Destiny


Destiny

Pairing :: KyuMin

Once upon a Time

Rumah Sakit
Di malam yang gelap pada rumah sakit ternama di SEOUL. Di hebohkan dengan amarah para calon ayah yang begitu marah akan keterlambatan seorang doter kandungan.

“Dokter ayo cepat.” Bentak seorang lelaki yang sedang menggenggam erat tangan istrinya yang sedang mengerang kesakitan, sang dokter dan para suster benar – benar di buat kelabakan oleh para calon ayah yang pada sensitive karena melihat istri mereka yang sekarang mempertaruhkan nyawa demi anak mereka.

Semua Suster dan dokter spesialis kandungan atau persalinan hampir dikerahkan semua untuk membantu dalam persalinan ke dua calon ibu. Tapi tak berselang lama akhirnya kedua bayi yang mempunyai ikatan benang merah semasa hidup mereka kelak telah lahir ke dunia yang akan mempersatukan mereka.

10 year later
“Ibu.” Panggil seorang gadis kecil yang sedang berlari sambil memeluk sebuah boneka Minnie mouse menghampiri sosok wanita berparas cantik.

“Iya, sayang.” Sahut seorang wanita itu dengan sayang mengelus rambut si gadis kecil, “Apa yang ibu buat.” Tanya gadis kecil itu dengan wajah yang menggemaskan, mencoba melihat jauh apa yang sosok wanita yang ia panggil Ibu itu lakukan.

“Ini, untuk tetangga baru kita.” Ujar lembut dari sang ibu sambil menatap gadis kecil, “Hmm, tetangga baru?” Ulang gadis kecil itu dengan bingung.

“Iya, yang baru saja pindah ke rumahnya Ryeowook, teman lamamu itu.” Jelas sang ibu, “Apa ke rumahnya Ryeowook, TIDAK BOLEH.” Histeris sang gadis kecil “Ryeowook kalau sudah pulang dari liburannya, dia harus tinggal dimana, huft~ pokoknya gak boleh ada yang tinggal di rumah Ryeowook.” Ucap sang gadis ngambek seraya melipat kedua tangannya di dada.

“Sungmin, kan ibu sudah bilang, Ryeowook sudah pindah dan sekarang yang akan menempati rumah Ryeowook itu adalah orang lain, tapi jika kau mau bertemu dengan Ryeowook, nanti kita akan ke rumah baru Ryeowook.” Dengan lembut sang ibu menjelaskan kepada anak terseyangnya yang bernama Sungmin itu.

“Hmm, Tapi kenapa kita tidak pindah seperti Ryeowook.” Ucap Sungmin dengan polosnya, sang ibu hanya tertawa pelan melihat kepolosan anaknya.

“Bukankah, Sungmin sendiri yang bilang, ini tempat yang bagus dan tak akan mau pindah dari sini.” Ucap sang ibu, Sungmin mengerucutkan bibirnya “Tapi beda sejak Ryeowook pindah, aku tak punya teman.” Ucap Sungmin murung, sang ibu sedikit iba melihat anaknya yang murung tetapi ia langsung kembali tersenyum saat ia mengingat kalau tetangga baru yang baru saja pindah juga memiliki seorang anak yang umurnya sama seperti Sungmin.

“Sungmin.” Panggil sang ibu dengan nada lembut, Sungmin yang sedang merunduk mengangkat wajahnya menatap wajah ibunya yang sedang berseri – seri. “Iya.” Panggil Sungmin pelan.

“Ibu dengar orang yang baru pindah itu juga memiliki seorang anak yang umurnya sama denganmu.” Ucap Ibu Sungmin, Sungmin yang mendengar itu langsung bersemangat.”benarkah.” Ucap Sungmin dengan cepat, Ibu Sungmin hanya mengangguk.

“Yeah.” Sorak Sungmin gembiri, “nah, jadi apa Sungmin mau ikut ibu mengantar ini untuk tetangga baru kita?” Tanya Ibu Sungmin dengan tatapan meyakinkan, tanpa pikir panjang Sungmin langsung mengangguk. “OK” Ucap Ibu Sungmin seraya bertos ria dengan Sungmin.

Saat mengantarkan beberapa makanan kecil untuk tetangga baru, Sungmin selalu menunjukkan senyum manis, tepat di depan pintu di mana teman baik Sungmin yaitu Ryeowook tinggal dulu, Ibu Sungmin membunyikan bel.

Tak lama bel berbunyi terdengar suara pintu dibuka.
“Selamat siang.” Sapa Ibu Sungmin saat sosok wanita yang tampaknya seumur dengan Ibu Sungmin yang masih muda keluar dari balik pintu.
“Iya, selamat siang.” Balas wanita itu dengan senyum ramah, “Saya pemilik rumah di sebelah dan sebagai penyambutan tetangga baru, saya bawakan sedikit makanan kecil.” Ucap Ibu Sungmin dengan ramahnya, sang wanita pemilik rumah dengan senangnya meminta Ibu Sungmin dan Sungmin masuk kerumah, Sungmin berdecak pelan saat ia melihat ada beberapa dekorasi yang baru di dalam rumah teman lamanya Ryeowook.

“Ayo, silahkan masuk.” Ajak Wanita itu dengan begitu ramah mengajak Ibu Sungmin untuk duduk di sofa ruang tamu, tak butuh waktu lama Ibu Sungmin dan wanita itu langsung akrab.

“Oh ya ampun, saya lupa saya sedang masak tadinya.” Ucap wanita yang sekarang mulai panic dan meminta ijin untuk ke dapur, Ibu Sungmin yang merasa tak enak, langsung melesat untuk membantu sang Wanita, sedangkan Sungmin masih dengan duduk manis di atas sofa.

Tapi tatapan Sungmin teralih saat ia mendengar suara langkah kaki di tangga yang menuju ke lantai 2 rumah itu.

“I…ib…ibu.” Terdengar dengan suara terbata – bata tampak seorang anak kecil yang seumuran dengan Sungmin sedang menggunakan sebuah gaun dengan rambut panjang yang cantik. “Kau siapa?” Tanya anak kecil itu dengan nada suara takut. Sungmin yang bukannya menjawab malah berjalan mendekati anak kecil itu.

“Wah kau cantik sekali” Kagum Sungmin terpaku melihat anak kecil yang ada dihadapannya, “Apa cantik, dengar yah ak…” Tiba – tiba saja ucapan anak kecil itu terpotong saat wanita yang bersama Ibu Sungmin langsung menghampiri anak kecil itu dan memeluknya.

“Ibu, apa yang ibu lakukan?” Marah anak kecil itu dengan wajah yang memerah, “hehehe, Kyunnie ibu manis sekali.” Ucap wanita itu dengan gemas memeluk anak kecil yang sependengaran Sungmin yang bernama Kyunnie itu.

“Wah, anak yang cantik.” Ucap Ibu Sungmi seraya menatap Sungmin dengan tatapan senang karena ia lega karena anak tetangganya itu adalah anak perempuan.

