Cinderella Story


Cinderella Story
KyuMin Version

Once upon a time

Hiduplah seorang gadis berparas cantik yang tinggal bersama Ibu dan kedua Kakak tirinya. Biarpun ia sebenarnya anak dari salah satu bangsawan, tetapi semenjak ibunya meninggal dunia ayahnya pun menikah dengan seorang janda yang mempunyai dua anak. Dan saat itu kehidapan sang gadis berubah derastis.
“SUNGMIN~!” Sebuah teriakan keras memecahkan keheningan di pagi hari, sedangkan di arah yang berbeda tampak seorang gadis yang sedang tergopoh – gopoh menghampiri asal suara itu.
“KAU INI KEMANA SAJA” Bentak seorang gadis jangkung kurus dengan tatapan tajam kearah sang gadis yang sedang merunduk takut. “Lihat cucianku sudah menumpuk cepat bersihkan.” Titah sang gadis dengan nada suara yang melengking.
“Iya, akan ku cuci.” Ujar gadis itu dengan raut wajah yang masih di sembunyikannya di balik rambut panjangnya, sedangkan sang gadis jangkung hanya tersenyum licik dengan pandangan meremehkan.
“Eh, tunggu ini sekalian punyaku juga.” Pinta seorang gadis gemuk seraya melemparkan baju kotornya tepat di hadapan sang gadis yang baru saja mengangkat sekeranjang penuh pakaian kotor.
“Zhoumi, Shindong.” Panggil seseorang dari lantai dasar, “Iya ibunda.” Sahut gadis jangkun dan gadis gemuk bersamaan seraya berlalu dari hadapan gadis yang kini berusaha mengambil satu persatu baju yang tadi di lemparkan oleh gadis bertubuh gemuk. Tapi tak lama kemudian kembali terdengar seruan yang memanggil nama sang gadis dengan gelagapan sang gadis berlari dengan kencang menghampiri asal suara itu.
“Iya, Ibu.” Sahutnya dengan nada suara yang penuh ketakutan, sedangkan sosok yang ada dihadapannya sedang berkacak pinggang dengan tatapan marah.
“Kau ini lamaban sekali” Marah seorang Wanita berparas cantik tetapi tampak segurat amarah dalam aliran wajahnya. Sang gadis yang bernama Sungmin hanya bisa menunduk sambil mengucapkan maaf.
“Huft! Dasar.” Cibir gadis yang bertubuh gemuk bernama Shindong itu dengan tatapan meremehkan kearah Sungmin yang masih merunduk takut.
“Sungmin dengar yah, mulai besok kamarmu yang di lantai 2 itu akan menjadi milik kakakmu Zhoumi.” Ucap wanita yang ada di hadapan Sungmin dengan tampang angkuh, awalnya Sungmin mengangkat wajahnya kaget.
“Tapi, aku akan tidur dimana, kalau bukan di kamarku.” Ucap Sungmin dengan nada takut, Kedua kakak tiri Sungmin tersenyum licik.
“Ya tentu saja di kamar belakang.” Ujar gadis jangkung dengan nada suara mengejek, Sungmin terdiam sesaat. “Tapi kamar di belakangkan, itukan…gudang.” Ucap Sungmin dengan nada suara ragu.
“Iya, kau tidur di gudang.” Ucap wanita yang sudah Sungmin anggap sebagai ibunya itu dengan senyum yang begitu menyat hati Sungmin. Setelah berbicara seperti itu ketiga orang yang ada di hadapannya pergi begitu saja, sosok gadis jangkung dengan teganya masuk ke kamar Sungmin dan melemparkan pakain Sungmin dari lantai dua. Ingin sekali Sungmin menangis pada saat itu juga, tetapi ia punya sebuah janji yang harus ia tepati pada Ibunya, yaitu tak akan pernah menangis. Sungmin dengan perasaan sedih mengambil satu persatu bajunya dan menyeret langkahnya menuju gudang. Di tatapnya kosong keseluruh isi ruang gudang yang gelap.
“Ayah.” Gumam Sungmin seraya meneteskan air matanya sedih.


Istana
Di sebuah istana
“Hm” Gumam seorang lelaki tampan seraya memegangi dadanya yang terasa sakit. ‘Dia menangis lagi’ Benak sang lelaki seraya menatap nanar kearah kota.
“Yang mulai pangeran.” Panggil seorang dayang seraya menghampiri sang lelaki yang sedang berdiri di balkon kamarnya. “Iya” Sahut lelaki itu dengan bingung.
“Yang mulai Raja dan Ratu ingin menemui yang mulia, sekarang yang mulia sudah di tunggu di ruang tengah.” Ucap sang dayang dengan nada suara yang begitu formal, lelaki itu berpikir sejanak dan meminta sang dayang untuk pergi terdahulu. Tapi tak lama sang dayang pergi lelaki itu mulai melangkah menuju ke ruang tengah kerajaan.
“Akh itu dia.” Ucap sang Ratu yang melihat anak semata wayangnya sedang berjalan kearahnya dan duduk di hadapan kedua orang tuanya.
