FF~KyuMin~{I MY ME MINE Chapter 11 C} Ending Story


 

[Leeteuk] This song is dedicated to the world’s biggest fan club

The “ELF”, my girls, my angels.

 

“Ku harus menemukan berkas itu.” Gumam Henry tanpa sepengetahuan siapapun seraya membuka satu persatu lemari di dalam kamar itu. Tapi tak lama Henry sedang berkutat dengan laci – laci meja yang ia buka tanpa ia sadari tampak sosok seorang namja mempergoki apa yang dilakukannya.

 

“Siapa kau sebenarnya?” Terdengar suara dari arah belakang Henry, seketika Henry berhenti bergerak dan menoleh kebelakang dengan secara perlahan.

 

“Henry-ssi? Siapa kau sebenarnya?” Tanya sosok namja yang tak lain adalah Siwon sambil menatap Henry tajam, Henry tertawa sinis kearah Siwon.

 

 Siwon yang hanya diam dan mengawasi setiap gerak – gerik Henry yang mulai melangkah ke arah dirinya.

 

“Aku adalah…” Ucap Henry terhenti sesaat dan mulai menatap Siwon dan tersenyum simpul.

 

“Aku adalah orang yang akan mengembalikan masa lalu suram Sungmin dan Kibum menjadi masa depanmu.” Ucap Henry, Siwon hanya terdiam sambil menatap Henry kaget, lalu sedetik kemudian senyum sinis Henry kembali berubah menjadi senyum ramah.

 

“Lakukanlah.” Tukas Siwon dengan nada suara yang tegas, Henry tersenyum dan menepuk bahu Siwon.

 

“Sudah malam, semoga mimpimu indah.” Ucap Henry seraya pergi menginggalkan sosok Siwon yang sedang terpaku tidak percaya dengan ucapan Henry barusan. Saat keluar Henry berpapasan dengan Kibum.

 

“Selamat malam Kibummie.” Sapa Henry ramah, Kibum hanya mengangguk dan menatap sosok Siwon yang tampak kaku di dalam kamar ibunya. Kibum yang awalnya ingin bertanya ada apa dengan Siwon kepada Henry tetapi sosok Henry telah menghilang entah kemana, saat Kibum kembali untuk melihat sosok Siwon, ia sedang menemukan sosok Siwon sudah berada di hadapannya.

 

“Selamat malam Kibum.” Ucap Siwon seraya pergi meninggalkan Kibum yang baru saja ingin bertanya apa yang terjadi padanya.

 

SIWON

 

“Ammaku, apa yang pernah ammaku lakukan selain mengambil kehidupan keluarga CHO?” Batin Siwon seraya berpikir keras dengan ucapan Henry.

 

“Ehem.” Deham seseorang mengagetkan Siwon saat berjalan di lorong yang menuju ke ruang tengah. Siwon menoleh dan di tatapnya sosok Kyuhyun yang mulai menyamakan langkahnya dengan langkah Siwon.

 

“Kau belum tidur.” Ucap Siwon, Kyuhyun hanya mengangguk.

 

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Siwon, Kyuhyun tertawa kecil dan menatap Siwon.

 

“Tentu saja memikirkan Sungmin.” Batin Kyuhyun, Siwon yang tak dapat jawaban dari Kyuhyun hanya bisa mengerutkan keningnya merasa aneh dengan tingkah Kyuhyun.

 

“Wae?” Tanya Kyuhyun merasa aneh dengan tatapan Siwon.

 

“Kelihatannya ada yang aneh.” Curiga Siwon, tapi tatapan Kyuhyun langsung berubah dan menatap Siwon serius.

 

“Wae?” Kali ini Siwon yang bertanya akan tatapan Kyuhyun, Kyuhyun berhenti melangkah dan begitu juga Siwon.

 

“Hmm, apa kau merasa aneh dengan tingkah Henry?” Tanya Kyuhyun membuat Siwon terpaku dan menatap Kyuhyun serius.

 

“Apa kau juga merasakannya?” Tanya Siwon, Kyuhyun hanya mengangguk.

 

“Yah, ku merasakan dia akan merebut Sungmin.” Jawab Kyuhyun dengan tampang marah, tetapi ia malah membuat Siwon hampir terjatuh karena ucapannya itu.

 

“Ck, dasar! Ku sangka dia curiga dengan tingakah misterius Henry, tapi ternyata hal ini.” Batin Siwon sambil meringis malas melihat tingkah Kyuhyun.

 

“Apa kau juga merasakannya, kalau dia itu akan merebut Sungmin?” Ucap Kyuhyun, Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak tertarik untuk mendengar lebih lanjut ucapan Kyuhyun yang mulai ngaur. Siwon melangkah menuju ruang tengah meninggalkan Kyuhyun yang masih berkutat dengan pikiran negatifnya tentang Henry tampak seperti orang gila.

 

“Huh, dasar! Tapi, Sungmin??? Hmm sejak kapan dia mulai memikirkan Sungmin seperti ini.” Batin Siwon sambil tersenyum aneh dan terus melangkah menuju ke rauang tengah.

 

Keesokan harinya

 

“Kyuhyun!” Bentak Heechul ketika menahan Kyuhyun yang ingin menghampiri Sungmin dan Henry di taman, “Noona, apa yang kau lakukan, aku harus menjauhkan Sungmin dari orang aneh itu.” Berontak Kyuhyun masih susah payah untuk melangkah kearah Sungmin, Sungmin yang sudah tahu keadaan Kyuhyun tapi tetap anteng duduk di samping Henry.

 

“Minnie, apa kau tak kasihan melihat suamimu itu.”Bisik Henry pelan, Sungmin menggeleng cepat. “Biar saja sekali – sekalikan boleh ngebuat tu orang sengsara.” Ucap Sungmin seraya tertawa licik.

 

“Hm, kalian ini suami istri yang aneh.” Ceplos Henry tanpa sadar. “Apa kau bilang?” Bentak Sungmin marah, Henry hanya bisa mengatup bibirnya dan tersenyum tanpa arti yang jelas.

 

“Huft, dengar yah, yang aneh itu Kyuhyun bukan aku.” Ucap Sungmin seraya melipat kedua tangannya marah.

 

“Iya, iya, aku tahu.” Ucap Henry menyerah dari pada ia harus cek cok panjang dengan Sungmin. “Argh, Sungmin awas kau.” Terdengar teriakan Kyuhyun yang bernada mematikan kearah Sungmin yang kali ini mencoba menoleh ke belekang dan di tatapnya setumpuk mayat hidup – eh maksudnya setumpuk manusia di samping Kyuhyun, Sungmin yang melihat itu langsung membelalakan matanya melihat Heechul, Siwon, Donghae, bahkan Kibum dan Eunhyukpun tebaring saling bertumpukkan dalam keadaan kepala berkunang – kunang.GLEK

 

“Ini akibatnya menghalangiku.” Ucap Kyuhyun dengan tatapan yang mengartikan jika Sungmin masih berani tak menghiraukannya dan pergi bersama Henry, maka Sungmin juga akan seperti tumpukan manusia itu, Sungmin yang melihat itu akhirnya berdiri dan menghampiri Kyuhyun yang masih di penuhi aura gelap di sekelilingnya.

 

“Yeobo.” Panggil Sungmin dengan mesra dan meraih lengan Kyuhyun dengan senyum manis yang ia buat sedemikian mungkin. Sedangkan manusia – manusia yang ada di samping mereka langsung terbelalak dan duduk dengan tampang tak percaya kearah Sungmin dan Kyuhyun.

 

“Aku gak mimpikan.” Gumam Heechul seraya mencubit lengan tangan kanan Siwon. “AW, Heechul kenapa mencubitku.” Marah Siwon, Heechul tak menjawabnya malah ia bersikap seperti orang bodoh. “Ternyata tak mimpi.” Ucap Heechul ketika mendengar erang kesakitan Siwon.

 

“Aku marah.” Ucap Kyuhyun dengan nada suara lembut yang semakin membuat orang – orang di sekitar mereka merasa ngeri dengan suasana baru mereka – tentu saja selama ini mereka lebih tebiasa dengan suasana sengit antara Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Ya! Apa – apaan ini.” Gumam Kibum malah menatap Kyuhyun dan Sungmin dengan tampang horror. “Ini momen yang penting, jarang – jarang Kyuhyun dan Sungmin bisa berdua dengan nuansa drama romantic seperti ini.” Gumam Donghae berusaha tidak mengganggu pembicaraan Kyuhyun dan Sungmin yang mesra seraya meraih handphonenya lalu merekam adegan Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Donghae, ini privasi orang.” Bisik Eunhyuk. “Biar saja, sekali – sekalikan tak apa – apa.” Ucap Donghae dengan tampang antusias.”Chakkaman, apa mereka tak sadar masih ada kita di sini?” Tanya Siwon saat Kyuhyun dan Sungmin malah berpelukkan di hadapan mereka.