“Oya, perkenalkan ini anak saya, namanya Kyunnie.” Ucap wanita itu, tampak jelas aliran wajah Sungmin yang begitu bahagia melihat teman barunya. “Hmm, selamat siang, namaku Sungmin.” Ucap Sungmin memperkenalkan diriny.

“Omo, pintar sekali.” Puji wanita yang sekarang menatap Sungmin dengan gemas, “Kyunnie ayo perkenalkan juga dirimu, seperti Sungmin.” Pinta wanita yang sekarang sedang merangkul lembut anaknya itu.

“Hmm, namaku … Kyuhyu…. Maksudnya Kyunnie.” Ucap anak kecil itu dengan ragu – ragu, Sungmin terlalu senang langsung menghambur kepelukkan anak kecil yang tiba – tiba entah kenapa tubuhnya seketika mematung saat dengan lembut Sungmin memeluknya.

BLUSH
Tampak segurat warna merah dari pipi anak kecil itu, Sungmin yang begitu senang tak melihat itu tetap terus memeluk.

“Ayo, kita main.” Ajak Sungmin seraya menarik tangan anak kecil yang hanya bisa menurut akan kemauan Sungmin.

“Omo, ternyata Sungmin-ssi benar – benar anak yang menyenangkan.” Ucap wanita ibu dari anak kecil yang bernama Kyunnie itu. “Hmm, maaf yah, Sungmin memang seperti itu, selalu bersemangat.” Ucap Ibu Sungmin merasa kurang enak dengan sikap Sungmin.

“Tenang saja, saya malah beruntung, akhirnya Kyunnie punya teman.” Ucap wanita itu seraya menghela nafas berat.

Sedangkan keadaan Sungmin dengan teman barunya itu.
“Kyunnie, coba lihat.” Panggil Sungmin seraya menunjukkan sebuah kupu – kupu dengan sayap yang begitu indah. Anak kecil yang bernama Kyunnie itu bukannya melihat kearah kupu – kupu yang Sungmin pegang ia malah menatap Sungmin dengan begitu seksama. Saat Sungmin menyadari ia sedang di awasi, dengan bingung ia membalas tatapan Kyunnie. Kyunnie yang ketahuan sedang mengawasi Sungmin, malah dengan gelagapan ia mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Kyunnie, kau tidak suka main denganku yah.” Ujar Sungmin manyun seraya memainkan ujung bajunya sedih.

“Ti…Tidak.” Sanggah Kyunnie gelagapan, Sungmin tersenyum dan meraih tangan Kyunni. “hahaha, Kyunnie lucu kenapa malah jadi malu – malu padaku, kitakan teman.” Ucap Sungmin, Kyunnie hanya bisa diam dan merasa senang dengan ucapan Sungmin, semenjak itu Sungmin selalu main kerumah Kyunnie.

Kyunnie P.O.V
“Ibu.” Panggilku seraya menghampiri wanita yang kini sedang menyiapkan makanan untuk makan malam.

“Iya.Kyu.”Sahut wanita itu dengan senyum senang kearahku, dengan ragu aku melangkah menghampiri sosok wanita itu.

“Besok, boleh aku memakai baju seperti ini lagi.” Ucapku yang seketika membuat wanita yang ku panggi Ibu itu menatapku kaget sekaligus tampak segurat senyum manis kearahku. “Kyunnie, tentu saja, tentu saja boleh.” Ucap Ibuku dengan senang, aku hanya bisa tersenyum.

“Appa pulang.” Terdengar suara berat yang selalu membuatku senang, aku langsung melesat menuju suara itu berasal. “Omo, Kyu… apa Ammamu mengenakan baju perempuan lagi padamu.” Ucap sosok lelaki yang tak lain adalah ayahku.

“Iya.” Ucapku cepat. “Ck, yeobo!!!!” Panggil Ayah dengan nada suara marah, Ibuku dengan ragu keluar dari dapur dan tersenyum kearah Ayah.

“Kenapa kau selalu memakaikan pakaian perempuan kepada Kyuhyun.” Marah Ayah, Ibuku hanya manyun. “Tapikan Kyunnie sangat manis.” Ucap Ibuku dengan nada suara yang lembut, Ayahku menghela nafas tak habis pikir melihat istrinya.

“Kyuhyunkan lelaki, kalau mau anak perempuan kitakan bisa bikin.” Bisik Ayah yang terdengar jelas bagiku, walaupun aku tahu kalau ayah hanya berbisik pada Ibu. Ku tatap wajah Ibu yang memerah entah kenapa.

“Kyuhyun.” Panggil Ayah, aku mengalihkan pandanganku kearah Ayahku. “Iya, Appa.” Balasku bingung. “Hmm, Appa dan Amma ada yang harus dibicarakan, jadi Kyuhyun ke kamar dulu yah, nanti jika makan malam siap, Appa akan memanggil Kyu.” Ucap ayahku dengan nada suara yang mencurigakan dan sebuah senyum smirk yang menurun kepadaku tampak jelas di sisi bibir ayah. Saat aku ingin pergi aku melihat Ibu di tarik kepelukan ayah.

“A, iya.” Ucapku seraya berbalik dan segera naik ke lantai atas dimana kamarku berada.

Kyunnie P.O.V End

“Kyunnie.” Terdengar suara Sungmin memanggil di depan rumah Kyunnie atau mungkin jelasnya adalah rumah Kyuhyun seorang anak lelaki yang selalu di pakaikan pakaian anak perempuan oleh Ibunya.

Berulang kali Sungmin memanggil teman barunya itu tapi tak ada sahutan dari dalam rumah, tetapi tampak sosok Ibu Kyuhyun yang langsung menghampiri Sungmin.

“Selamat pagi ajumma.” Sapa Sungmin ramah seraya membungkuk hormat. Ibu Kyuhyun tersenyum kearah Sungmin

“Maaf yah, Sungmin. Kyunnie nya sudah berangkat sekolah.” Ucap Ibu Kyuhyun dengan senyum manis kearah Sungmin. “Sekolah.” Gumam Sungmin manyun, tapi Sungmin langsun kembali tersenyum “Hmm, sekolah Kyunnie dimana ajhumma?” Tanya Sungmin, Ibu Kyuhyun berpikir – pikir sejenak/

“Sekolah Kyunnie, akh… sekolah shappire blue.” Ucap Ibu Sungmin. “Itu juga sekolahku, baiklah aku langsung kesekolah, terima kasih ajumma.” Ucap Sungmin sambil membungkukan tubuhnya dan berpamit dari Ibu Sungmin. Saat melihat sosok Sungmin yang menghilang di balik perempatan jalan komplek, tampak seorang anak lelaki keluar dari rumah dengan pakaian seragam yang sama seperti Sungmin.

“Apa dia sudah pergi amma?” Tanya anak lelaki yang bernama Kyuhyun itu dengan wajah yang was – was. “Sudah, tetapi kenapa kau tak menemuinya saja tadi?” Tanya Ibu Kyuhyun dengan nada suara bingung.