“Ayahanda dan Ibunda, apa ada yang ingin ayah dan bunda sampaikan?” Tanya sang lelaki, Raja dan Ratu hanya saling menatap dan mulai meminta beberapa tamu kerajaan yang memang sudah mereka undang untuk masuk kedalam ruangan, sang lelaki yang tahu jelas apa maksud dari itu semuanya hanya menghela nafas lemah, tak mampu berbuat apapun jika bersangkutan dengan kehendak kedua orang tuanya. Tampak dari ekor penglihatan sang lelaki ia melihat beberapa keluarga sedang duduk di hadapannya sambil memberitahu nama – nama anak gadis mereka. Sang lelaki tampak tak begitu tertarik untuk melihat kearah keluarga itu.
“Akh, ini perkenalkan anak kami, Cho Kyuhyun.” Ucap sang Ratu seraya merangkul lengan anak lelakinya yang sekarang dengan garang melihat kearah setiap keluarga, membuat sang keluarga menunduk merasa ngeri melihat lelaki yang bernama Kyuhyun itu.
“Namaku Cho Kyuhyun.” Ucap Kyuhyun dengan senyum licik. Tanpa menunggu waktu lama satu persatu keluarga langsung berpamit undur diri segera pergi dari hadapan Kyuhyun yang memberi sebuah tatapan sangar yang menakutkan.
“Ayah, Ibu. Aku maunya dengan pangeran Kyuhyun.” Rengek semua anak gadis dari masing – masing keluarga. “Cup…Cup…Cup, masih ada pangeran lain.” Bujuk para semua orang tua saat melihat anak – anak mereka merengek tetap ingin di jodohkan dengan Kyuhyun.
“Huh!” Sang Ratu menghela nafas lelah. Lalu menatap kearah anaknya dengan sayang.
“Ibu ingin sekali melihatmu menikah.” Ujar Ratu dengan tampang sedih sang Raja menghampiri Ratu dan merangkul pelan bahu sang Ratu.
“Tapi, aku belum mau menikah bunda.” Ucap Kyuhyun dengan tampang memelas kearah sang Raja berharap sang Raja mendukung kemauannya, tetapi Raja hanya bisa menggeleng lemah tanpa arti. Kyuhyun menghela nafas melihat wajah ibunya yang sedang sedih.
“Baiklah, aku mau menikah.” Ucap Kyuhyun menyerah, sang Ratu mengakat wajahnya dan tampak jelas dari matanya menunjukkan sebuah kebahagian. “Benarkah.” Pekik sang Ratu dengan girang, sang Raja yang ikut senang dengan ucapan Kyuhyun bisa bernafas lega, karena tak akan melihat wajah sang Ratunya selalu murung.
“Tapi.” Ucap Kyuhyun membuat, sang Ratu menjadi begitu was – was menantikan ucpan Kyuhyun. “Tapi aku ingin memilih calonku sendiri.” Lanjut Kyuhyun, sang Ratu mengangguk.
“Asalkan kau mau menikah itu sudah cukup.” Ucap sang Ratu dengan haru melihat anak lelakinya telah tumbuh dewasa. “Jadi kapan kau akan memilih calon istrimu itu?” Tanya sang Raja melihat Kyuhyun dengan serius, Kyuhyun berpikir sejenak.
“Mulai besok.” Ucap Kyuhyun, sang Raja dan Ratu tersenyum senang, “Baiklah, kalau begitu. Kembalilah ke kamarmu, kau harus istirahat untuk besok.” Usir sang Ratu lembut, Kyuhyun hanya mengangguk dan pamit undur diri dari hadapan kedua orang tuanya. Saat melangkah pergi Kyuhyun sempat menggerutu dan berpikir keras bagaimana caranya ia menemukan calon istrinya.


Di tempat yang berbeda tampak sosok Sungmin sedang berkutat dengan setumpuk tugas rumah yang harus ia selesaikan sebelum Ibu dan kedua Kakaknya pulang dari pasar.
“Huft.” Dengus Sungmin lelah seraya duduk sebentar menarik lepas untuk menghilangkan rasa lelah di tubuhnya. Sungmin menyandarkan dirinya di kepala bangku dan menatap nanar kearah tangannya yang telah berubah kasar karena keseringan berkerja keras.
“Seandainya ibu ada di sini.” Gumam Sungmin menangis dalam diam, tetapi tangisan Sungmin buyar karena sebuah ketukan pintu rumah yang begitu mengagetkan.
“Permisi.” Seru orang dari luar dengan cepat Sungmin menghapus jejak air matanya dan langsung berlari kearah pintu lalu membukanya. “Iya” Sahut Sungmin dengan nada suara ramah, dari depan pintu tampak seorang lelaki berparas tampan dengan senyum memikat.
“Saya ingin memberikan Surat undangan ini kepada keluarga LEE.” Ujar lelaki itu seraya menyodorkan sebuah gulungan undangan kearah Sungmin, tetapi sebelum surat itu berpindah tangan ke tangan Sungmin tiba – tiba saja ada tangan lain yang mengambilnya terlebih dahulu.