 

“Cinta itu memang buta.” Ucap Heechul dengan tampang iri kearah Sungmin dan Kyuhyun, sedangkan yang lainnya hanya menatap Heechul dan menjauh – takut takut Heechul ingin melampiaskan rasa cintanya kepada Hankyung tak tersampaikan lalu memilih untuk melampiaskannya pada orang lain, Eunhyuk yang tahu sikap Heechul selama ia mengenal Kyuhyun cepat – cepat mengamankan si Donghaenya. Sedangkan Siwon cepat – cepat mengamankan Kibum yang belum tahu sifat Heechul jika berurusan akan namanya cinta.

 

Sedangkan Kyuhyun yang merasa kurang leluasa dengan keberadaan orang – orang yang menghalanginya tadi, langsung menatap kearah orang – orang itu.

 

“Kalian.” Geram Kyuhyun seraya menatap dengan tampang sangar kearah orang – orang yang masing – masing mengamankan orang – orang yang mereka sayangi. Siwon dan Donghae yang tahu maksud Kyuhyun langsung melesat pergi terkecuali Heechul yang pikirannya entah melayang ke tempat antah berantah.

 

“Kenapa dengan Heechul eonni?” Tanya Sungmin menatap bingung dengan tingkah Heechul. “Sudah biarkan saja.” Balas Kyuhyun tak begitu peduli dan terus – terusan menatap Sungmin.

 

“Berhenti menatapku seperti itu, kau membuatku merinding.” Bisik Sungmin dengan nada suara takut, Sungmin yang sudah ada dalam rengkuhan Kyuhyun merasa kalau Kyuhyun akan berbuat yang tidak – tidak padanya.

 

EUNHAE

 

“Huft, untung saja.” Gumam Donghae lega saat menjauh dari keberadaan Kyuhyun dan Sungmin. “aku tak menyangka hubungan mereka sudah sangat jauh dari sebelumnya.” Ucap Eunhyuk, Donghae menatap Eunhyuk.

 

“lalu hubungan kita kapan  sejauh seperti mereka.” Ucap Donghae manyun, Eunhyuk yang tahu jelas jalur pembicaraan Donghae hanya bisa menghela nafas. “Donghae, bukankah sudah ku bilang aku masih ingin berkuliah, aku belum bisa menjadi istrimu saat ini.” Terang Eunhyuk, Donghae hanya menunduk dan sesekali menendangi kerikil kecil yang menghalangi langkahnya.

 

“Kasihan Donghae.” Bisik Siwon yang sedang berjalan dengan Kibum tak terlalu jauh dari Eunhyuk dan Donghae. “Tapi aku mendukung Eunhyuk eonni.” Tambah Kibum, Siwon berhenti melangkah dan menatap Kibum bingung.

 

“Apa kau juga berpikiran sama seperti Eunhyuk?” Tanya Siwon menatap serius kearah Kibum.

 

“Iya, sejak dulu aku selalu berharap, bisa berkuliah di universitas tinggi di seoul.” Curcol Kibum, Siwon tersenyum. “lalu kenapa tak mendaftarkan diri di universitas itu? Bukannya kau termasuk murid terpintar di sekolahmu.” Ucap Siwon, Kibum tersenyum miris.

 

“Aku tak mungkin masuk ke universitas itu.” Ucap Kibum sedih. “Kenapa apa ada masalah lain yang tak bisa kau selesaikan?” Tanya Siwon, Kibum tertawa renyah. “Yah begitulah.” Tutur Kibum. Siwon hanya bisa berpikir – pikir apa masalah yang belum Kibum selesaikan, sehingga ia enggan membicarakannya pada Siwon.

 

Sedangkan sosok Henry yang masih menikmati suasana sejuk di taman tampak jelas wajahnya berubah begitu dingin.

 

“Bagaimana caranya menemukan sebuah bukti kuat.” Benak Henry seraya menatap kearah lantai dua ruamh yang besar dimana Henry bisa pulang pergi saat ia punya alasan untuk ke rumah itu. Tapi saat melihat ke lantai atas pandangan Henry bertemu dengan sosok yang tak lain adalah Ibu Siwon selama ini ia incar dalam rencana penangkapannya. Dari kejauhan tampak jelas sebuah senyum licik, Henry yang tahu itu berpura – pura tak mengetahuinya dan merunduk hormat. Saat ia mengakat kembali kepalanya sosok wanita itu tak tampak lagi dari sudup pandangnya.

 

“Kau bisa tersenyum untuk saat ini, tapi tidak untuk lain waktu.” Ucap Henry. “Kau…” Terdengar suara seseorang mengangetkan Henry seketika Henry menoleh dan di tatapanya sosok yang paling ia kenal.

 

“Kau…kaukan.” Ucap Henry seraya menunjuk sosok lelaki yang kini sedang berdiri dengan tampang kaget.

 

“Hankyung-ssi.” Panggil Henry kaget. “Pak jaksa kenapa ada di sini?” Tanya Hankyung kaget, tapi saat dimana Henry ingin menjelas tiba – tiba tampak sosok Heechul yang langsung bergelayut di lengan Hankyung.

 

“Kalian.” Pekik Henry kaget seraya menatap Hankyung dan Heechul bergantian. Heechul yang bingung langsung menatap Hankyung dengan tatapan bertanya – Tanya.

 

“Hm, apa kalian saling kenal?” Tanya Heechul dengan tampang mencurigai kedua orang yang ada dihadapannya. “akh, tidak” “Iya.” Ucapan Henry dan Hankyung bersamaan. Heechul semakin curiga menatap Henry dan Hankyung yang tampak berbicara dengan isyarat menggunakan mata.

 

“Akh, maksudku… aku baru ketemu tadi yah, mungkin bisa dibilang saling kenal atau juga tidak.” Ucap Hankyung asal, Heechul memiringkan kepalanya bingung. “Akh sudahlah, katanya ada yang mau di omongi, ayo kita pergi.” Ajak Hankyung mengalihkan Heechul. “Tapi…” Ucapn Heechul terhenti saat dengan paksa Hankyung membawanya pergi.

 

“Fiuh.” Gumam Henry lega, tapi di arah sebaliknya tampak Hankyung menoleh sesaat kearah Henry. “Bagaimana seorang jaksa seterkenal Henry ada di sini.” Benak Hankyung dengan tampang curiga.

 

“Kau tidak mendengarkanku yah.” Marah Heechul saat ia menyadari kalau Hankyung hanya melamun. “Akh, apa kau bicara apa?” Tanya Hankyung gelagapan, Heechul melipat tangannya didada menatap tajam kearah Hankyung yang kalinya tampak seperti orang bodoh menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Sejak tadi kuperhatikan kau tampak seperti memikirkan sesuatu, katakan padaku ada apa?” Tanya Heechul, Hankyung menatap Heechul dan menghela nafas berat. “Hmm, namja yang ku temui ditaman tadi apa dia kerabatmu?” Tanya Hankyung pelan, Heechul menggelengkan kepalanya “Bukan dia bukan kerabatku, melainkan dia adalah kerabatnya Sungmin.” Jelas Heechul, Hankyung mengangguk pelan. “Memangnya kenapa?” Tanya Heechul bingung, Hankyung menatap serius kearah Heechul.

 

“Apa kau tahu siapa namja itu?” Tanya Hankyung lagi tanpa menghiraukan pertanyaan Heechul sebelumnya, Heechul memicingkan matanya. “Hankyung-ah, kenapa kau malah mengintrogasiku, akukan bukan penjahat.” Cemberut Heechul seraya menjauh dari Hankyung, Hankyung hanya tersenyum dan kembali menarik Heechul kedalam rengkuhannya.

 

“Aku hanya bertanya chagi.” Ucap Hankyung mesra, Heechul tersenyum senang dan menatap Hankyung. “Tidak, aku tidak tahu siapa dia, yang ku ketahui dia adalah kerabat Sungmin, tapi apa kau tahu siapa dia?” Timpal Heechul, Hankyung tersenyum.

 

“Tentu saja aku tahu dia.” Ucap Hankyung, Heechul dengan antusias melihat kearah Hankyung. “Benarkah, siapa dia ayo katakan.” Pinta Heechul, Hankyung berpikir sejenak tapi sedetik kemudian Hankyung mengisyaratkan Heechul untuk mencium pipinya. Heechul berhenti melangkah dan menatap Hankyung marah.

