tanganku dan bergegas kembali ke studio 2, tapi tiba – tiba aku menabrak seorang namja.

“Ah, mianhae.” Ucap namja itu seraya menahan tubuhku yang hampir terjatuh.

DEG!

Jantungku berdetak begitu cepat saat melihat wajah tampannya bagaikan angel.

“Ya! gwenchana?” Tanya namja itu ketika aku terpaku melihatnya.

“Ah, gwenchanayo.” Jawabku seraya menjauhkan tubuhku dari dirinya.

“Oh kalau begitu permisi.” Ucapnya sopan, aku pun meminggirkan tubuhku dan menatap kepergiannya, tapi jantungku masih berdetak begitu kencang.

“Ya! Minnie-ah…Minnnie-ah!!!.” Panggil Yesung oppa yang entah kapan berada di sampingku.

“Ah waeyo?” Tanyaku kikuk.

“Kau ini kenapa?” Tanyanya tampak bingung.

“Ani gwenchana.” Jawabku sambil nyengir – nyengir gaje membuat Yesung oppa ngeri.

SUNGMIN P.O.V END

KIBUM P.OV

Ku tatap kursi dimana Kyuhyun sering menyetel senar gitarnya, kenapa perasaanku menjadi sangat kehilangan seperti ini saat ia pergi, ku hampiri gitar yang sering di gunakan Kyuhyun untuk konser, ia selalu bertanya padaku saat ia membuat sebuah lirik lagu, ia selalu memperdengarkan lagu – lagu buatannya kepadaku tanpa sepengetahuan Siwon, apa jangan – jangan aku menyukai Kyuhyun…Mwo otteokhae.

KKKEERRIITT

Suara pintu studio di buka, dengan cepat ku letakkan gitar Kyuhyun yang aku pegang dan kembali duduk di kursi yang tadi dan menatap Siwon yang sedang tersenyum ke arahku, aku membalas senyumnya dengan canggung.

“Jagi gwenchana?” Tanyanya, aku hanya mengangguk mengartikan iya padanya, ia duduk di sampingku dan menggenggam tanganku dengan begitu erat.

“Siwon-ah, maukah kau menemaniku jalan – jalan.” Ajakku, ia menatapku dan berpikir sejenak tapi tak lama kemudian ia tersenyum manis ke arahku dan menganggukkan kepalanya.

“Kajjah.” Ajakku seraya menarik tangannya keluar dari studio, sebelum keluar dari gedung studio ia bergegas mengambil topi dan masker di mobil dan memakaikannya padaku dan ia pun memakai masker yang hampir sama sepertiku, kami berjalan menyelusuri pertokoan yang cukup ramai, tapi dari jauh aku melihat sosok yang tak asing lagi bagiku yaitu…

****

 “Kajjah.” Ajakku seraya menarik tangannya keluar dari studio, sebelum keluar dari gedung studio ia bergegas mengambil topi dan masker di mobil dan memakaikannya padaku dan ia pun memakai masker yang hampir sama sepertiku, kami berjalan menyelusuri pertokoan yang cukup ramai, tapi dari jauh aku melihat sosok yang tak asing lagi bagiku yaitu Kyuhyun yang sedang memegang handphonenya dan bergegas masuk kesebuah mobil BMW hitam, dengan cepat mobil itu melaju cepat meewati jalan pertokoan yang ramai dengan kendaraan – kendaraan. Aku menunduk sedih saat mobil itu mulai menghilang dari balik kerumunan orang – orang yang ada di sekitarku, tapi tiba – tiba ada seseorang menyenggolku dari belakang, tapi dengan sigap Siwon menopang tubuhku dan bergegas membawaku keluar dari kerumunan orang – orang yang berlalu – lalang.

“Hemm, jagi lebih baik kita kembali, di sini padat sekali.” Saran Siwon yang terlihat khawatir, aku menganggukkan kepalaku dan dengan cepat ia membawaku kembali ke gedung studio, kami memasuki kawasan parkir dan bergegas masuk ke dalam mobil Siwon yang terpakir di antara mobil orang lainnya, tanpa aba – aba Siwon langsung menyalakan mesin mobilnya dan bergegas pergi, selama di dalam mobil kami tak saling bicara aku terus menatap keluar jendela mobil. Kurasa setelah kepergian Kyuhyun sudah membuatku tak konsen dengan keadaan sekitarku, sesekali ku tatap Siwon yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu yang begitu serius, tapi aku tak memikirkannya pikiran ku terus melayang keluar jendela berharap aku bisa berjalan – jalan dan bersenang – senang seperti orang – orang yang berlalu lalang di luar sana.

KIBUM P.O.V END

YESUNG P.O.V

(di dalam mobil)

Sejak pulang dari studio Minnie selalu tersenyum gaje membuatku ngeri menatapnya, ia beberapa kami menepuk kedua pipinya dengan tangannya dan terkadang wajahnya berubah menjadi merah merona membuatku meras risih di sampingnya.

“Ya Minnie-ah…Minnie-ah!!!.” Panggilku keras.

“Nae…nae.” Ucapnya kikuk.

“Hya, kau ini kenapa sejak tadi senyum – senyum seperti orang kesurupan ajja.” Celetukku, ia hanya menggaruk kepalanya sambil nyengir gaje.

“Oppa, apa oppa pernah jatuh cinta pada pandangan pertama?” Tanya Minnie seketika membuatku tertawa terbahak – bahak di buatnya.

“Hahahahaha, mwo apa yang kau bilang cinta pada pandangan pertama.” Jawabku di selingah tawaku.

“Oppa aku serius.” Kesal Minnie.