“Wah ada undangan.” Ujar seorang gadis yang tak lain adalah kakak jangkung Sungmin yang bernama Zhoumi. “Benarkah dari siapa?” Sambung gadis bertubuh gemuk yang tak lain adalah Shindong. Zhoumi yang mendengar pertanyaan dari sang adik langsung membuka gulungan undangan yang ada di tangannya dengan tergesa – gesa.
“Ini.” Pekik Zhoumi dengan mata berbinar – binar, “Ini dari sang pangeran.” Histeris Zhoumi membuat adiknya juga ikut senang sedangkan sang ibunda hanya tersenyum dan menatap sang pengantar surat.
“Apa kau utusan dari sang pangeran?” Tanya Ibunda Zhoumi dan Shindong yang bernama Heechul kearah sang pengantar undangan, “Iya.” Jawab lelaki yang kini melihat ragu kearah kedua gadis yg bertubuh jangkung dan gemuk.
“Och, baguslah katakan kepada sang pangeran kami akan datang dan kami merasa sangat tersentuh atas undangan ini.” Ujar Heechul dengan senyum manis, lelaki itu hanya mengangguk yakin dan meminta undur diri. Zhoumi dan Shindong lekas masuk kedalam rumah untuk menyiapkan pakaian untuk mendatangi undangan dari sang pangeran esok hari.
Sungmin secara diam – diam mencuri pandang kearah kakak – kakaknya berharap ia juga di ajak ke undangan itu.
“Ehem.” Deham Heechul yang mempergoki Sungmin sedang melihat kearah kakak – kakaknya. “Bukankah pekerjaanmu belum selesai, ayo lekas selesaikan.” Titah Heechul, Sungmin langsung melesat tetapi Sungmin berbalik dan mencoba membuka mulutnya.
“Ibu!.” Panggil Sungmin lemah, Heechul menoleh dengan tatapan garang. “Bolehkah, aku ikut ke acara pesta itu.” Ujar Sungmin dengan penuh pengharapan, Heechul tertawa sesaat dan menghampiri Sungmin.
“Kau lebih baik jangan terlalu berharap Sungmin, pangeran tak akan memandangmu.” Ucap Heechul membuat Sungmin kehilangan pertahanannya. “Tapi, boleh saja kau ikut.” Tambah Heechul dengan seringai licik. Sungmin dengan antusias mengangkat wajahnya dan tersenyum penuh harap.
“Tapi ada satu syarat.” Ucap Heechul, Sungmin mengangguk cepat. Heechul kembali menyeringai licik. “Syaratnya jika kau mau ikut adalah kau harus memetik bunga mawar yang di halaman belakang dan mengumpulkan semua kelopak bunga mawar lalu menghitungnya satu persatu.” Ucap Heechul, Sungmin terdiam sejenak berpikir apakah ia bisa melakukan hal itu.
“Dan karena pestanya di adakan esok hari, ku ingin kau memetiknya mulai besok dan kau harus menghitungnya satu persatu.” Ucap Heechul, Sungmin mengangguk yakin “ Iya, akan ku lakukan.” Ucap Sungmin menerima tantangan, Heechul hanya tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan Sungmin.


Keesokan harinya
Sungmin bangun sepagi mungkin dan bergegas melangkah kearah taman bunga mawar di belakang rumahnya, tetapi sebelum ia beranjak dari pintu belakang tiba – tiba ia di panggil oleh kakak – kakaknya untuk menyiapkan sarapan, Sungmin dengan langkah sedikit kecewa ia melangkah kembali kedalam rumah dan membuatkan sarapan, setelah itu ia juga di perintahkan untuk mencuci piring, membersihkan kamar, membersihkan rumah, menyusun rak – rak buku yang memang di sengaja di berantaki oleh kakak – kakaknya, lalu ia juga di perintah untuk menyiapkan dan merapikan setiap pakaian kakak – kakaknya, menyiapkan apapun yang akan mereka bawa saat pesta nanti malam, dan banyak hal lainnya sampai – sampai tak ada waktu buat Sungmin untuk memetik mawar dan menghitung setiap kelopaknya.
Lalu tanpa terasa Siang telah berganti malam acara pesta di mulai tepat pada pukul 8 malam, Sungmin yang belum menghitung satu kelopak bunga mawarpun berusaha meminta sang ibunda yaitu Heechul untuk mengganti syaratnya tetapi percuma, Ibu dan kedua Kakak Sungmin telah menaiki kereta kuda istana yang memang di kirimkan oleh sang pangeran untuk menjemput para tamunya. Saat melihat kereta kuda yang di tumpangi oleh ibu dan kakaknya Sungmin hanya bisa meringis sedih, ia dengan lunglai berjalan menuju halaman belakang.
“Hiks.” Sungmin menangis dalam diam di tengah – tengah kebuh mawar merah, dengan perlahan di petiknya salah satu bunga mawar. “Seandainya ada sebuah keajaiban.” Gumam Sungmin dan setetes air matanya mengenai kelopak bunga mawar yang ia pegang.