 

“Wae?” Tanya Hankyung bingung dengan sikap Heechul yang beberapa waktu itu kurang bersahabat. “Katakan dulu, baru aku popo.” Pancing Heechul, Hankyung memutar kedua bola matanya.

 

“Huft, iya iya… dia adalah seorang jaksa terkenal di seoul.” Jelas Hankyung dengan singkat, Heechul menoleh langsung kearah Hankyung. “apa seorang jaksa, tapi kenapa seorang jaksa bisa ada di rumahku.” Ucap Heechul, Hankyung menggidikkan bahunya.

 

“Hal itulah yang ingin ku tanyakan padamu.” Ucap Hankyung. “Tapi Sungminkan kerabatanya mungkin saja ia hanya ingin lebih dekat dengan kerabatnya.” Ucap Heechul dengan pikir positif, Hankyung menggelengkan kepalanya. “Seorang jaksa tak akan mungkin datang ketempat kerabatnya tanpa ada hal yang ia cari.” Jelas Hankyung, dengan cepat Heechul menimpali ucapan Hankyung dengan ucapan positif.

 

“Benarkah, tapi sepengetahuanku, jaksa Henry selalu mempunyai sebuah khasus dan khasus yang ia selesaikan bukanlah khasus biasa.” Jelas Hankyung, Heechul berpikir sesaat dan juga mulai curiga dengan keberadaan Henry.

 

“Menurutmu, apa Henry mengetahui tindakan ibunya Siwon.” Gumam Heechul, Hankyung terdiam dan menatap Heechul dengan begitu serius.

 

“Hal itu mungkin saja.” Ucap Hankyung, Heechul terdiam dan menundukkan kepalanya.

 

KyuMin

 

“Hmm, sudah 1 minggu lebih kau tak pergi kuliah apa kau mau di DO.” Tegur Sungmin saat ia melihat Kyuhyun malah dengan antengnya sedang bermain PSP di atas ranjang tanpa melihat kearah jadwal kuliahnya pada siang itu.

 

“Huft, biara aja.” Ucap Kyuhyun acuh yang masih focus mengutak – atik PSPnya, Sungmin hanya bisa menghela nafas berat melihat tingkah Kyuhyun. “Ya sudah, aku mau kuliah dulu.” Mendengar ucapan Sungmin, Kyuhyun langsung beranjak duduk di atas ranjang.

 

“Apa, kau bakal kuliah?” Pekik Kyuhyun terjengah mendengar ucapan Sungmin. “Tentu saja sayang sekalikan kalau appa sudah memasukkanku kuliah yang sama denganmu dan aku malah gak turun hanya gara – gara, alasan bulan madu mu itu.” Terang Sungmin.

 

“Kitakan memang bulan madu.” Ucap Kyuhyun, Sungmin hanya memicingkan matanya dengan desisan mematikan. “Itu benarkan.” Gumam Kyuhyun dengan ragu menatap kearah Sungmin yang sekarang menatapnya dengan tajam.

 

“Ya! Cho Kyuhyun-ssi” Panggil Sungmin dengan nada suara yang menakutkan, Kyuhyun menoleh menatap kearah Sungmin yang kali ini sudah duduk di pinggiran ranjang menatap dirinya dengan tajam.

 

“Wae?” Tanya Kyuhyun dengan tampang yang di buat sepolos sedemikian mungkin. “Kenapa hanya duduk saja, ayo berangkat.” Ucap Sungmin, Kyuhyun terdiam dan memanyunkan bibirnya memelas menatap Sungmin.

 

“Ayo, Kyuhyun … kau sudah membolos kuliah sangat lama dan alasanmu selalu sama yaitu, BULAN MADU.” Ucap Sungmin dengan nada penuh penekan pada kalimat terakhirnya. “Tidak mau, aku mau tidur.” Kali ini dengan kekanak – kanakan Kyuhyun menarik selimutnya dan bersembunyi dibawah selimut, Sungmin dengan gemas menarik selimut itu mencoba membuat Kyuhyun untuk beranjak.

 

“Ya! Nyonya Cho Sungmin, sudahku bilang aku tidak mau kuliah ya tidak mau.” Marah Kyuhyun saat Sungmin melemparinya dengan bantal. “Omo, Ya! Tuan Cho Kyuhyun, tak bisakah kau dewasa sedikit, huh! Kau sudah lama tak kuliah, palli.” Timpal Sungmin, Kyuhyun malah berusaha menghindar setiap lemparan bantal dari Sungmin.

 

“Aku mengantuk SungMinnie.” Geram Kyuhyun seraya menyembunyikan wajahnya kedalam bantal membelakangi Sungmin. “Bukannya kau baru saja main PSP, kok malah mengantuk, ayo bangun.” Pinta Sungmin berusaha menyeret Kyuhyun, tetapi bukannya Kyuhyun yang terseret malah Sungmin di tarik oleh Kyuhyun untuk ikut berbaring di sampingnya.

 

“Kita, bobo aja yah.” Pinta Kyuhyun dengan senyum manis. “Tidak.” Tolak Sungmin berusaha bangkit tetapi Kyuhyun menahannya untuk tetap berbaring. “Sudah kubilang tidur yah tidur.” Bisik Kyuhyun dengan nada yang begitu menakutkan.

 

Sungmin terdiam sesaat dan membiarkan dirinya untuk terbaring disamping Kyuhyun. “Aku tak bisa tidur.” Gumam Sungmin menghela nafas berat, Kyuhyun tersenyum dan mendekat. “Apa kau mau aku yang menidurkanmu?” Bisik Kyuhyun dengan nada suara yang muncurigakan, Sungmin dengan cepat menggelengkan kepalanya.

 

“Huft.” Dengus Kyuhyun kesal dan mengalihkan pandangannya kearah lain. “Kyu, ayo kuliah.” Pinta Sungmin yang kesekian kalinya sambil menarik – narik lengan baju Kyuhyun. Kyuhyun menahan tangan Sungmin yang menarik lengan bajunya.

 

“Besok saja.” Ucap Kyuhyun, Sungmin tersenyum. “Besok, sungguh apa kau yakin?” Tanya Sungmin antusias, Kyuhyun mengangguk tanpa menoleh kearah Sungmin dan tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus. Sungmin tersenyum.

 

“Kyu, Kyu?” Panggil Sungmin lemah tapi tak ada sahutan dari sang pemilik nama, perlahan Sungmin mendekat dan membiarkan tangan kiri Kyuhyun masih melingkar di pinggangnya.

 

HYEON AH

(Ibu Siwon)

 

“Bagaimana bisa Henry-ssi ada di sini?” Tanya seorang gadis paruh baya yang masih berparas cantik bernama Hyeon Ah yang dengan tampang marah kearah asisten pribadinya. “Maafkan saya nyonya, saya juga tidak begitu tahu, tapi aku mendapatkan sebuah informasi kalau nona Sungmin adalah kerabat jauh dari jaksa Henry.” Terang seorang namja berpakaian serba hitam dengan berperawakan tampan.

 

“Sungmin, jadi dia kerabat Sungmin.” Gumam Hyeon Ah, sang asisten hanya bisa mengangguk. “kalau begitu awasi juga Sungmin, ingat jangan sampai kehilangan kesempatan lagi.” Perintah Hyeon Ah dengan nada suara dingin.

 

“Baik, nyonya.” Ucap namja yang kalinya sedang membungkuk sesaat dan pergi.

 

“Aku harus mencari tahu apa yang di incar oleh Henry-ssi.” Gumam Hyeon Ah dengan tatapan menerawang jauh keluar jendela. “Amma!” Panggil seseorang mengagetkan Hyeon Ah.

 

“Akh, Siwon-ah.” Panggil Hyeon Ah dengan nada suara yang lembut, sedangkan sosok namja tampan dihadapannya malah menatapnya dengan tajam tampak sebuah siratan benci dari aliran wajahnya namja itu.

 

“Amma, tahu siapa Henry???” Tanya Siwon dengan tatapan penasaran. Hyeon Ah tersenyum pelan dan sekarang tatapannya berubah menjadi tatapan mengejek. “Kenapa?” Tanya Hyeon Ah.

 

“Amma berhentilah bertindak seperti ini.” Pinta Siwon, Hyeon Ah tertawa renyah menatap anaknya itu. “Kau, tampaknya sudah terpengaruh dengan si Kyuhyun itu.” Ucap Hyeon Ah seraya beranjak dan menghampiri anak kesayangannya – atau seorang anak yang akan menjadi penentu hidupnya untuk menghancurkan lebih jauh keluarga Cho.

 

“Tidak, aku tidak terpengaruh oleh siapapun, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri amma, aku ingin ini berakhir.” Jelas Siwon. “Tidak Siwon, ini tak bisa di hentikan, kita sudah terlalu jauh jadi biarkan saja semuanya.” Ucap Hyeon Ah.