“TIDAK.” Histeris Kyuhyun. “Memangnya kenapa?” Tanya Ibunya bingung melihat tingkah Kyuhyun. “Mana mungkin aku bilang padanya kalau aku adalah Kyunnie, dia pasti menertawakanku, kalau ada anak lelaki memakai pakaian perempuan.” Terang Kyuhyun, Ibu Kyuhyun tertawa pelan.

“Mana mungkin Sungmin menertawakanmu, diakan teman baikmu, biarpun dia marah atau menertawakanmu, dia akan selalu menjadi temanmu.” Jelas Ibu Kyuhyun dengan nada suara yang lembut.

“Benarkah.” Ucap Kyuhyun merasa lega dengan ucapan Ibunya itu. “Ya, sudah ayo cepat berangkat, kau bisa trelambat nanti.” Ucap Ibu Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum dan memeluk ibunya sesaat dan berpamit pergi.

At School

“Hmm??? Kyunnie ada kelas mana yah.” Gumam Sungmin yang sudah keliling sekolah mencari – cari keberadaan Kyunnie. “Apa iya dia sekolah di sini?” Benak Sungmin mulai ragu dan merunduk sedih. Karena tidak focus dengan langkahnya, tiba – tiba saja Sungmin menabrak seseorang yang tampaknya sedang buru – buru.

“Ma…” Ucap seseorang itu membuat Sungmin mengelus kepalanya yang bertabrakan dengan seseorang itu. “Ma…Ma…” Terdengar sesorang itu dengan terbata – bata, Sungmin menatap kearah orang yang menabraknya dan tersenyum.

“Maaf yah, aku tadi tidak melihatmu, jadi hehehehe nabrak dech.” Canda Sungmin seraya cengengesan sedangkan sosok lelaki yang di lihat oleh Sungmin itu hanya membatu dengan wajah yang memerah.

“Kau kenapa, apa kau sakit?” Tanya Sungmin dengan nada suara khawatir dan mendekat kearah anak lelaki yang sekarang menahan nafasnya saat tepat dimana Sungmin meletakkan punggung tangannya di pucuk kepala anak lelaki itu.

“Akh, aku tidak apa!!!” Bentak anak lelaki itu tanpa sadar karena saking gugupnya, Sungmin sedikit menjauh. “Uhm, sampai jumpa.” Ucap anak lelaki itu seraya pergi dengan suara yang dingin, Sungmin yang merasa bersalah hanya bisa menunduk sedih.

“Minnie, kenapa malah ada di sini?” Tanya teman – teman perempuan Sungmin, Sungmin menoleh kearah teman – temannya. “Hyukkie, Teukie,Chulie.” Panggil Sungmin seraya merunduk sedih, ketiga temannya saling menatap satu sama lain.

“Minnie, kau kenapa?” Tanya teman Sungmin yang bernama Hyukie. “Tadi, aku bertemu dengan anak laki – laki dan dia membentakku.” Terang Sungmin membuat ketiga temannya kaget.

“Omo, siapa yang berani, membentakmu Minnie?” Bisik gadis yang bernama Chulie. “Mungkin dia anak baru.” Tambah gadis yang bernama Teukie. Sungmin hanya mengidikkan bahunya tidak tahu.

Tak lama mereka berbincang, terdengar suara bel masuk kelas Sungmin dan ketiga temannya bergegas menuju kelas mereka. Tapi dari jauh tampak kerumunan anak – anak dari kelas lain berada di depan pintu kelas mereka.

“Ada yang berantem yah?” Tanya Chulie polos kepada salah satu anak perempuan yang sedang berdiri di depan pintu. “Tidak, tapi ada anak baru, anaknya cakep banget.” Ucap anak perempaun itu dengan antusias.

“Hmm, anak baru, minggir – minggir aku mau lihat.” Ucap seorang anak laki – laki yang mendengar pembicaraan Chulie dengan anak perempuan barusan. “Ich, Donghae … jangan dorong – dorong kami juga mau lihat nich.” Protes para anak perempuan yang merasa terganggu dengan kehadiran anak laki – laki yang bernama Donghae itu.

“Ich, gimana kita masuk kalau terhalang kayak gini.” Marah Tukie seraya melipat kedua tangannya di dada. “Minggir – minggir kami juga mau lihat.” Teriak anak laki – laki yang lainnya yang memang sekelas dengan Sungmin.

“Siwon…Siwon…Siwon, aku juga mau lihat.” Ucap Sungmin saat ia melihat seorang anak laki – laki yang ia kenal berlalu dari hadapannya. “Omo, Minnie. Tubuhmu yang kecil itu bisa – bisa semakin kecil kalau masuk dalam kerumunan.” Timpal anak laki – laki itu yang seketika membuat Sungmin mengembungkan pipinya dengan lucu.

“Ehem!!!” Terdengar suara dehaman berat di belakang Sungmin dan teman – temannya. Sungmin dan yang lainnya menoleh.
“Kembali kekelas kalian.” Marah sosok wanita paruh baya sambil berkacak pinggang menatap sangar kepada anak – anak didiknya. Sedetik kemudian para murid langsung berlari menuju kelas mereka masing – masing termasuk Sungmin yang memang tempat duduknya berada di sampaing tempat anak baru itu duduk.

“Huft.” Hela nafas guru Sungmin yang memang terkenal KILLERnya di sekolah, guru Sungmin itu melangkah masuk kedalam kelas, menatap dengan tatapan menakutkan membuat para murid di kelas takut.

“Baiklah, Cho Kyuhyun … perkenalkan dirimu kedepan.” Pinta sang guru saat duduk di bangku guru. Anak lelaki yang bernama Kyuhyun pun beranjak dari tempat duduknya dan berdiri di depan lalu memperkenalkan dirinya.

“Kyuhyun??? Namanya sama seperti Kyunnie.” Benak Sungmin merasa ada yang aneh, semenjak itu Sungmin dan Kyuhyun berada di satu kelas, tapi Sungmin masih belum bertemu dengan Kyunnie saat bersekolah

Setelah pulang sekolah Sungmin langsung bergegas pulang menuju rumah Kyunnie teman barunya itu.

“Kyunnie” Panggil Sungmin sambil celingak – celinguk menjijitkan kakinya untuk melihat kedalam halaman rumah Kyuhyun. “apa dia belum pulang?” Tanya Sungmin dengan tampang sedih, ia merunduk dan menyerah ia berjalan membelakangi rumah itu dan menuju rumahnya.

“Maaf Minnie, aku tak bisa membertahumu sekarang.” Bisik Kyuhyun yang bersembunyi di balik tembok, melihat sosok Sungmin yang sekarang sedang merunduk sedih dan masuk ke rumahnya.

Keesokan harinya Sungmin kembali kerumah Kyunnie tapi tetap saja seperti kemarin, Ibu Kyuhyun mengatakan kalau Kyunnie sudah berangkat dan saat di sekolah Sungmin sama sekali tidak menemukan sosok Kyunnie temannya itu.