Tapi dalam sedetik kemudian tampak sebuah cahaya dari bunga mawar yang Sungmin pegang, Sungmin yang kaget langsung melepas bunga yang ada di tangannya dan melangkah mundur menjauhi bunga yang sekarang mengeluarkan sebuah cahaya yang menyilaukan dan…Cling
Tampak seorang bertubuh mungil dengan kedua sayap kupu – kupu di belakangnya sedang berkacak pinggang marah menatap Sungmin. Sungmin yang melihat hal itu langsung mendekat dan merunduk untuk melihat lebih jelas kearah si bertubuh mungil.
“Huft!” Dengus si tubuh mungil itu, Sungmin tersenyum dan mendorong pelan mahluk mungil yang ada di hadapannya dengan telunjuknya.
“Aw.” Pekik mahluk kecil itu meringis kaget, ia mendekati Sungmin.
“Kenapa kau tidak ikut mereka kepesta?” Tanyanya dengan wajah jengkel, Sungmin memiringkan wajahnya dan tersenyum miris.
“Dengan apa aku pergi? Aku tak punya pakaian bagus, terlebih lagi aku ini bukan siapa – siapa jadi kurasa pergi tau tidak pergi ke pesta itu, bukanlah hal yang penting.” Ucap Sungmin dengan nada suara menyerah, mahluk kecil yang ada di hadapannya memukul jidadnya.
“Bagaimana bisa? Pangeran itu mencarimu.” Ucap mahluk kecil itu dengan tampang marah, Sungmin tersenyum miris.
“Mana mungkin sang pangeran mencariku.” Kembali dengan sikap menyerahnya Sungmin mengalihkan pandangannya, sang mahluk kecil terbang menggunakan sayap kupu – kupunya.
“Huft! Dasar.” Dengus mahluk kecil itu seraya mengacungkan tongkat kecil di tangannya kearah Sungmin…Cling tiba – tiba pakaian Sungmin berubah menjadi begitu mewah dan sangat Indah, Sungmin kaget hampir terjatuh saat melihat kemulai cahaya yang mengelilingi tubuhnya.
“Nah, pakaiannya sudah.” Ucap mahluk kecil itu dengan senyum menang, Sungmin menatap serius kearah mahluk kecil yang ada di hadapannya. Tatapan Sungmin di penuhi dengan pertanyaan sang mahluk kecil menyadari tatapan Sungmin langsung menjelaskan.
“Dewi Flora memintaku untuk membantumu pergi kepesta.” Ucap mahluk kecil itu enggan ingin menjelaskan lebih rinci apa maksudnya. Tetapi karena tatapan Sungmin yang begitu membuatnya terganggu dengan marah mahluk kecil itupun kembali menjelaskan “Baiklah, baiklah Dewi Flora memintaku membantu Dewi aprhodite (Dewi Cinta) untuk mempertemukanmu dengan sang pangeran.” Sungmin yang masih bingung hanya bisa mengangguk dan mencerna lebih baik.
“baiklah, tinggal kereta kudanya dan sepatu.” Ucap mahluk kecil itu untuk kedua kalinya ia mengacungkan tongkatnya kearah kaki Sungmin dan kearah halaman rumah Sungmin dimana seketika itu juga munculah kereta kuda mewah dan sebuah sepatu merah darah transparan yang terbuat oleh kaca menghiasi kaki Sungmin. Sungmin sempat di buatnya terperangah akan keajaiban yang baru saja di tunjukkan oleh mahluk kecil yang masih terbang mengelilinginya.
“Kenapa malah bengong, ayo kita pergi, nanti aku bisa di marah oleh dewi.” Ajak mahluk kecil itu seraya menuntun Sungmin untuk memasuki kereta kuda yang berada di halaman depan rumah Sungmin. Sungmin dengan cepat mengikuti arah sang mahluk kecil yang sekarang sudah masuk kedalam kereta kuda dan diikuti Sungmin berikutnya.
“Ayo jalan.” Sorak mahluk kecil yang kali ini dengan tampang begitu bersemangat, kereta kuda itupun mulai berjalan menuju kearah istana.


Istana
Acara Pesta
“Pangeran, Pangeran, Pangeran.” Sapa para gadis seraya menghampiri pangeran yang baru saja beranjak dari tempat duduknya, Kyuhyun yang tak begitu suka di halangi oleh gadis – gadis dengan halus ia meminta untuk tak di ganggu tapi para gadis – gadis itu masih kukuh untuk mengganggu dirinya.