 

“Tapi…” “Keluar” Hardik Hyeon Ah seraya mengalihkan pandangannya kearah lain. “Amma” “Cepat PERGI.” Titah Hyeon Ah tak ingin mendengarkan omong kosong dari Siwon. Siwon menundukkan wajahnya dan mulai berbalik lalu pergi menghilang dibalik pintu ruangan.

 

“Berhenti yang benar saja.” Gumam Hyeon Ah sambil tertawa lemah.

 

Sedangkan Siwon yang sedang melangkah dengan cepat kearah taman belakang, tiba – tiba saja ia bertabrakan dengan Kibum.

 

“Maaf.” Gumam Siwon terus melangkah pergi. “Si…” Ucap Kibum terhenti saat Siwon telah menghilang di balik dinding. “Dia kenapa?” Gumam Kibum merasa ada yang aneh terjadi pada Siwon.

 

“Kibum.” Terdengar suara seseorang dari arah belakang Kibum. “Akh, Cho Ajusshi.” Pekik Kibum kaget seraya membungkuk hormat. “Aigoo, kau itu adalah anakku Kibum-ah, panggil saja aku appa.” Pinta Appa Kyuhyun dengan senyum ramah, Kibum tersenyum dan mengangguk.

 

EUNHAE

“Eunhyuk-ah.” Panggil Donghae dengan suara manja, Eunhyuk memutar kedua bola matanya dan menatap Donghae yang bagaikan mayat hidup. “Wae?” Tanya Eunhyuk pelan.

 

“Ayo, kita menikah.” Pinta Donghae dengan tatapan memelas, Eunhyuk menghela nafasnya dan menatap Donghae miris.

 

“Ya! Bukankah kita sudah membahasnya tadi.” Ucap Eunhyuk, Donghae diam dan menatap kosong lurus kedepan, Eunhyuk merasa Donghae begitu tak bersemangat dengan cepat ia menyadarkan kepalanya di bahu Donghae. Donghae tersenyum senang.

 

“Lain kali saja kita membahasnya lagi.” Ucap Eunhyuk, donghae hanya mengangguk mengerti.

 

KyuMin

~SoRe~

 

Sungmin menggeliat pelan didalam pelukkan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun tetap terlelap walaupun Sungmin tidur dengan gelisah dipelukannya.

 

DREAM

FLASHBACK

“Minnie.” “hiks… hiks…!” Sungmin tetap terisak menangis menatap batu nisan di depan hadapannya. “Minnie, jangan menangis.” Suara itu menghampiri Sungmin yang saat itu baru berumur 7 tahun.

 

“Henry, Amma…Appaku.” Bisik Sungmin di selingah tangisnya. Sosok anak laki – laki yang juga seumur dengan Sungmin sekarang mengulurkan tangannya untuk menghapus jejak air mata Sungmin.

 

“Minnie, tinggal denganku saja yah.” Ucap Henry, dengan mata yang sendu Sungmin menatap kearah Henry. “Minnie, sendirian Henry.” Adu Minnie seraya memeluk Henry.

 

“Minniekan masih punya Henry dan Kibum.” Ucap Henry berusaha menenangkan Sungmin.

 

“Hiks. Hiks. Hiks” Isak tangis Sungmin.

FLASHBACK
DREAM End.

 

“Sungmin.” Panggil Kyuhyun pelan saat ia merasa Sungmin sedang bermimpi buruk. Sungmin membuka matanya pelan. “Gwaenchana?” Tanya Kyuhyun pelan.

 

“Ne mian, aku menganggu tidurmu lagi.” Gumam Sungmin seraya bangkit, Kyuhyun hanya diam dan menatap Sungmin dengan tatapan aneh. “Katakan padaku, kau sedang bermimpi apa?” Tanya Kyuhyun, Sungmin tersenyum tipis.

 

“Hmm, tidak terlalu penting.” Terang Sungmin, Kyuhyun meraih lengan tangan Sungmin dan mulai mendekat. “Kalau begitu kenapa kau selalu menangis?” Tanya Kyuhyun, Sungmin tersenyum.

 

“Kan hanya mimpi buruk Kyu, sudahlah lupakan saja.” Ucap Sungmin, Kyuhyun menghela nafas menyerah meminta Sungmin untuk menjelaskan bebannya dalam mimpi. “tapi, kita tertidur begitu lama, sampai sesore ini.” Ucap Sungmin saat melihat kearah jam, Kyuhyun menggidikan bahu tidak peduli.

 

“Sudah kita tidur saja lagi.” Ucap Kyuhyun seraya berbaring dan mencoba menarik Sungmin, tetapi dengan cepat ditepis Sungmin. “Huft, dasar pemalas.” Marah Sungmin seraya pergi. “Hey mau kemana?” Tanya Kyuhyun.

 

“Kemana saja.” Timpal Sungmin. “huft~Jangan sampai aku melihatmu menemui Henry.” Teriak Kyuhyun saat melihat sosok Sungmin telah menghilang dibalik pintu. “Huft~ awas saja.” Geram Kyuhyun.

 

Sungmin yang tak peduli dengan ucapan – ucapan Kyuhyun terus melangkah sampai ia melalui balkon lantai atas.

 

“Kibum, appa lihat kau dekat dengan Siwon.” Terdengar suara berat dari arah balkon membuat Sungmin berhenti melangkah dan menatap kearah balkon. “Akh, iya…Siwon-ssi sangat baik padaku.” Tutur Kibum, Sungmin merapat ke dinding untuk mendengarkan lebih jelas obrolan Kibum dan Appa Kyuhyun.

 

“Hmm, apa kau menyukainya, Kibum?” Tanya appa Kyuhyun dengan senyum ramah, Kibum tertawa pelan menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak appa, aku sudah menganggapnya sebagai kakakku sendiri, jadi bagaimana aku bisa menganggapnya sebagai orang yang kusukai.” Jelas Kibum, Sungmin terdiam dan menghela nafas pelan.

 

Sedangkan disisi lain Siwon sedang mengobrak – abrik kamar ibunya, ia mencari berkas – berkas yang selama ini menjadi kunci kejahatan ibunya.

 

“Ini dia.” Gumam Siwon saat ia menemukan sebuah koper dengan cepat ia buka koper itu dan di lihatnya setumpuk berkas penting yang separuhnya di atas namakan keluarga Cho, Siwon kembali menutup koper itu dan pergi menemui Henry yang sekarang sedang duduk di rumah peristirahatan kecil yang ada di taman belakang.

 

“Aku menemukan apa yang kau cari.” Ucap Siwon, Henry menatap Siwon sekilas dan meminta Siwon secara diam – diam menaruh koper itu dan berlagak tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan.

 

“Ada seseorang yang sedang mengawasi kita.” Bisik Henry dengan sebuah senyum, Siwon tertegun dan mulai melangkah untuk meletakkan koper yang ia bawa ketempat yang lebih aman di rumah peristirahatan kecil itu.

 

Tapi tak lama Siwon melangkah terdengar suara tembakan yang membuat Henry kaget dan…

BBUGHH Tubuh Siwon terjatuh dengan bersimbah darah di lengan tangannya, Henry dengan gesitnya menghampiri Siwon dan membawanya masuk kedalam rumah peristirahatan kecil.

 

“Suara itu.” Gumam Kyuhyun yang berada dalam kamar.

 

“Itu suara tembakan.” Gumam sungmin yang juga mendengar suara tembakan yang begitu nyaring, semua orang yang ada di rumah langsung berhambur keluar menuju kearah taman belakang.

 

“Sungmin masuk dalam rumah.” Pinta Kyuhyun saat ia melihat Sungmin juga sudah berada diluar rumah. Kyuhyun berlari menuju rumah peristirahatan kecil yang ada di taman belakang meninggalkan sosok Sungmin yang memanggilnya di belakang.

 

“Kyuhyun panggil ambulan.” Pinta Appa Kyuhyun yang ternyata sudah berada di dalam antara Henry dan Siwon yang terluka, tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung meronggoh saku bajunya untuk mengambil telephone genggamnya.

“Kau??? Kau siapa?” Tanya Appa Kyuhyun kepada Henry yang sekarang sedang berusaha member pertolongan pertama pada Siwon, Henry terdiam sejenak.

 

“Saya, Saya Henry Lau.” Jawab Henry sekenanya. Appa Kyuhyun menatap bingung tetapi tatapannya langsung teralih pada Siwon yang bersimbah darah. Tak lama setelah itu terdengar suara ambulan dan sirine polisi.