“Kau mencari siapa?” Terdengar sebuah suara dari arah belakang Sungmin, Sungmin menoleh dan di tatapnya sosok anak lelaki yang sudah 2 hari menjadi teman sebangkunya. “Aku mencari temanku.” Jawab Sungmin dengan wajah murung.

“Hmm, siapa namanya?” Tanya anak lelaki itu seraya duduk di samping Sungmin yang sekarang sedang duduk di bangku taman sekolah. “Namanya, Kyunnie.” Timpal Sungmin seraya memainkan ujung baju seragam sekolahnya.

Anak lelaki itu terdiam – bagaimana tidak sosok teman yang Sungmin cari itu adalah dirinya. “Minnie, apa dia teman yang baik?” Tanya anak lelaki yang tak lain adalah Kyuhyun, Sungmin langsung mengangguk cepat.

“Tentu saja ia teman yang baik.” Ucap Sungmin antusias, Kyuhyun tersenyum.

“Tapi, kau sendiri apa punya teman baik?” Tanya Sungmin, Kyuhyun kaget dan menoleh ke samping dan DEG wajah Sungmin begitu dekat dengan dirinya, Kyuhyun membatu saat melihat mata Sungmin mengerjap – ngerjap penuh Tanya dengan tingkah Kyuhyun yang berubah aneh.

“Kyuhyun, apa kau punya teman baik?” Tanya Sungmin lagi, membuyarkan Kyuhyun dan dengan gelagapan Kyuhyun menjawab “akh iya, aku punya.” Ucap Kyuhyun asal, Sungmin dengan antusias menggoyang – goyangkan lengan tangan Kyuhyun.

“Ceritakan padaku, bagaimana temanmu itu.” Pinta Sungmin dengan wajah manisnya, Kyuhyun berpikir sejenak dan dengan nada suara yang ragu ia langsung menceritakan temannya itu.

“Dia seorang yang sangat baik.” Ucap Kyuhyun lalu menatap kedua mata Sungmin yang sekarang sedang berbinar – binar mendengar ceritanya. “Lalu temanmu itu laki – laki atau perempuan?” Tanya Sungmin, Kyuhyun berpikir sejanak dan memiringkan kepalanya melihat Sungmin dengan seksama.

“Dia perempuan yang cantik.” Ucap Kyuhyun, Sungmin tambah bersemangat mendengar cerita Kyuhyun. “Kita sama, temanku juga seorang perempuan yang cantik.” Ucap Sungmin, saat itu Kyuhyun terdiam menahan tawa.

“Kau kenapa?” Tanya Sungmin manyun saat melihat Kyuhyun berusaha menahan tawa. “Ti…tidak apa – apa.” Timpal Kyuhyun dengan nada datar, Sungmin cemberut dan beringsut menjauh dari Kyuhyun.

“Tidak lucu.” Teriak Sungmin saat Kyuhyun mulai tertawa. “Ma…maaf Minnie soalnya aku teringat sesuatu yang lucu.” Jelas Kyuhyun, Sungmin memicingkan matanya marah.

Seusai sekolah Kyuhyun sengaja meminta Sungmin untuk pulang bersama, Sungmin yang merasa bingung dengan sikap Kyuhyun yang terkadang baik dan juga terkadang menakutkan kepadanya dengan curiga menatap Kyuhyun saat meminta untuk pulang sekolah.

“Kau tak punya rencana untuk menjahilikukan.” Ucap Sungmin menatap lurus kearah mata Kyuhyun. “Menjahilimu, hahahaha apa yang kau maksud, aku tak ingin menjahilimu.” Ucap Kyuhyun dengan tawa karena melihat tampang Sungmin yang seperti orang ketakutan.

“Uuughh, Kenapa malah ketawa, gak ada yang lucu tahu.” Geram Sungmin sambil berkacak pinggang manyun melihat tingkah Kyuhyun yang menertawakannya. “Minnie kami pulang duluan yah, da dah.” Pamit Chulie dan bersama teman Sungmin yang lainnya saat berlaluan dengan Sungmin dan Kyuhyun.

“Iya, da dah.” Sahut Sungmin seraya melambaikan tangannya dengan bersemangat. Kyuhyun hanya menunduk dan melambai pelan kearah yang lainnya juga saat berpamitan dengannya.

“Huft, ku juga mau pulang.” Ucap Sungmin ngambek karena Kyuhyun selalu menertawakannya hari itu. “Eh, tunggu.” Cegat Kyuhyun seraya berlari kecil menyamakan langkahnya dengan Sungmin yang begitu cepat.

“Tapi, emang rumah Kyuhyun satu arah yah sama aku.” Ucap Sungmin, Kyuhyun berhenti sejenak dan mengangguk. “Baik, kalau begitu ayo.” Ajak Sungmin seraya menggenggam tangan Kyuhyun untuk berjalan bersama, tapi semenjak itu Sungmin tak pernah melihat Kyunnie temannya lagi, setelah pulang sekolah Sungmin selalu datang kerumah Kyunnie tapi Ibu Kyuhyun selalu membuat alasan dan alasan yang paling membuat Sungmin terpukul yaitu saat Kyunnie tak ingin lagi menemui Sungmin.

“Hiks…hiks…hiks.” Terdengar suara isak tangis Sungmin di taman dimana ia pernah bermain bersama Kyunnie teman baiknya. “Sungmin.” Panggil seseorang, Sungmin langsung menghapus jejak air matanya dan menatap kearah sosok anak laki – laki yang kini duduk di ayunan samping Sungmin.

“Kyuhyun.” Gumam Sungmin lirih dan mulai menangis lagi. “Eh~ kok nangis lagi.” Ucap Kyuhyun malah merasa aneh.

“Kyuhyun, temanku tak mau menemuiku lagi.” Adu Sungmin disela isak tangisnya. Kyuhyun menunduk bersalah karena dirinyalah yang membuat Sungmin menangis.

“Minnie, jangan menangis lagi.” Pinta Kyuhyun, Sungmin menatap Kyuhyun dengan berlinang air mata sambil sesegukkan. “Kyuhyun tak akan mengerti, Kyuhyunkan punya banyak teman.” Ucap Sungmin, Kyuhyun terdiam dan merunduk.

“Hahaha.” Tawa Kyuhyun renyah membuat Sungmin takut. “Apa yang lucu?” Tanya Sungmin curiga dengan tingkah Kyuhyun.

“Kau lucu, hahaha.” Tawa Kyuhyun, Sungmin cemberut dan menendang kaki Kyuhyun. “AW, Minnie sakit, kenapa malah menendangku.” Marah Kyuhyun seraya menatap tajam kearah Sungmin.

“Siapa suruh? Malah ketawa.” Ucap Sungmin seraya menghapus jejak air matanya, Kyuhyun yang awalnya ingin marah malah menghela nafasnya dan mengulurkan tangann untuk membantu Sungmin menghapus air matanya.