“Zhoumi, Shindong ayo kesana temui sang pangeran.” Bisik Heechul meminta kedua anaknya untuk menghampiri sang pangeran. Sedangkan dari tempatnya Raja dan Ratu selalu tersenyum melihat anak mereka akhirnya ingin bergaul dengan para gadis – gadis. Tetapi dalam sesaat suasan yang rame dan penuh dengan teriakan gadis- gadis yang melihat sang pangeran tiba – tiba sunyi senyap saat sosok gadis berparas cantik melangkah masuk kedalam aula, Kyuhyun yang awalnya tidak begitu peduli dalam sekejap ada rasa yang berbeda di hatinya. Ia melangkah keluar dari kerumunan para gadis – gadis yang menghalanginya dan dia tertegun melihat sosok gadis berparas cantik menggunakan sebuah gaun cantik, Kyuhyun entah kenapa tiba – tiba saja terukir sebuah senyum yang begitu ramah dan hangat kearah gadis itu.
“Hmm, selamat malam yang mulia.” Sapa gadis itu dengan hormat sebagai gadis bangsawan lainnya, Kyuhyun membalasnya dengan formal walaupun tatapannya masih tertuju pada gadis yang ada di hadapannya. Sesaat suasana menjadi hening sang Raja dan Ratu hanya tersenyum melihat ada yang berbeda dari sang pangeran.
“maukah.” Ucap Kyuhyun membuat sang gadis terdiam sesaat. “maukah kau berdansa denganku.” Ajak Kyuhyun membuat para gadis lainnya hampir histeris mendengar ajakkan sang pangeran, sang gadis yang ada dihadapannya tersenyum dan mulai meraih uluran tangan dari Kyuhyun yang memintanya untuk berdansa bersama. Saat mereka mulai berdansa suasana yang hening menjadi kembali seperti semula, suara music mulai mengalun kembali, Kyuhyun tak henti – hentinya menatap sang gadis yang ada dalam rangkuhannya itu, sedangkan sang gadis hanya bisa menunduk malu Karena selalu di tatap seperti itu oleh Kyuhyun.
Tapi tanpa di sadari waktu berjalan begitu cepat. Kyuhyun dan sang gadis yang tak lain adalah sosok Sungmin yang telah berubah 100% karena sihir dari sang mahluk kecil. Sekarang sedang berdiri di balkon istana, mereka tak henti – hentinya berbincang, begitu juga pandangan mata Kyuhyun yang tak henti – hentinya memandangi Sungmin.
“Huft! Kita di cuekin sama sang pangeran.” Marah Zhoumi yang dari kejauhan menatap kesal kearah gadis yang sedang bersama dengan Kyuhyun.
“Iya.” Sahut adiknya yaitu Shindong sambil melipat kedua tangannya di dada tak terima, Heechul yang juga melihat sang pangeran tak begitu peduli langsung mengajak pulang kedua anaknya itu. Sang mahluk kecil yang menyadari itu langsung menarik lengan gaun Sungmin sehingga Sungmin menoleh, dengan cepat mahluk kecil itu membisikkan akan keadaan genting dimana Ibu dan kedua Kakaknya dalam perjalanan pulang.
“Ada apa?” Tanya Kyuhyun yang melihat ada keganjilan dari sang gadis di sampingnya. Sungmin tak menjawab ia langsung melesat pergi meninggalkan Kyuhyun yang sekarang punya sejuta pertanyaan, Kyuhyun mengejar Sungmin untuk mencegah Sungmin pergi tetapi, langkah Sungmin begitu cepat sehingga Kyuhyun tak bisa mengejarnya. Kyuhyun menghela nafas berkali – kali merasa khawatir tetapi saat ia berbalik ingin menuju kearah aula istana, tak di sengaja saat ia melangkah, ia merasa ada sesuatu yang baru saja mengenai kakinya, ia menatap kebawah dan di temukannya sebuah sepatu kaca, yah sebuah sepatu kaca yang digunakan oleh gadis misterius yang telah membuat Kyuhyun jatuh hati.


Rumah
U
ntung saat Sungmin sampai di rumah, Ibu dan kedua kakaknya belum ada di rumah, dengan langkah cepat Sungmin masuk kedalam rumah dan menyimpan gaun yang ia gunakan dengan rapi kedalam box bersama dengan sepatu kacanya, walaupun ia kehilangan pasangan dari sepatu kaca itu ia dengan sayang tetap menyimpannya. Tapi tak lama kemudian terdengar suara panggilan yang membuat Sungmin bergegas menggunakan pakaian kusamnya dan menghampiri Ibu dan Kedua kakaknya yang tampak garang masuk kedalam rumah.
“Apa pestanya menyenangkan?” Tanya Sungmin dengan suara lembut, kedua kakaknya hanya mendengus berlalu dari hadapannya sedangkan ibunya hanya menatap sinis kearah Sungmin, Sungmin yang merasa ada yang aneh kembali ke kamarnya tetapi tempat yang ia beri nama kamar itu bukanlah kamar yang ideal untuk di huni oleh seorang gadis seperti dirinya.
Malam pun berganti Pagi.
“Sungmin !” Seperti pagi – pagi biasanya, Sungmin di perintahkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
“Sungmin … Sungmin … Sungmin.” Terdengar suara bisikan kecil membuat Sungmin yang sedang sibuk dengan pekerjaan rumah segera mencari – cari asal suara itu.