 

~SUNGMIN P.O.V~

“Apa yang terjadi.” Benakku merasa gelisah, ku tatap Kibum yang sekarang sedang menatap nanar melihat keluar dari jendela. Suara sirine ambulan dan polisi masih terdengar dari luar. “Siwon~!.” Pekik Kibum membautku kaget. “Apa, Kibum kau mau kemana?” Tanyaku saat ia melangkah pergi, saat aku ingin mengejarnya tiba – tiba Kyuhyun berada di ambang pintu menahanku.

 

“Jangan pergi keluar.” Perintah Kyuhyun dengan nada suara yang dingin. “Tapi Kibum.” Ucapku terhenti saat Kyuhyun menyeretku masuk kedalam ruang tengah. “jangan khawatir, aku akan menjaga Kibum. Kau tetap di rumah.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum dan mulai melangkah pergi, tapi sebelum ia melangkah menghilang dari pandanganku ia berbicara pada salah satu pembantu di rumah.

 

“Nyonya Cho, tadi Tuan Cho memerintahkanku untuk membawa Nyonya kedalam kamar, Tuan ingin anda beristirahat saja.” Ujar pembantu itu setelah Kyuhyun menghilang di balik pintu, aku mengangguk lemah, biarpun masih ada rasa penasaran akan apa yang terjadi saat ini.

 

~SUNGMIN P.O.V~

 

~HYEON AH~

PLLAKK

Terdengar suara tamparan mengenai wajah seseorang.

“Apa kau gila! Kenapa kau bisa salah membidik HUH!!!.” Marah Hyeon Ah dengan amarah yang memuncak. “Maafkan saya Nyonya.” Sesal seseorang itu sambil menunduk menyesal, Hyeon Ah mengacak rambutnya pelan. Dengan tergesa – gesa ia pergi menuju kerumah sakit dimana Siwon di rawat.

 

“Kenapa? kenapa?” Benak Hyeon Ah berkecamuk memikirkan akan apa yang terjadi pada anaknya Siwon.

 

Sedangkan di Rumah Sakit.

 

“Heechul mohon bantuanmu.” Ucap Appa Kyuhyun kepada Heechul yang sudah lengkap mengenakan pakaian khusus ruang operasi. “Araseo.” Gumam Heechul seraya berlalu dari hadapan Appanya. Sedangkan sosok Kyuhyun mendekat kearah Hankyung yang secara kebeteluan ia adalah seorang polisi yang memang di tugaskan pada khasus besar seperti yang terjadi pada Siwon.

 

“Hankyung-ssi.” Panggil Henry mengagetkan Kyuhyun yang ada di samping Hankyung, Hankyung menatap Henry perlahan. “Apa kau sudah mengamankannya.” Bisik Henry pelan, Kyuhyun yang sempat mendengar itu menatap Henry dan Hankyung bergantian.

 

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Kyuhyun dengan nada suara dingin, Hankyung menatap Kyuhyun sesaat. “Ikut aku.” Ajak Hankyung meminta Kyuhyun mengikutinya. Kyuhyun terdiam sejenak dan menatap Henry dingin.

 

“Hyung apa yang kau bicarakan pada Henry tadi?” Tanya Kyuhyun penasaran. “Hmm.” Gumam Hankyung seraya menatap Kyuhyun dengan teliti.

 

“Siwon, dia … dia ingin membongkar semuanya.” Ucap Hankyung, Kyuhyun yang tak begitu mengerti tetap menatap Hankyung meminta penjelasan atas ucapannya itu. “Siwon, ingin menyerahkan surat menyurat atas nama keluargamu dan beberapa bukti kejahatan ammanya sendiri.” Jelas Hankyung, Kyuhyun terpaku mendengar ucapan Hankyung itu.

 

“Jadi, Siwon ingin …” Ucap Kyuhyun mengatungkan kalimatnya, tetapi ia kembali menatap kearah Hankyung. “Lalu kenapa ada Henry? Siapa sebenarnya dia?” Tanya Kyuhyun bertubi – tubi. Hankyung menatap Kyuhyun serius.

 

“Henry-ssi adalah, seorang jaksa.” Jawab Hankyung. “Jaksa!!!” Pekik Kyuhyun kaget, Hankyung mengangguk.

 

“Henry, sejak awal datang ketempatmu untuk mencari sebuah bukti kejahatan Ibunya Siwon, Siwon yang menyadari itu berkerja sama baru – baru ini dengan Henry dan kau sendiri apa yang terjadi sekarang.” Ucap Hankyung, Kyuhyun menyandarkan dirinya ke dinding lorong rumah sakit tak percaya apa yang telah dilakukan oleh ammanya Siwon kepada anaknya sendiri.

 

“Kyuhyun tetap rahasiakan ini pada Appamu dan Sungmin.” Ucap Hankyung, Kyuhyun mengangkat wajahnya untuk menatap Hankyung. “Kenapa aku harus merahasiakan ini?” Tanya Kyuhyun bingung.

 

“Jika appamu mengetahui ini, rencana yang dibuat oleh jaksa Henry bisa gagal dan Sungmin. . .” Ucap Hankyung terhenti dan berpikir – pikir, tetapi dengan tak sabarnya Kyuhyun mendesak Hankyung untuk memberitahunya.

 

“Jangan pernah memberitahu Sungmin akan hal ini, karena hal ini menyangkut masa lalu Sungmin.” Jelas Hankyung, Kyuhyun terdiam dan berpikir sejenak tapi sebelum ia melontarkan pertanyaan lain, Hankyung keburu di panggil oleh salah satu teman tugasnya. Dengan kecewa Kyuhyun mengurungkan pertanyaannya itu.

 

Kyuhyun melangkah pelan menyelusuri lorong rumah sakit dan …

“Hiks…hiks…hiks.” Terdengar suara isak tangis, Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari – cari asal isak tangis itu, Kyuhyun melangkah dan menoleh ketempat yang tidak jauh dari ruangan operasi dimana Siwon sedang dalam keadaan kritis.

 

Kyuhyun menghela nafas berat dan mulai melangkah ke sosok Kibum yang sedang duduk merunduk sedih. “Aigoo, ternyata kau bisa juga menangis.” Ucap Kyuhyun yang seketika membuat Kibum segera menghapus jejak air matanya.

 

“Kenapa kau ada disini?” Tanya Kibum dengan lemah, Kyuhyun tersenyum kecil. “Kenapa aku disini? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu.” Jawab Kyuhyun, Kibum menatap tajam kearah Kyuhyun. “Huh!” Dengus Kibum, Kyuhyun mengakat alisnya bingung melihat tingkah Kibum.

 

“Kau menyukai Siwon.” Ucap Kyuhyun asal, Kibum menatap Kyuhyun. “Tidak.” Ucap Kibum, Kyuhyun menatap ada perubahan raut wajah Kibum saat ia mengucapkan nama Siwon.

 

“Aigoo, ternyata iya yah. Huft kalau begitu kau disini saja.” Ucap Kyuhyun, Kibum menoleh kearah Kyuhyun merasa ragu. “Wae?” Tanya Kyuhyun saat melihat tatapan Kibum yang begitu aneh.

 

“Kau tidak berpura – pura baikkan.” Ucap Kibum menilai – nilai pandangan Kyuhyun terhadapanya. “Ck, kau ini… tidak adik , tidak kakak sama saja.” Ucap Kyuhyun sambil berdecak kesal, sedangkan Kibum hanya bisa mengalihkan pandangannya kearah lain.

 

“Hah! Ya sudah, aku akan pulang, kau mau ikut atau mau tetap di sini menunggu pangeranmu itu bangun?” Tanya Kyuhyun. Kibum menatap marah mendengar ucapan Kyuhyun. “…” Tak ada jawaban dari Kibum, Kyuhyun mengangguk mengerti.

 

“Ya, sudah kalau begitu, selamat malam.” Ucap Kyuhyun seraya pergi begitu saja meninggalkan Kibum di lorong rumah sakit. “Huft, siap – siap di marahin Sungmin kalau begini.” Bisik Kyuhyun saat di depan pintu keluar rumah sakit sambil meringis jika memikirkan nasibnya di rumah nanti.

 

“Ehem.” Deham seseorang membuat Kyuhyun menoleh kearah samping dengan tak semangat. “Bisa kita berbicara sebentar?” Tanya seseorang itu membuat Kyuhyun menatap bingung kearah sosok yang sekarang berdiri dengan tatapan serius.

 

DI AULA RUMAH SAKIT

“Aku tidak tahu kalau ini akan terjadi.” Bisik seseorang yang sekarang bersama Kyuhyun yang tak lain adalah Henry. “Hal ini mungkin saja terjadi kapanpun dan dimanapun.” Ucap Kyuhyun, Henry tersenyum lemah.