“Aku bisa jadi teman Minnie.” Ucap Kyuhyun seraya berayun saat ia menarik tangannya untuk berpegangan pada rantai ayunan. Sungmin hanya bisa diam dan menatap Kyuhyun senang.

“Kyuhyunkan memang temanku.” Ucap Sungmin seraya ikut berayun tapi Kyuhyun malah terdiam dan diam – diam tersenyum senang. Pada hari itu Kyuhyun dan Sungmin bermain bersama walaupun Kyuhyun sering marah karena permainan yang selalu inginkan permainan perempuan.

6 tahun kemudian
“Minnie!!!” Terdengar suara nyaring dari arah belakang sosok gadis kecil yang sedang beranjak dewasa. “Ich, Kyuhyun! Akukan gak tuli!” Bentak Sungmin seraya berbalik untuk memukul Kyuhyun yang sejak lulus dari SMP selalu menjahilinya.

“Aduh, Minnie sakit.” Erang Kyuhyun saat Sungmin memukulinya dengan tas yang entah apa isinya. “Biarin.” Marah Sungmin terus memukuli Kyuhyun.

“Sungmin, sudah Kyuhyun kesakitan.” Ucap seorang gadis yang mereka kenal saat penerimaan murid baru pada tahun pelajaran pertama di SMA Peral Blue.

“Huft, untung ada Kibum, kalau tak ada habis kau.” Marah Sungmin seraya berkacak pinggang. “Weeekk.” Ejek Kyuhyun sambil melet – melet di belakang gadis yang bernama Kibum itu.

“Dasar Kyuhyun pabo.” Marah Sungmin seraya pergi begitu saja. “Kyuhyun! Kenapa kau selalu menjahili Sungmin?” Tanya Kibum seraya berkacak pinggang di hadapan Kyuhyun.

“Hmmm Entahlah, kurasa itu sudah hobiku sekarang.” Ucap Kyuhyun seraya bergidikkan bahunya sambil tersenyum manis, Kibum hanya menggelegkan kepalanya pelan.

“Kyuhyun, apa kau lihat Sungmin?” Tanya seorang lelaki tinggi tampan yang dulu juga adalah salah satu teman sekelas Sungmin dan Kyuhyun ketika SD yaitu Siwon.

“Untuk apa kau mencari Sungmin?” Timpal Kyuhyun dengan nada suara dingin. “Ck, kau ini selalu saja jika aku bertanya keberadaan Sungmin, selalu marah, haduh… aku mencarinya karena ia sedang di panggil oleh ketua theater untuk berkumpul, jadi jika kau bertemu dengannya, tolong sampaikan yah.” Jelas Siwon yang tahu sikap Kyuhyun yang sebenarnya sangat overprotektif dengan Sungmin, tapi selama ini Sungmin tak mengetahui hal itu.

“Iya, nanti aku sampaikan.” Ucap Kyuhyun dengan nada suara yang kembali bersahabat, Kibum yang selama kenal dengan Kyuhyun dan Sungmin, selalu merasa perhatian Kyuhyun dengan Sungmin terkadang berlebihan.

“Ya, baiklah, aku harus memberitahu anggota theater lainnya, sampai jumpa nanti.” Pamit Siwon seraya pergi, sesaat Kyuhyun mengambil kembali tas yang sempat terjatuh saat Sungmin memukulnya dan pergi.

“Kyuhyun kau ingin kemana?” Tanya Kibum pelan menahan lengan kanan Kyuhyun membuat Kyuhyun menoleh kearahnya. “Och, aku ingin mencari Sungmin, sampai jumpa di kelas nanti dah.” Pamit Kyuhyun seraya pergi melepaskan genggaman tangan Kibum dari lengannya.

Kibum sedikit terhenyak.”Apa Kyuhyun menyukai Sungmin?” Benak Kibum merasa goyah, karena selama ini ia sudah memendam perasaan pada Kyuhyun dan di saat Kibum memberitahukan perasaannya itu pada Sungmin, Sungmin mengatakan kalau dia dan Kyuhyun hanya teman membuat Kibum merasa ada kesempatan berasam Kibum, tetapi setiap bersama Kyuhyun, Kibum selalu merasa kehilangan akan kesempatan itu. Karena sikap Kyuhyun tak bisa jauh dari Sungmin.

===KyuMin===
“Huft, ternyata ada di sini.” Ucap Kyuhyun seraya duduk di samping Sungmin yang sekarang sedang duduk di bangku taman sekolah. “Mau apa lagi kesini, huft.” Dengus Sungmin ngambek dengan sikap jahil Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dan mencubit pipi Sungmin dengan gemas.

“Kyuhyun sakit.” Pekik Sungmin seraya memukul lengan tangan Kyuhyun yang sedang mencubit pipinya. Kyuhyun langsung melepaskan cubitannya dan menatap Sungmin. “Tadi Siwon mencarimu.” Ucap Kyuhyun, Sungmin langsung mendekat kearah Kyuhyun.

“Untuk apa dia mencariku?” Tanya Sungmin, Kyuhyun memutar kedua bola matanya berpikir – pikir sejenak membuat Sungmin jengah dengan sikap Kyuhyun. “Kyuhyun ayo jawab.” Pinta Sungmin seraya menggoyang – goyangkan tubuh Kyuhyun.

“Dia bilang para anggota theater di minta untuk berkumpul.” Ucap Kyuhyun, Sungmin terdiam. “Theater, hmm aku gak mau ngumpul.” Ucap Sungmin berhenti menggoyangkan tubuh Kyuhyun. Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya bingung.

“Tumben sekali, biasanya ‘Apa benarkah ya sudah aku pergi dah’.” Ucap Kyuhyun seraya memperagakan tingkah Sungmin yang biasanya langsung senang saat mendengar yang namanya theater. Sungmin menatap tajam kearah Kyuhyun.

“Percuma bicara dengan kau, huft.” Dengus Sungmin beringsut menjauh dari Kyuhyun. “Hahaha, memangnya kenapa? apa kau tak ingin menemui guru tampanmu itu?” Terdengar suara Kyuhyun yang bernada mengejek, Sungmin menoleh pelan kearah Kyuhyun.

“Apa?” Tanya Kyuhyun bingung dengan tatapan Sungmin. “Kyunnie.” Gumam Sungmin, Kyuhyun terpaku mendengar ucapan Sungmin. “Oh, tidak apa dia sudah tahu?” Benak Kyuhyun merasa takut.

“Aku merindukannya.” Bisik Sungmin, Kyuhyun masih terdiam tak bisa berbicara saat ia melihat Sungmin terisak kecil. “Bahkan sampai saat ini, kau masih memkirkan Kyunnie.” Benak Kyuhyun seraya mengulurkan tangannya untuk menepuk bahu Sungmin tetapi ia urungkan niatnya.

“Ya, sudah aku ingin kembali ke kelas.” Ucap Sungmin seraya pergi meninggalkan Kyuhyun yang sekarang hanya bisa terpaku ditempatnya.