“Di sini.” Panggil suara itu, membuat Sungmin menoleh ke antara toples yang ada di atas sebuah perapian dan di tatapnya sosok mahluk kecil yang tampak sedang bersembunyi di belakang toples, Sungmin menatap kesekeliling menatap aman, dengan pelan menghampiri sosok kecil itu.
“Sungmin … sang pangeran akan datang ke sini.” Bisik mahluk kecil yang sekarang juga menebarkan pandangannya kesekeliling berharap tak ada Ibu dan kedua Kakak Sungmin yang menyebalkan.
“Apa sang pangeran?” Pekik Sungmin pelan kaget, sosok kecil yang dihadapannya hanya mengangguk cepat, “Tapi untuk apa pangeran datang ke sini?” Tanya Sungmin dengan nada suara tak percaya. Mahluk kecil yang di hadapannya hanya tersenyum misterius tak menjawab pertanyaan Sungmin, tapi ia malah menghilang bersamaan datangnya sosok Zhoumi dan Shindong.
“Hey! Apa yang kau lakukan di sana, bukankah kau seharusnya membersihkan ruangan ini.” Marah Zhoumi melihat Sungmin yang malah berdiri di depan perapian.
“ohm, iya.” Ucap Sungmin gelagapan seraya kembali mengerjakan tugasnya, tapi pikirannya melayang entah kemana memikirkan akan adanya kedatang peangeran.
“Anak – anak.” Panggil Heechul dari jauh, Zhoumi dan Shindong yang mendengar suara panggilan dari sang ibunda mereka langsung pergi terkecuali Sungmin yang masih berkutat di ruang tengah membersihkan debu – debu di sofa.
“Ayo cepat ganti pakaian kalian pangeran akan datang ke rumah kita, kalian harus berpakaian yang bagus dan berdandan yang cantik.” Peritah Heechul dengan sayang, Sungmin yang berada di ruang tengah bisa mendengar dengan jelas suara Heechul.
“Jadi, sang pangeran akan datang.” Benak Sungmin antara senang dan juga sedih – bagaimana tidak, Sungmin yang begitu cantik di pesta tadi malam mana mungkin di kenal oleh pangeran saat Sungmin dalam keadaan berpakaian seperti pembantu saat itu.
“Sungmin … Sungmin.” Terdengar suara panggilan yang seketika membuat Sungmin dengan tergopoh – gopoh menghampiri asal suara itu.
“Iya, ibu.” Sahut Sungmin saat berada tepat di hadapan Heechul, “Sebentar lagi pangeran akan datang ke tempat kita, aku ingin kau tetap di kamar dan jangan keluar sampai sang pangeran pulang mengerti.” Terang Heechul dengan tatapan tak bersahabat dengan Sungmin, Sungmin yang merasa kecewa hanya mengangguk kecil bertanda IYA.
“Bagus, cepat ke kamarmu.” Usir Heecul seraya berjalan menuju kamar Zhoumi dan Shindong sedang sibuk berdandan. Sedangkan Sungmin dengan sedikit berat melangkah menuju kamarnya yang berada di belakang. Biarpun tak bertemu setidaknya Sungmin ingin sekali melihat sang pangeran walaupun dari kejauhan.
Tapi tepat saat dimana Sungmin ingin melangkah memasuki kamarnya, terdengar jelas suara kereta kuda sang pangeran sudah berada di halaman depan rumah, Sungmin sedikit menoleh setidaknya ia ingin melihat sang pangeran dari balik tembok yang menghalangi pandangannya.
“Pangeran selamat datang.” Terdengar suara sapaan Ibu dan kedua Kakak Sungmin yang sudah siap dan berdiri di depan pintu menyambut kedatangan sang pangeran.


“Ku harap akan menemukanmu.” Benak Kyuhyun seraya menatap nanar sepatu yang sedang di coba oleh salah seorang gadis dari keluarga Lee.
“Ich, kenapa sepatunya besar sekali.” Keluah gadis bertubuh jangkung dengan kesal terus menerus mencoba sepatu kaca berwarna merah yang sudah menjadi harga mati untuknya untuk bisa bersanding dengan sang pangeran.
“Awas, sepatu ini pasti cocoknya denganku.” Ucap gadis bertubuh gemuk dengan nada suara yang begitu percaya diri, ia mendorong pelan tubuh si gadis jangkung dan bergegas mencoba sepatu kaca merah yang telah di coba kenakan si gadis jangkung.
“Lihat yah.” Ucap gadis gemuk itu seraya mencoba sepatu kaca, tetapi baru saja memasuki sebagian sepatu itu, kaki sang gadis tak muat.
“ih, kok gak muat.” Keluh gadis itu dengan marah, sang gadis jangkung tertawa.
“Nona, jangan di paksakan sepatunya bisa pecah.” Ujar sang kandidat yang di perintahkan oleh pangeran untuk membawa sepatu kaca itu.
“yang mulai, kurasa ini sia – sia saja.” Bisik salah satu pengawal kepercayaan Kyuhyun, Kyuhyun menghela nafas pasrah.