 

“Tapi khasus apa yang sekarang kau selidiki?” Tanya Kyuhyun dengan tampang serius. “Kecelakaan 20 tahun lalu , kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Sungmin.” Ucap Henry, Kyuhyun menatap tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Kyuhyun.

 

“Lalu apa hubungannya dengan ibu Siwon?” Tanya Kyuhyun bingung, “Pembunuhan berencana.” Sambung Henry, membuat Kyuhyun semakin bingung. “orang tua Sungmin dan ibumu adalah orang – orang yang mengetahui rencana Ibu Siwon, untuk mengambil alih perusahaan dengan cara menggulingkan kedudukan ayahmu.” Ucap Henry, Kyuhyun diam menanti penjelasaan dari Henry.

 

“ini adalah khasus yang berliku – liku.” Ucap Henry. “Jelaskan padaku, mungkin aku bisa mengerti.” Ucap Kyuhyun dengan antusiasnya. “Berkas yang di ambil oleh Siwon, adalah berkas yang menjadi kunci dari khasus ini.” Lanjut Henry, Kyuhyun diam menanti penjelasan Henry lebih lanjut.

 

“Yang jelas kematian ibumu dan orang tua Sungmin adalah sebuah pembunuhan berencana. Jadi Kyuhyun-ssi, ku mohon jaga Sungmin.” Ucap Henry, Kyuhyun terdiam dan mengangguk lemah. “Tentu saja, aku menjaganya.” Ucap Kyuhyun. Henry tersenyum senang.

 

“Gomawo, Kyuhyun-ssi.” Gumam Henry, Kyuhyun mengangguk lalu beranjak.

 

“Oya, Henry-ssi jika kau perlu bantuan kau bisa memintaku.” Ucap Kyuhyun sebelum ia melangkah pergi, Henry mengangguk lemah. “Kau sudah banyak membantu Kyu.” Gumam Henry sambil melihat punggung Kyuhyun dan selintas Henry teringat akan masa lalunya.

 

“Kau sudah menghapus air mata Sungmin dan sekarang kau sudah melindunginya lebih dari aku.” Gumam Henry sambil menerawang jauh menuju pintu keluar dimana Kyuhyun menghilang di balik pintu itu.

 

SUNGMIN sence

FLASHBACK Dream P.O.V

 

“Minniekan masih punya Henry dan Kibum.” Ucap Henry berusaha menenangkan Sungmin.

 

“Hiks. Hiks. Hiks” Isak tangis Sungmin.

 

“Henry, pasti bohong.” Ucap Sungmin diselingah isak tangisnya membuat Henry menjadi begitu kelu. “Hey! Anak cengeng.” Terdengar suara seseorang membuat Sungmin beringsut mendekat kearah Henry.

 

“Tempat ini bukan ajang untuk menangis anak seperti kau, berisik tahu.” Marah seseorang membuat Henry menjadi naik pitam, tapi tangan Sungmin menahan Henry saat ingin memukul sosok anak laki – laki sombong yang sedang menggunakan pakaian melayat.

 

“Kau siapa?” Tanya Sungmin dengan nada suara bingung melihat sosok anak laki – laki yang ada dihadapannya. “Aku, aku … manusia.” Ucap anak laki – laki itu membuat Henry memutar kedua bola matanya tak peduli.

 

“Hmm, jadi namamu manusia.” Ucap Sungmin polos membuat Henry tertawa pelan, sedangkan anak laki – laki yang di hadapannya terjengah mendengar ucapan polos dari Sungmin. “Huh!” Dengus anak laki – laki yang kali ini mengalihkan pandangannya kearah lain.

 

Sesaat dimana para orang dewasa mulai beranjak pergi dari pemakaman, sosok Sungmin, Henry dan seorang anak laki – laki yang tak di kenal sekarang berada di depan gerbang pemakaman.

 

“Minnie, aku mau beli sesuatu dulu, kau jangan kemana – mana yah.” Ucap Henry seraya pergi meninggalkan Sungmin dengan anak laki – laki yang tak di kenal. “Dia kakakmu ya.” Ucap anak laki – laki yang ada di samping Sungmin.

 

“Bukan, dia bukan kakakku.” Ucap Sungmin sambil menggelengkan kepalanya, anak laki – laki itu mengangguk. “Hmm, kau menangis sampai matmua sembab seperti itu.” Ucap anak laki – laki yang kali ini mengeluarkan sapu tangannya dan memberikan sapu tangannya pada Sungmin.

 

“Aku tidak suka melihat seorang gadis memiliki jejak air mata di pipinya.” Ucap anak laki – laki itu. Sungmin tersenyum manis kearah anak laki – laki itu.

 

FLASHBACK Dream End

 

Terdengar suara pintu terbuka membuat Sungmin terjaga.

 

“Apa aku membangunkanmu?” Tanya Kyuhyun seraya masuk kedalam kamar, Sungmin menggelengkan kepalanya pelan seraya membaringkan tubuhnya kembali. “Hmm, Kibum.” Gumam Kyuhyun ragu. “Aku tahu, tidak apa – apa.” Potong Sungmin membuat Kyuhyun mengangguk dan mendekat kearah Sungmin.

 

“Hmm, Siwon…” Gumam Kyuhyun lagi. “Apa dia baik – baik saja?” Tanya Sungmin seraya menatap Kyuhyun yang kini telah duduk di pinggiran ranjang. “Iya, dia tak apa.” Ucap Kyuhyun, sesaat suasana antara mereka menjadi begitu hening membuat rasa canggung antara mereka.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Sungmin dengan nada suara yang aneh, Kyuhyun menoleh sejenak kearah Sungmin dan menghela nafas panjang. “Tidak apa-apa.” Ucap Kyuhyun berusaha tidak membuat Sungmin merasa gelisah.

 

KEESOKAN HARINYA

“Kita sudah punya cukup bukti dengan kasus ini, lebih baik kita selesaikan ini semua.” Ucap Henry di tengah lorong rumah sakit dimana para suster dan dokter sedang berlalu lalang. “Hmm, aku siap membantumu.” Ucap Hankyung dengan serius.

 

“Siwon sudah sadar.” Tiba – tiba terdengar suara Kibum membuat Henry dan Hankyung saling melemparkan tatapan.

 

Sedangkan ditempat yang berbeda.

“Kyuhyun, aku mau ikut.” Ucap Sungmin untuk kesekian kalinya meminta kepada Kyuhyun yang kali ini tampak tergesa – gesa. “Tidak, Sungmin kau di rumah saja.” Ucap Kyuhyun seraya masuk dan menutup pintu mobilnya.

 

“Kyuhyun.” Panggil Sungmin kesal karena tingkah Kyuhyun yang begitu cuek dan sekarang ia pergi begitu saja menuju rumah sakit.

 

“Sungmin, kurasa apa yang dikatakan Kyuhyun, untuk dirumah itu benar.” Ucap Heechul yang tampaknya juga akan pergi kerumah sakit. “Ada apa? Kenapa aku tidak boleh untuk menjunguk Siwon.” Ucap Sungmin tampak kesal, Heechul tersenyum dan menepuk bahu Sungmin pelan.

 

“Karena kami khawatir denganmu.” Ucap Heechul dengan senyum tulus, Sungmin menghela nafas panjang – menyerah. Dengan senyum manis Heechul menuju ke mobilnya dan pergi meninggalkan Sungmin yang kini hanya bisa merunduk merasa ada yang di sembunyikan dengannya.

 

***

“Nyonya, anda …” “Aku tahu, siapkan mobil, aku akan kesana.” Ucap Hyeon Ah dengan tatapan kosong dan beranjak dari kursinya.

 

“Baik Nyonya.” Ucap sosok namja bertubuh cukup besar sambil membungkukkan tubuhnya dan pergi. “Siwon, jika ini yang kau ingin eomma lakukan, akan eomma lakukan.” Batin Hyeon Ah dengan wajah sedih.

 

“Nyonya, mobilnya sudah siap, apa anda akan pergi sekarang.” Terdengar suara yang cukup besar dari balik pintu, Hyeon Ah menghapus pelan air matanya dan pergi.

 

RS

“Siwon kau tampak lebih baikan.” Ucap Heechul seraya membawa nampan yang berisi makanan. “Argh, karena aku di tangani oleh dokter yang handal.” Ucap Siwon dengan nada bercanda.

 

“Ya! Kau tak lihat ada siapa di sini.” Tegur Hankyung yang tampak cemburu. “Omo, aku tak tahu kau ada di sini.” Ucap Siwon seraya duduk di bantu oleh Kibum. “Ckckck, beruntung sekali hidupmu sampai – sampai 2 orang gadis yang merawatmu.” Ucap Kyuhyun dengan tatapan sinis kearah Siwon. Siwon hanya bisa tertawa pelan.