Di kelas
KIbum menatap Kyuhyun yang baru saja duduk di tempat bangkunya.
“Ada dengan Kyuhyun, kenapa wajahnya murung seperti itu?” Benak Kibum bingung dengan tampang Kyuhyun yang begitu aneh. Karena penasaran Kibumpun melangkah menuju ke tempat Kyuhyun dan duduk disampingnya.

“Hmm.” Kyuhyun bergumam pelan dan menatap kearah Kibum yang ada di sampingnya. “Kau kenapa Kyu?” Tanya Kibum pelan, Kyuhyun menghela nafas pelan. “Tidak apa – apa, aku hanya merasa kurang enak badan.” Jawab Kyuhyun dengan nada suara datar.

“Benarkah, lebih baik kau ke UKS saja.” Ucap Kibum perhatian, Kyuhyun tersenyum dan menepis pelan tangan Kibum saat ingin menariknya pergi. “Tidak usah, nanti juga sembuh, terlebih lagi setelah inikan pelajaran olahraga sayang jika aku tak ikut.” Terang Kyuhyun, Kibum tersenyum senang mendengarnya tak lama setelah itu tampak seorang guru meminta para murid untuk mengganti baju mereka dengan baju olahraga dan berkumpul di lapangan.

“Ya, sudah aku mau mengganti baju dulu.” Ucap Kyuhyun seraya keluar meninggalkan Kibum yang mengangguk mengiyakan.

Sedangkan di kelas Sungmin yang kebetulan juga pelajaran olahraga sekarang sedang berkumpul dilapangan sekolah.

“Baiklah, kita hari ini bermain bola tangan saja, sekarang buat 2 kelompok, setelah itu salah satu ketua dari 2 kelompok suit dan siapa yang menang itu yang akan menjadi tim yang melempar, mengerti.” Jelas guru Junsu, Sungmin dan teman – temannya langsung memisahkan diri membuat 2 tim dan yang kalah adalah tim Sungmin sehingga mereka harus menjadi bahan lemparan tapi siapa yang bisa mendapatkan bola yang di lempar dari tim menang ia bisa melempar kembali kearah tim yang menang.

Karena Sungmin yang tidak focus dengan permainan tanpa di sengaja Sungmin terkena lemparan bola yang cukup keras di kepala bagian belakangnya.

“Kyyyaaa. Sungmin!” Teriak teman – teman Sungmin histeris saat mereka melihat Sungmin terjatuh pingsan, sosok Kyuhyun yang baru saja keluar menuju kelapangan saat mendengan nama Sungmin langsung berlari kearah kerumunan yang sedang histeris.

“Minggir.” Ucap Kyuhyun seraya masuk kedalam kerumunan dan di lihatnya Sungmin sedang tebaring pingsan. Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung mengangkat tubuh Sungmin dan pergi menuju ke UKS. Saat di UKS Kyuhyun langsung membaringkan Sungmin di ranjang yang memang di sediakan.

“Kenapa dengan Sungmin?” Terdengar suara yang mengagetkan Kyuhyun. “Bu Hime.” Gumam Kyuhyun merasa lega karena suara itu adalah suara guru kesehatan di sekolah SMA pearl Blue.

“Kau belum menjawab pertanyaan ibu, kenapa dengan Sungmin?” Tanya guru Hime seraya memeriksa keadaan Sungmin, Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan BUGH tiba – tiba saja tubuh Kyuhyun oleng dan ia pingsan membuat guru Hime kebingung.

===SUNGMIN===
“Sungmin, aku menyukai Kyuhyun”

“Ini, seperti…” Benak Sungmin seraya mengawasi sekelilingnya.

“Sungmin! Kau dengar tidak.” “Suara ini seperti.” Benak Sungmin seraya menoleh kearah orang yang disampingnya.

“Aku menyukai Kyuhyun.” Ulang seorang gadis yang sangat dikenal Sungmin.

“Kibum.” Bisik Sungmin. Gadis itu tersenyum.

“Jadi apa menurutmu, Kyuhyun juga menyukaiku?” Tanya Kibum dengan senyum manis, Sungmin ikut tersenyum.

“Hmm, bagaimana yah, biarpun aku sering bersama Kyuhyun, aku tidak begitu tahu dengan tipe perempuannya Kyuhyun itu seperti apa.” Jelas Sungmin, Kibum hanya manggut – manggut dan menatap Sungmin.

“Sungmin, apa kau menyukai Kyuhyun?” Tanya Kibum pelan kearah Sungmin, Sungmin berpikir – pikir sejenak dan membalas tatapan Kibum. “Tidak, aku selama ini menganggapnya teman.” Ucap Sungmin dengan senyum manis, Kibum tampak senang mendengar itu.

Gelap!
“Kenapa jadi gelap?” Ucap Sungmin tapi tak ada jawaban dari gadis yang ada disampingnya. “Kibum kau…” Ucap Sungmin terputus saat ia menyadari Cuma sendirian.

“Sungmin, terima kasih yah.” Terdengar suara lain dari arah belakang Sungmin, Sungmin menoleh dan ditatapnya sosok yang lebih kecil dari dirinya.

“Kyunnie.” Bisik Sungmin senang dan mendekat tetapi sosok itu menghilang di telan kegelapan. “Kyunnie jangan pergi.” Panggil Sungmin seraya berlari tapi sosok itu menjauh dan terus menghilang ditelan kegelapan. Sungmin tak tahan lagi iapun menangis seraya masih mencoba menggapai sosok temannya itu.

“Sungmin, aku harus pergi.” Terdengar suara yang berbeda dari arah belakang Sungmin, Sungmin dengan cepat menoleh dan di tatapnya sosok Ryeowook temannya.

“Ryeowook.” Tangis Sungmin seraya menghambur kepelukan temannya bernama Ryeowook. “Sudah, cup cup cup. Bukannya Minnie tak akan menangis lagi.” Ucap Ryeowook dengan lembut, Sungmin melepas pelukannya dan mengangguk.

“Sungmin sampai jumpa.” Ucap Ryeowook seraya pergi melepaskan pelukan Sungmin dan ikut menghilang kedalam kegelapan, Sungmin terduduk lemas ia memeluk kedua lutut kakinya dan menangis dalam diam.

“Aku mau menjadi temanmu.” Terdengar Suara yang taka sing bagi Sungmin, ia menoleh kesamping dan di lihatnya sosok Kyuhyun yang sedang duduk di tempat yang bercahaya putih terang, Sungmin mengakat wajahnya menatap lebih jelas kearah Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan di tempat gelap itu, kemarilah di sini menyenangkan.” Ucap Kyuhyun, Sungmin tersenyum dan beranjak menuju ketempat itu tetapi saat ia mendekat, kegelapan malah menelan cahaya itu, saat menyadari itu, Sungmin berhenti melangkah.

“Sungmin.” Gumam Kyuhyun ia tersenyum dan melangkah menuju kearah Sungmin, memasuki tempat gelap dimana Sungmin sedang menutup wajahnya menangis. “Jika tak bisa kesana, biarkan saja aku kesini.” Ucap Kyuhyun, Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap senang kearah Kyuhyun.