“Nyonya, apa anda punya anak gadis yang lainnya?” Tanya sang kandidat kearah sosok nyonya rumah.
“Hm tidak …”
PRANG
Tiba – tiba terdengar suara benda jatuh, sehingga semua pengawal dan Nyonya rumah dengan kedua anaknya menoleh kearah ruang tengah, di tatapnya sosok gadis yang dengan gelgapan ingin pergi tetapi Kyuhyun mencegatnya.
“Tunggu.” Terdengar suara Kyuhyun membuat Nyonya dan kedua anaknya menoleh kearah Kyuhyun.
“Hmm, pangeran maaf, dia hanya pembantu di sini.” Ucap Nyonya besar seraya menghampiri sang pangeran, tapi tatapannya begitu sangar saat melihat sosok gadis yang sekarang hanya bisa merunduk mengutuki drinya sendiri.
“Serahkan sepatunya padaku.” Pinta Kyuhyun kearah kanididat kepercayaannya itu. Sang kandidat dengan hormat menyerahkan sepatu yang ia pegang kepada Kyuhyun. Dengan perlahan Kyuhyun mendekat kearah sang gadis yang sekarang sedang terpaku melihat sosok pangeran menghampiri dirinya.
“Pangeran dia hanya pembantu, dia tak mungkin datang kepesta tadi malam, ini benar – benar mustahil.” Ucap gadis bertubuh jangkung meremehakan. “Tapi nona semua gadis di Negara ini di perbolehkan untuk mencoba sepatu itu.” Sanggah salah satu pengawal tampan. Kyuhyun yang tak begitu peduli mendengar ucapan orang – orang di sekitarnya sekarang berlutut di hadapan Sungmin dan menyodorkan sepatu kaca untuk di coba oleh sang gadis, sang gadis dengan ragu mencoba sepatu kaca itu dan …
“Sudah ku duga.” Bisik Kyuhyun saat melihat sepatu itu cocok dengan kaki sang gadis, Kyuhyun bangkit dan menatap sayang kearah gadis yang ada di hadapannya.
“Uhm.” Gumam sang gadis bingung harus berbicara apa. “Kenapa kau bersembunyi, aku sudah terlalu lelah mencarimu.” Ucap Kyuhyun, sang gadis mengangkat wajahnya menatap haru kearah Kyuhyun.
“Maafkan aku pangeran.” Ucap sang gadis menundukkan wajahnya merasa bersalah karena sudah membuat repot sang pangeran. Kyuhyun tersenyum dan menoleh kearah para pengawalnya.
“Aku sudah menemukannya.” Ucap Kyuhyun seraya menggenggam tangan sang gadis pujaannya dengan erat, Nyonya rumah dan kedua anaknya hanya terperangah tak percaya.
“Yeah.” Sorak para pengawal dengan senangnya.
“Ayo ikut aku.” Ajak Kyuhyun seraya menarik tangan sang gadis pujaannya untuk ikut bersamanya ke istana, tetapi sebelum itu Kyuhyun berpamit dan meminta izin membawa gadis yang ia pegang erat tangannya dengan senyum ramah kepada Nyonya Lee dengan kedua anaknya.
Saat di kereta kuda Kyuhyun tak pernah mengalihkan pandangannya kearah lain selain kearah gadis yang sekarang hanya bisa merunduk malu karena selalu di tatap oleh Kyuhyun.
“kelihatannya pangeran benar – benar sedang jatuh cinta.” Bisik – bisik para pengawal saat mereka menatap kedalam kereta kuda.
“Iya, sudah lama kita tak melihat sang pangeran sebahagia ini.” Ucap pengawal lainnya.
“Hmm, pangeran.” Ucap sang gadis yang akhirnya memecahkan suasan hening antaranya dan pangeran, pangeran dengan senyum tulus. “Iya.” Sahut Kyuhyun dengan nada lembut, sang gadis mengangkat wajahnya memberanikan diri untuk menatap Kyuhyun.
“Ki … Kita mau kemana yang mulia?” Tanya sang gadis gugup, Kyuhyun mendekat kearah gadis di sampingnya.
“Menemuai ayah dan ibuku.” Jawab Kyuhyun dengan senyum yang begitu memikat bahkan sang gadis sampai terpaku melihat ketampanan Kyuhyun. Tetapi dengan cepat sang gadis menyadari apa yang dimaksud oleh Kyuhyun.
“Menemui ayah ibu? Apa maksud yang mulai menemui Raja dan Ratu?” Tanya gadis itu dengan tampang syok, Kyuhyun hanya mengangguk masih dengan tatapan sayang kearah sang gadis.
“Tapi yang mulia, saya …”
“Tidak apa – apa, Raja dan Ratu pasti sangat senang melihatmu.” Sanggah Kyuhyun segera menenangkan gadis yang ada di sampingnya yang tampak gugup.
“Tapi…” Ucap Kyuhyun mengerjap – ngerjapkan matanya penuh Tanya, sang gadis dengan bingung menatap Kyuhyun yang sekarang sedang berpikir – pikir. “Sejak bertemu di pesta tadi malam, aku belum tahu siapa namamu?” Tanya Kyuhyun, sang gadis tertawa pelan menatap lucu kearah Kyuhyun, Kyuhyun yang bingung hanya bisa diam.