“Ah ara – ara, ya kau kelihatannya banyak minum kopi sampai kau mabuk seperti ini.” Celetukku lagi.

“Oppa!!!.” Panggilnya sambil memanyunkan bibirnya.

“Ya, kau ini ada – ada saja.” Gumamku sambil menahan tawa.

“Jawab aku apa oppa pernah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama?” Tanyanya manja.

“Aish! kau ini, apa kau percaya?” Tanyaku sambil menatapnya, ia menganggukkan kepalanya semangat.

“Aish dasar anak perempuan masalah cinta saja cepat bertindaknya.” Jawabku sambil menggeleng – gelengkan kepalaku.

“Hemmm, oppa ayo jawab.” Paksanya.

“Oppa tidak bisa menjawab kalau hal itu, nanti saja kau bicara pada eomma.” Ucapku sambil menfokuskan pikiranku kejalanan.

(di rumah)

“Eomma, aku pulang.” Teriak Minnie seraya menghamburkan pelukkannya kedalam pelukan eomma, ku jitak kepalanya seraya berlalu.

“Aw!.” Pekiknya sambil meringis kesakitan.

“Sungie-ah ayo ke sini.” Panggil appa.

“Aish, appa sudah ku bilang jangan panggil aku Sungie.” Protesku.

“Ah, main – mian ayo ke sini appa mau berbicara denganmu.” Ucap appa seraya menyuruhku duduk di sampingnya, aku duduk dan menatapnya penasaran.

“Yesung–ah apa kau benar – benar tidak tertarik dengan tawaran appa.” Ucap appa yang sudah ku tahui tujuannya.

“Aish, appa sudah ku bilang aku tidak mau, aku hanya suka dengan musik tapi aku belum siap untuk menjadi artis yang hidup di dunia yang begitu glamor.” Jelasku.

“Hemm, ara – ara kau memang anak appa yang paling, appa banggakan.” Puji appa seraya menepuk bahuku pelan.

“Jadi aku tidak.” Sela Minnie dengan gaya manjanya.

“Aish, kau itu tak perlu di manja lagi halmoni.” Ledekku sambil melet – melet ke arahnya.

“Mwo! aish pabo.” Ucap Minnie seraya mengejarku yang sudah lari dari kejarannya.

YESUNG P.O.V END

KYUHYUN P.O.V

(jam 05.46)

“Kyuhyun-sshi, kau tak boleh seenaknya memecat asistenmu seperti itu.” Omel Leeteuk Hyung yang sedari tadi mengoceh dan juga baru aku sadari kalau ia lebih tua dari padaku.

“Aish! Hyung-ah berhentilah mengomel seperti itu.” Ucapku seraya menatapnya kesal.

“Huh kau ini, ok cepat kau istirahat nanti kau harus debutmu, jadi kau harus memiliki tenaga yang banyak nanti saat tampil.” Ucapnya seraya pergi, sedangkan aku sudah mulai terlelap di atas kasurku.

KEESOKKAN HARINYA

Cahaya matahari sudah menembus kedalam kamarku, ku araskan ada seseorang yang sedang mengguncang tubuhku dan aku mulai mendengar suara seseorang.

“Yack!!! Kyuhyun-sshi ayo bangun.” Teriak Leeteuk hyung seraya mengguncang tubuhku dengan begitu kuat.

“Aish!.” Desisku seraya membuka mataku dan menatap Leeteuk hyung.

“Ayo cepat kau harus debut.” Ucap Leeteuk hyung seraya menatap ke arah jam tangannya.

“Ara … ara.” Ucapku seraya turun dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi, tetapi tiba – tiba aku terlonjak kaget ketika melihat seorang yeoja sedang berdiri di samping kasurku.

“Yah, siapa kau?” Tanyaku bingung.

“Ah, Kyuhyun-sshi perkenalkan ini asisten barumu Jessica…Jessica ini…” Ucap Leeteuk hyung terhenti ketika yeoja yang bernama Jessica itu berteriak dan menghampiriku.

“Aigoo, aku tidak mimpikan kau Kyuhyunkan Cho Kyuhyun.” Ucap yeoja itu sambil mencubit – cubit pipiku.

“Arrgghh, lepaskan.” Sontakku seraya menepis keras tangan yeoja itu sambil menatap Leeteuk hyung tajam, Leeteuk hyung hanya menatapku sambil tersenyum canggung.

“Haahhh.” Hela nafasku seraya berlalu dari hadapan yeoja itu, tetapi yeoja itu mengikutiku sampai di depan lemari.

“Mau apa kau?” Tanyaku ketus.

“…….” Ia terdiam dan menatapku bingung.

“Ya, apa kau mau lihat ganti baju.” Kesalku sambil melotot ke arahnya, seketika ia membalikkan tubuhnya dan pergi.

“Aish.” Geramku dalam hati lalu memakai pakaian yang sudah Leeteuk hyung siapkan, kemudian aku keluar dan duduk di kursi meja makan, sedangkan yeoja yang bernama Jessica itu menatapku lekat – lekat membuatku merasa aneh, ku lihat sarapanku…

DEG!

TBC…


4 thoughts on “FF ~KyuMin~ {MY LOVE IS IN YOU Chapter 1}

  1. hmmmm……

    disini kalimat ” na terlalu bnyak yg di ulang….
    trus pas bagian paling awal…itu pov na siapa???
    kyuhyun apa authorrr….???

    mian ya law koment aq GAJE…hehehehe

  2. Hmmm aku sedikit bingung dg kalimat2nya…
    so far masih belum nemu alur ceritanya ni…
    lanjut baca chap 2nya dulu deh sepertinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s