“Kembali Kyuhyun.” Pinta Sungmin, Kyuhyun masih diam di tempatnya menatap Sungmin sayang. “Kyuhyun cepat kembali, nanti kau juga akan hilang di kegelapan.” Pinta Sungmin seraya mendorong tubuh Kyuhyun untuk kembali ketempatnya. Kyuhyun hanya diam dan BUGH Kyuhyun memeluk erat Sungmin, Sungmin terdiam.

“Kyuhyun.” Gumam Sungmin kaget, Kyuhyun tersenyum dan mempererat pelukannya. “Jika seperti ini aku tak akan menghilang.” Ucap Kyuhyun, Sungmin tertawa renyah dan membalas pelukan Kyuhyun.
Terang!
Terang!
Dan. . .

Tik Tok Tik Tok
Terdengar suara jam dinding membuat Sungmin membuka lebar matanya.
“Ini.” Gumam Sungmin seraya bangkit dan menatap keselelilingnya.”Inikan ruang UKS.” Gumam Sungmin bingung, dan saat ia menoleh kesampinganya.

“Tangan ini.” Gumam Sungmin saat ia menyadari ada sebuah tangan sedang menggenggam tangan kirinya, Sungmin menatap kearah sosok yang sekaran terbaring lemah dengan wajah yang pucat. “Kyuhyun.” Gumam Sungmin kaget dan langsung mendekat kearah Kyuhyun yang sekarang terpejam tampak sangat lelah.

“Apa dia sakit.” Gumam Sungmin seraya meletakkan kepala tangannya diajidat Kyuhyun. “Panas sekali.” Ucap Sungmin, tatapan Sungmin terus tertuju pada wajah Kyuhyun. Dan perlahan Sungmin membalas genggaman tangan Kyuhyun.

“Terima kasih.” Bisik Sungmin seraya merapikan rambut Kyuhyun yang agak berantakkan. Tapi di balik itu semua tampak sosok Kibum sedang mematung di depan pintu UKS. Ia melangkah mundur untuk tidak menganggu Sungmin dan Kyuhyun.

“Ngh.” Lenguh Kyuhyun seraya membuka matanya. “Akh, Sudah bangun.” Ucap Sungmin dengan senang yang masih duduk di atas ranjangnya, Kyuhyun mengerjap – ngerjapkan matanya menatap Sungmin.

“Kau.” Ucap Kyuhyun terhenti saat ia menyadari tangannya dan tangan Sungmin sedang bertautan, saat menyadari itu Kyuhyun langsung menarik tangannya. “Hmm, kau sudah baikkan?” Tanya Kyuhyun gugup.

“Iya, ini berkatmu, terima kasih.” Ucap Sungmin, Kyuhyun mengangguk senang. “Tapi tadi aku bermimpi.” Ucap Sungmin, Kyuhyun menatap Sungmin penasaran. “Mimpi apa?”Tanya Kyuhyun bingung.

“Tadi aku memimpikanmu.” Ucap Sungmin, Kyuhyun tersenyum dan berdeham. “Memangnya mimpi tentang apa?” Tanya Kyuhyun pura – pura cuek padahal dia sangat antusias.

“Hmm, kita berpelukan.” Ucap Sungmin dengan polosnya, Kyuhyun langsung membelalakan matanya. Glek! “Benarkah” Ucap Kyuhyun kaget, Sungmin menangguk cepat.

“Iya.” Balas Sungmin dengan senyum senang, sedangkan wajah Kyuhyun entah kenapa berubah menjadi begitu merah. “Kyuhyun, kenapa wajahmu memerah, apa kau masih sakit?” Tanya Sungmin seraya mendekat kearah Kyuhyun, Kyuhyun hanya diam dan saat Sungmin semakin mendekat dan…

“Apa aku memelukmu seperti ini?” Tanya Kyuhyun yang langsung menarik Sungmin kedalam pelukannya. Sungmin terpaku dan lidahnya entah kenapa menjadi begitu kelu.

“Minnie.” Panggil Kyuhyun seraya melepaskan pelukkannya untuk menatap wajah Sungmin, Sungmin menundukkan wajahnya membuat Kyuhyun cemas kalau – kalau ia membuat Sungmin menangis.

“Mi…Mi.” Ucapan Kyuhyun terbata – bata saat perlahan Sungmin mengangkat wajahnya. “Aku…aku…” Gumam Sungmin dengan nada suara yang aneh membuat Kyuhyun cemas. “Aku apa Minnie? Apa kau sakit?” Tanya Kyuhyun bertubi – tubi, Sungmin menggelengkan kepalanya cepat.

“Lalu kenapa?” Tanya Kyuhyun, Sungmin tersenyum dan “Aku menyukai Kyuhyun.” Bisik Sungmin, Kyuhyun terdiam dan menapat Sungmin tak percaya.

“Apa yang kau bilang tadi?” Tanya Kyuhyun tak percaya, Sungmin memanyunkan bibirnya cemberut. “Aku menyukai Kyuhyun.” Ulang Sungmin dengan malu – malu, Kyuhyun terhenyak dan menunduk.

“Kyuhyun, tidak suka yah kal…” Ucapan Sungmin terhenti saat tiba – tiba Kyuhyun menariknya dan mencium sekilas bibirnya. “Aku juga…aku juga menyukaimu Minnie.” Bisik Kyuhyun, Sungmin tersipu malu dan Kyuhyun kembali merangkuh Sungmin kepelukannya.

===KIBUM===
“hah, memang sejak awal aku memang sebagai orang ketiga antara mereka berdua.” Gumam Kibum, saat melangkah di lorong kelas.

“Hm, ki…kibum.” Panggil seseorang membuat Kibum menoleh dan di tatapnya sosok seorang lelaki bertampang cupu mendekatinya. “Iya.” Sahut Kibum dengan perasaan bingung.

“Hmm, anu… ini ada seseorang yang memberikan ini untukmu.” Ucap lelaki itu seraya menyodorkan sepucuk surat, Kibum menaikan sebelah alisnya dan mendongak menatap kearah belakang sosok lelaki cupu itu untuk menemukan sosok yang dimaksud oleh lelaki cupu yang ada dihadapannya.

“Hm, kalau begitu tolong sampaikan terima kasihku untuk orang itu.” Ucap Kibum seraya meraih surat yang di sodorkan padanya. “Itu pasti.” Ucap lelaki cupu itu seraya pergi meninggalkan Kibum. Kibum yang begitu penasaran melihat kedalam surat dan di raihnya sebuah kertas lembaran yang bertulisan.

Walaupun kau tak menganggapku ada, tapi aku selalu ada di sekitarmu
Walaupun ku tahu hatimu bukan untukku, tapi aku selalu mengharpakanmu
Tak peduli kau peduli atau tidak
Tapi mencintaimu adalah hal yang benar bagiku
By. ~S~

Kibum tersenyum membaca surat itu.