“Hmm, kenapa sejak tadi malam tidak menanyakannya?” Tanya sang gadis mencoba menggoda Kyuhyun. Tetapi Kyuhyun dengan perlahan berbisik “Siapa suruh kau malah kabur begitu saja.” Timpal Kyuhyun, sang gadis hanya tersenyum.
“Nama saya Lee Sungmin.” Ucap sang gadis, Kyuhyun manggut – manggut dan kembali duduk tegak dan menatap lurus kedepan.
“Kalau…”
“Kyuhyun, pangeran Kyuhyun” Ucap Sungmin sebelum Kyuhyun mengucapkan kalimatnya, Kyuhyun menoleh sesaat dan menggenggam tangan Sungmin erat.
“Iya, senang berkenalan dengamu.” Ujar Kyuhyun, Sungmin hanya mengangguk malu.
Sesampainya di istana Kyuhyun langsung menarik Sungmin untuk menemui Raja dan Ratu yang sibuk menentukan acara pernikahan untuk Kyuhyun, Raja dan Ratu yang mendapatkan kabar kalau gadis yang ingin di persunting oleh Kyuhyun sudah di temukan, langsung dengan gembira menyambut kedatangan Sungmin.
“Omo.” Dengan cepat sang Ratu menghambur kepelukkan Sungmin, Sungmin yang kaget hanya bisa terpaku.
“Yang mulai Ratu.” Gumam Sungmin gelagapan, “hiks…kau cantik sekali.” Isak kecil sang Ratu haru seraya merenggangkan pelukannya.
“Tentu saja.” Ucap Kyuhyun dengan bangganya, sang Raja merangkul bahu Kyuhyun merasa bangga dengan anaknya.
“Baiklah, ayo masuk.” Ajak Ratu seraya menarik tangan Sungmin memasuki ruang tengah istana dimana setiap dayang dan pengawal istana berkumpul menyambut calon istri sang pangeran kerajaan Pearl Blue Sapphire.


Keesokan harinya
(Hari H)
Raja dan Ratu tanpa pikir panjang langsung mengumumkan pernikahan sang pangeran dengan seorang putri dari salah satu bangsawan yang cukup berpengaruh yaitu keluarga bangsawan LEE, Ayah Sungmin yang sedang berlayar menuju ke kerajaan tetangga saat menerima kabar bahagia dari Sungmin langsung meluangkan waktunya untuk kembali ke kerajaan untuk menjadi wali pernikahan Sungmin. Sedangkan kedua Ibu dan kedua Kakak Sungmin yang telah mengaku salah meminta maaf pada Sungmin.
“Sudahlah ibu, jangan menangis seperti ini.” Bujuk Sungmin seraya menghapus jejak air mata ibunya yaitu Heechul.
“Kami juga ingin minta maaf Sungmin, maafkan kami.” Ucap kedua kakak Sungmin seraya memeluk Sungmin, Sungmin tersenyum senang.
“Sudahlah, bagaimana aku bisa menikah jika para saudara dan Ibuku sedang menangis seperti ini.” Ucap Sungmin dengan nada canda di dalamnya.
“Kau memang baik Sungmin.” Ucap Heechul seraya mengelus sayang pipi Sungmin.
“Ehem.” Deham seorang lelaki paruh baya yang berparas tampan menghampiri Sungmin dan yang lainnya.
“Ayah.” Gumam Sungmin senang seraya menghambur kepelukan ayahandanya, “Ayah tidak menyangkan Minnie kecilku sudah beranjak dewasa.” Ujar lelaki paruh baya itu dengan sayang mengelus rambut Sungmin.
“kapan ayah pulang?” Tanya Sungmin seraya melepaskan pelukannya menatap senang kearah sosok ayahnya itu.
“Baru saja, saat ayah mendapatkan sebuah kabar kalau kau akan menikah.” Terang lelaki paruh baya itu sambil tersenyum bangga kearah Sungmin, Sungmin tersenyum dengan mata yang berkaca – kaca menahan rasa haru.
“Baiklah, sebentar lagi acaranya akan di mulai.” Ucap Ayah Sungmin yang bernama Hankyung. Sungmin dengan cepa menganggukkan kepalanya.
“Baik, kalo begitu kami akan berada di luar, menantimu Sungmin.” Ujar Ibu dan kedua kakak Sungmin yang berlalu dari hadapan Sungmin dan Hankyung (ayah Sungmin).
Saat pernikahan di gelar banyak tamu istana yang datang dari berbagai Negara, Dan seperti gambaran Raja dan Ratu pernikahannya berjalan begitu mulus terlebih lagi ketampanan dan kecantikan mempelai sungguh membuat para tamu berdecak kagum.
Dan seperti di cerita dongeng yang lainnya cerita ini juga berahir dengan Happy Ending.

THE END


3 thoughts on “Cinderella Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s