 

Tapi tiba – tiba saja suara handphone Henry berdering. Henry melangkah menjauh untuk mengangkat telephone.

 

“Yeobseoyo?” sapa Henry pelan. “Henry-ssi, Nyonya Hyeon Ah sudah ada di sini.” Ucap seseorang di seberang sana membuat Henry kaget dan menatap kearah Hankyung yang tampak sudah mengawasi Henry.

 

“Baiklah.” Ucap Henry seraya mengakhiri panggilan dan ia menatap kearah Hankyung. “Aku harus ke kantor kejaksaan.” Ucap Henry seraya pergi di ikuti oleh Hankyung. Sedangkan Kyuhyun, Heechul dan Siwon hanya bisa melemparkan tatapan bingung.

 

***

Tok tok tok

Sungmin mengarahkan tatapan kearah pintu.

 

“Hmm.” Gumam Sungmin seraya melangkah menuju kearah pintu, Sungmin dengan ragu membuka pintu kamarnya. “Bisa kita bicara sebentar.” Terdengar suara seseorang membuat Sungmin kaget.

 

“Ahjjuma.” Ucap Sungmin kaget melihat sosok Hyeon Ah sedang ada di depan pintu kamarnya. Hyeon Ah hanya bisa tersenyum lirih. “Sungmin-ssi, jeongmal Mianhae.” Terdengar suara lirih dari Hyeon Ah dengan mata yang berkaca – kaca.

 

“Ahjjuma.” Gumam Sungmin merasa bingung. “Sungmin-ssi, setelah ini aku akan membaya semua perbuatanku.” Ucap Hyeon Ah dengan senyum miris. “Ahjjuma.” Ucap Sungmin seraya mengampiri Hyeon Ah dan memegang tangan Hyeon Ah dengan sayang.

 

Hyeon Ah, terisak kecil dan memeluk Sungmin sayang. “Sungmin-ssi, selama ini aku tidak begitu dekat denganmu, tapi bagaimana pun juga, aku juga seorang ibu dan aku seorang ibu yang gagal, karena telah membuat beberapa anak menangis, demi mencapai kesempurnaan.” Ucap Hyeon Ah. Sungmin tersenyum.

 

“Ahjjuma, na Arayo.” Ucap Sungmin. Hyeon Ah terdiam dan menatap Sungmin dengan penuh penyesalan. “Sungmin-ah, maukah kau memanggilku Eomma sekali saja.” Ucap Hyeon Ah. Sungmin terdiam dan tersenyum pelan.

 

“Eomma.” Ucap Sungmin dengan mata berkaca – kaca. “Sungmin, na ddal.” Ucap Hyeon Ah seraya memeluk Sungmin. “Nyonya.” Terdengar suara seseorang membuat Hyeon Ah melepaskan pelukannya dan mengangguk kearah sosok namja yang kali ini membungkuk dan menghilang di balik pintu kamar Sungmin.

 

“Eomma rasa ini adalah pertemuan kita yang terakhir.” Ucap Hyeon Ah seraya menepuk bahu Sungmin dan pergi begitu saja meninggalkan Sungmin yang masih merasa bingung dengan ucapan Hyeon Ah.

 

***

KEJAKSAAN

“Nyonya Hyeon Ah anda.” Ucap Henry terhenti saat melihat sosok yeoja paruh baya sedang duduk di bangku tamu ruangan Henry. “Aku menyerahkan diriku.” Ucap Hyeon Ah, yang membuat Henry dan Hankyung terdiam sejenak dan saling memandang tak percaya.

 

Sedangkan di rumah sakit, Siwon terus menerus menatap jauh kearah luar jendela.

 

“Eomma.” Gumam Siwon tanpa ia sadari. “Ehem.” Deham seseorang membuat Siwon tersadar dalam lamunannya.

 

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Kibum yang tampak bingung dengan tatapan Siwon. Siwon tersenyum pelan. “Ini adalah mukjizat.” Ucap Siwon dengan nada bercanda, Kibum melangkah mendekat kearah Siwon.

 

“Apa maksudmu?” Tanya Kibum yang tak terlalu mengerti dengan ucapan Siwon. “Hmm, kenapa kau ada disini? Apa kau mencemaskanku?” Tanya Siwon seraya mengedipkan matanya mencoba menggoda Kibum.

 

“Tidak, aku hanya membalas budi atas perlakuan baikmu selama ini.” Ucap Kibum dengan tampang datar. “Hmm, alasan yang cukup tipis.” Ucap Siwon, Kibum tersenyum dan menatap Siwon.

 

“Lebih baik kau memikirkan kondisimu dari pada kau menggodaku.” Ucap Kibum seraya mengganti fas bunga. “Bukankah ada kau yang memikirkan kondisiku.” Ucap Siwon, Kibum terdiam dan berpikir sejenak.

 

“Di pikiranku tak ada hal yang namanya memikirkan kondisimu.” Ucap Kibum, Siwon tertawa pelan. “Benarkah.” Ucap Siwon, Kibum menatap kearah Siwon dan tersenyum. “Menurutmu.” Ucap Kibum, Siwon tersenyum saat melihat senyum malu dari Kibum.

 

“Ehem, Apa aku mengganggu?” Tanya Kyuhyun yang berada di ambang pintu ruang inap Siwon. “Ya, sangat.” Ucap Siwon sedangkan Kibum melangkah keluar meninggalkan Siwon dan Kyuhyun.

 

“Aigoo.” Keluh Kyuhyun seraya menutup pintu ruangan Siwon dan menghampiri Siwon. “Hm.” Gumam Siwon dengan bingung. “Kau ingin menyatakan cinta saat keadaanmu seperti ini, terlebih lagi di ruangan seburuk ini.” Ucap Kyuhyun meremehkan.

 

“Hah, berhenti beromong kosong, cepat katakan padaku, apa yang ingin kau katakan?” Tanya Siwon, Kyuhyun Cuma berdecak sesaat. “Eommamu, dia sudah menyerahkan dirinya kejaksaan dan kantor polisi.” Ucap Kyuhyun.

 

“Jincha, lalu? Appa?” Ucap Siwon tampak tak percaya. “Aku sudah memberitahu appa dan appa sudah mengetahui itu.” Ucap Kyuhyun seraya duduk dan mengambil beberapa apel yang sudah di kupas oleh Kibum.

 

“Hhm, apa ini akhirnya?” Tanya Siwon, Kyuhyun mengakat baunya tidak tahu. “Dan Sungmin apa kau akan memberitahunya tentang hal ini?” Tanya Siwon, membuat Kyuhyun terdiam sejenak dan menatap kearah Siwon.

 

“Aku belum memikirkan hal itu.” Ucap Kyuhyun dengan nada suara yang aneh. “Kau harus memberitahunya, sebelum semuanya akan menjadi kebohongan besar.” Ucap Siwon, Kyuhyun tersenyum. “Akh, aku tahu itu.” Ucap Kyuhyun.

 

“Tapi, apa setelah sembuh nanti kau mau menemui eommamu?” Tanya Kyuhyun penasaran. “Tentu saja, bagaimana pun juga ia tetaplah eommaku.” Jawab Siwon. Kyuhyun tersenyum.

 

“Akh, baiklah! Aku ingin pulang, ada seseorang yang harus ku awasi.” Ucap Kyuhyun seraya pergi sambil membawa satu buah apel. Siwon hanya tertawa kecil melihat sikap Kyuhyun. “Eomma gompgo!!!” Ucap Siwon dengan tulus.

 

3 TAHUN KEMUDIAN

“Ayo cepat.” Titah Heechul dengan galaknya kearah para peñata ruangan. “Chagi, jangan marah – marah seperti itu.” Tegur Hankyung yang tampaknya tak bisa jauh dari Heechul.

 

“Ck, kenapa Heechul eonni tampak sibuk sekali.” Ucap Kibum manyun melihat sosok Heechul yang tengah emosi berat menatap kearah orang – orang yang sedang menata ruangan. “Hmm, mungkin karena sesuatu di perutnya yang membuatnya sensitive.” Ucap Kyuhyun yang berada tepat di samping Kibum.

 

“Eomma biarku bantu.” Ucap Siwon saat Hyeon Ah ingin menata susunan gelas. “Eomma, duduklah dulu.” Ucap Sungmin, Hyeon Ah tersenyum. “Halmonie!!!” Terdengar suara teriakan riang dari dua anak kecil yang sekarang sedang menghambur kepelukkan Hyeon Ah.