“Aigoo, kenapa tak menunjukkan dirimu jika kau peduli?” Gumam Kibum sambil tertawa senang seraya menyimpan surat itu di kantung baju olahraganya dan melangkah pergi.

“Bukannya tidak mau menunjukkannya tapi belum saatnya.” Gumam seseorang dengan senyum misterius dari balik tembok.

“Kenapa tak menyerahkannya sendiri?” Tanya anak lelaki cupu yang sekarang membuka kaca matanya dan membuka kancing bajunya yang menyesakkan lehernya. “Maaf, Maaf tapikan tak apa – apa sekalian latihan acting.” Kata lelaki yang kini dengan senyum manis kearah temannya yang sedang menggerutu.

“Tapi lain kali lakukan sendiri.” Ucap lelaki yang teranyata hanya menyamar menjadi lelaki cupu itu seraya pergi. “Iya, maaf yah.” Ucap lelaki yang kini hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

===KYUMIN===
Pulang sekolah
“Kyuhyun kita mau kemana?” Tanya Sungmin bingung saat dengan antusiasnya Kyuhyun menarik Sungmin pergi. “Mengungkap rahasiaku.” Jawab Kyuhyun, Sungmin yang masih bingung hanya bisa mengikuti langkah Kyuhyun yang sedang menariknya itu.

“Inikan.” Ucap Sungmin kaget saat Kyuhyun membawanya kerumah Kyunnie teman yang tak pernah ingin menemuinya lagi. “Kyuhyun, aku takut di…” Ucap Sungmin terhenti saat ia melihat Kyuhyun dengan antengnya masuk kedalam rumah temannya Kyunnie.

“Kyuhyun.” Panggil Sungmin cepat dan saat Kyuhyun menarik Sungmin untuk masuk kedalam halaman. “Kyu.” Melas Sungmin tapi Kyuhyun hanya tersenyum dan membawa Sungmin masuk kedalam rumah.

“Aku pulang.” Ucap Kyuhyun saat masuk, Sungmin terdiam dan menatap Kyuhyun tak percaya. “Omo Kyunnie udah pulang.” Ucap Ibu Kyuhyun seraya menghambur kepelukan Kyuhyun. “Amma, ada Sungmin.” Bisik Kyuhyun, Ibunya langsung melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin senang.

“Akhirnya Sungmin main kesini kembali.” Ucap Ibu Kyuhyun seraya memeluk Sungmin sayang. “Akh Minnie kau sudah pulang.” Terdengar suara lain dari arah belakang ibu Kyuhyun. “Ibu” Gumam Sungmin benar – benar tak bisa mencerna apapun yang terjadi, ia langsung menatap Kyuhyun minta penjelasan apa yang terjadi. Kyuhyun memutar kedua bola matanya.

“Minnie, akulah Kyunnie.” Bisik Kyuhyun, Sungmin terdiam tapi sedetik kemudian Sungmin langsung kaget dan terperangah.

“Jadi, selama ini. Kyunnie yang . . .” Ucap Sungmin terpotong saat ia melihat ibunya dan Ibu Kyuhyun mengangguk. “Dasar.” Desis Sungmin berbahaya seraya memukul kuat Kyuhyun.

“Aduh, Minnie … amma tolong aku.” Pinta Kyuhyun yang hanya di sahut tawa dari Ibunya dan Ibu Sungmin, tapi setelah Ibu Kyuhyun dan Sungmin kembali kedapur yang tampaknya sedang membuat sebuah kue.“Dasar, kenapa tak bilang.” Marah Sungmin, Kyuhyun menahan kedua tangan Sungmin.

“Iya, iya tapi udah mukulnya, nanti ku jelaskan.” Ucap Kyuhyun berusaha keras menahan tenaga Sungmin. “Sudah Minnie, biarkan Kyuhyun jelaskannya padamu.” Ucap Ibu Sungmin, Sungmin hanya cemberut dan melepaskan kedua tangannya yang sedang di tahan oleh tangan Kyuhyun.

“Ya, sudah.” Ucap Sungmin menyerah, Kyuhyun tersenyum senang dan iapun meminta Sungmin untuk duduk di sofa ruang tamu lalu Kyuhyunpun menjelaskan semuanya.

“Aku selama ini mencari – carimu dan aku sangat sedih saat aku mendengar kalau kau tak ingin bertemu denganku lagi.” Ucap Sungmin sedih. “Tapi buktinya aku selalu bersamamu bukan.” Ucap Kyuhyun, Sungmin tersenyum dan mengangguk.

“Nah, jadi … kita masih pacarankan.” Ucap Kyuhyun. Sungmin terdiam dan memiringkan kepalanya. “Apa itu pacaran?” Tanya Sungmin, Kyuhyun terdiam dan . . .

“Jangan bilang kau tak tahu apa itu pacaran.” Ucap Kyuhyun dengan tatapan menyelidik, lalu perlahan Sungmin menanggapinya dengan gelengan kepala. Seketika Kyuhyun memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya, saat ia membuka matanya.

“Kenapa Kyu?” Tanya Sungmin, Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya, tapi Sungmin tahu itu bukan jawaban yang ia inginkan. “Kyuhyun ayo bilang.” Pinta Sungmin dengan manja. Kyuhyun masih menggelengkan kepalanya tak ingin bicara. Sungmin cemberut masih meminta Kyuhyun untuk menjawabnya.

“Kyu.” Panggil Sungmin, Kyuhyun tersenyum kearah Sungmin. “Pacar itu teman yang paling dekat, teman yang paling di sayang, dan teman yang selalu menemanimu dan menjagamu, Minnie.” Jelas Kyuhyun, Sungmin terdiam.

“Seperti Kyuhyun.” Ucap Sungmin, Kyuhyun mengangguk. “Baiklah kita pacar.” Ucap Sungmin polos, Kyuhyun ingin sekali tertawa dengan ucapan Sungmin, tapi dari pada ia di pukuli ia lebih baik diam saja.

“Minnie pacaran itu juga, seperti yang kita lakukan di UKS tadi.” Bisik Kyuhyun dengan senyum smirknya, Sungmin langsung merunduk malu. “Apa kau mau aku lakukan lagi.” Bisik Kyuhyun, Sungmin kaget dan beringsut menjauh tetapi tangan Kyuhyun sudah merangkuhnya sehingga ia tak bisa menjauh, Kyuhyun dengan perlahan mendekat dan…

“Ehem, Kyuhyun.” Deham seseorang membuat suasana hati Kyuhyun yang baik menjadi buyar dengan acuh Kyuhyun menatap kearah sosok Ibunya yang sedang berkacak pinggang dihadapannya. “Haduh anak dan ayah ternyata sama saja.” Gumam Ibu Kyuhyun seraya menepuk jidanya menyerah. Sedangkan Sungmin langsung beranjak pergi menghambur kepelukan Ibunya dan menunjuk takut kearah Kyuhyun.

Semenjak itulah mereka dipersatukan.

THE END


2 thoughts on “Destiny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s