 

“Omona.” Pekik Hyeon Ah kaget saat membalas pelukan kedua anak kecil itu. “Cho Kyu Joon, Cho Min Ah jangan memeluk Halmonie seperti itu.” Tegur Sungmin dengan tampang marah. “Halmonie, eomma marah pada kami.” Ucap si gembar Cho.

 

“Sungmin, sudahlah, tidak apa – apa.” Ucap Hyeon Ah. “Akh appa.” Teriak si gembar KyuMin seraya berlari kearah Kyuhyun yang sedang menata kursi. “Omo, appa sedang sibuk.” Ucap Kyuhyun saat melihat Cho Kyu Joon dan Cho Min Ah telah memeluk kakinya. “Main dengan eomma saja yah.” Ucap Kyuhyun membuat si gembar KyuMin menunjukkan wajah memelas yang menurun dari ibunya.

 

“Kyu, Min main dengan ku saja.” Terdengar suara anak kecil dari belakang si gembar KyuMin. “Huwwwaaa, Eunhae-ah.” Teriak si gembar Cho. “Ya! Perlu bantuan.” Ucap Donghae sambil menyingsingkan lengan bajunya.

 

“Kau terlambat.” Ucap Kyuhyun melihat sosok Donghae. “Tapi aku tetap datangkan.” Ucap Donghae dengan senyum khasnya. “EunHae, ajak KyuMin main di luar yah.” Pinta Eunhyuk dengan senyum manis.

 

“Baik, Kajjah.” Ajak Eunhae dengan girang seraya menarik tangan si gembar KyuMin. “Omo, ingin berfoto saja susah sekali.” Keluh Kyuhyun seraya meminum jus yang baru saja di sodorkan oleh Sungmin.

 

“Sudahlah, sekali – kali tidak apakan.” Ucap Sungmin seraya duduk di samping Kyuhyun yang sekarang sedang manyun karena lelah. “Huft, menyebalkan.” Gumam Kyuhyun.

 

“Yup! Semuanya selesai, ayo kita bersiap – siap.” Seru Heechul membuat Kyuhyun menoleh. “Sudah selesai, ayo.” Ajak Kyuhyun, Sungmin mengangguk. “Eomma Appa.” Panggil si gembar KyuMin menghambur kepelukan Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Omo, kalian ini benar – benar selalu membuat keributan.” Ucap Kyuhyun membuat si gembar KyuMin tertawa dengan lucunya. “Ayo, kita siap – siap.” Seru Sungmin di sahut dengan sorakan lucu dari si gembar KyuMin.

 

#BackSound (FROM U)

 

[Kyuhyun] Urin su nyeon jeone cheoeum manna cheot nune sarange ppajyeobeoryeotgo

Baby, naega eodil gadeun machi geurimjacheoreom nae gyeole seo itgo

“Apa ini cocok denganku?” Tanya Donghae seraya mencoba baju yang memang sudah ia siapkan dari rumah. Eunhyuk tersenyum “Ne, ini sudah kesekian kalinya kau menanyakan hal yang sama.” Ucap Eunhyuk, Donghae hanya tertawa pelan di ikuti dengan tawa riang dari Eunhae.

 

[Ryeowook] Saranghandaneun ge ttaerun jeungmyeonghal ge neomu neomu manha

[Yesung] Apeul ttaeedo naega muneojil ttaedo

[Ryeowook] Geunyeomani naege nama itneungeol

 

“Kau sudah cukup cantik dengan gaun itu, Heenim.” Ucap Hankyung menegur sikap Heechul yang sudah kesekian kalinya mengganti pakaiannya. Heechul manyun dan tertawa. “Kau juga sudah cukup tampan dengan jas itu.” Ucap Heechul.

 

[All] Baby baby baby baby baby uril jeoldae heeojiji malja

Oh my lady lady lady lady lady naega jeongmal neoreul saranghanda

 

“Ehem!!!” Deham Siwon, membuat Kibum tersenyum dan menghampiri Siwon yang kini sudah menggunakan setelan yang sangat keren. “Apa aku terlihat buruk?” Tanya Kibum pelan. “Kau tampak seperti malaikat.” Ucap Siwon membuat Kibum tertawa geli.

 

Shawty shawty shawty shawty shawty ojik neoya nareul seontaekhan geon

Naui nunmulkkajido, jageun misokkajido.. ani?

Neorobuteo oneungeoya

“Ryeowook, kau sudah siap untuk pergi?” Tanya Yesung dengan senyum sayang. Ryeowook tersenyum dan menghampiri Yesung. “Yup, aku siap.” Ucap Ryeowook seraya meraih uluran tangan Yesung. “Kau tampak sangat cantik.” Ucap Yesung yang seketika membuat Ryeowook tersipu malu.

 

[Kyuhyun] Naega neoui sokeul neomu manhi sseokyeoseo byeolsseo neulkeo beoryeotdae geureon mal hajima

[Ryeowook] Amuri bwado naegen neomankeungman yeppeun saram jeoldae sesange ddo eobseo (geureon maldo hajima)

[Yesung] I don’t know why you keep staying with me. Tto nan nege meomu mojiraseo mianhae

                                                                                                   

Restoran

“Apa aku terlambat?” Tanya Henry dengan nada suara takut. Sosok yeoja yang kini ia tatap hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya “ Setidaknya kau tetap menepati janjimu.” Ucap yeoja itu dengan tulus. “Gomawo, Mimi-ah.” Ucap Henry seraya duduk di samping yeoja itu.

 

[Kyuhyun] Geuja mideobwa naega naega jalhalge

[All] Baby baby baby baby baby uril jeoldae heeojiji malja

Oh my lady lady lady lady lady naega jeongmal neoreul saranghanda

Shawty shawty shawty shawty shawty ojik neoya nareul seontaekhan geon

Naui nunmulkkajido, jageun misokkajido.. ani?

Neorobuteo oneungeoya

“Semuanya sudah siap.” Seru Kyuhyun, Sungmin mengangguk saat melihat kedua anak manisnya telah duduk dengan pakaian rapi, sedangkan Sungmin telah menggunakan gaun putih yang cantik dan Kyuhyun menggunakan setelan jas yang sangat cocok dengannya.

 

“Oke, Ayo kita keluar.” Ucap Sungmin seraya mengajak si gembar KyuMin untuk keluar tetapi tangan Kyuhyun menghentikan langkah Sungmin dan…

CHU… “Kau sangat cantik.” Ucap Kyuhyun yang seketika membuat rona merah dipipi Sungmin. “Ehem, Sudah ayo keluar.” Ucap Sungmin seraya mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya.

 

[Ryeowook] Neobakke eobsdan mari neomu ppeonhae boyeodo eotteohke nae maeumeul boyeo jugetni

[Yesung] Uri saul ttaedo itgo miweojukgetda malhaedo ne gaseumeun imi algo itjanhni

Saat keluar menuju ruang tengah, dari jauh Kyuhyun telah melihat SiBum, HanChul dan kedua orang tuanya sudah berada di ruang tengah sedangkan EunHae baru saja keluar dari kamar menuju ke ruang tengah. Tapi tak lama tampak sosok YeWook baru saja datang menggunakan pakaian yang serasi.

“Kyuhyun-ah, palli.” Ucap Sungmin, membuyarkan tatapan Kyuhyun. “Ne.” Bisik Kyuhyun seraya merengkuh Sungmin.

 

[Eunhyuk + Donghae] Neorang na duri joheun geotman gati bogo gati meokgo gati jeulgyeo deutgo ulgo utgo areumdapgiman haetdeon naldeul naega muneojiji anhge mideojugo gyeoteul jikyeojweoseo gomapda jeongmal gomaweo

“Semuanya sudah berkumpul, baiklah. Siwon siapkan kameranya.” Pinta Appa Kyuhyun, Siwon mengangguk dan mensetel kamera. Sedangkan yang lainnya merapikan pakaian pasangan mereka. “Baiklah, ayo bersiap –siap.” Ucap Siwon seraya berlari kearah samping Kibum dan …

 

[All] Baby baby baby baby baby uril jeoldae heeojiji malja

Oh my lady lady lady lady lady naega jeongmal neoreul saranghanda

Shawty shawty shawty shawty shawty ojik neoya nareul seontaekhan geon

Naui nunmulkkajido, jageun misokkajido.. ani?

Neorobuteo oneungeoya

KLIK…KLIK…KLIK…KLIK

 

[Leeteuk] Neul gomapgo saranghanda

Thanks To.

nida lintang

Bee

po3_redha

dira07

pinkqueelf

Bella Patricia Ananda

Naya_Cho

Fikha_Kyumin

yasmin

Elfishyjewels

chobabybunny_icha

love-suju13

hikochinyopumpkins

sabrina dita

ayeshakyu

Minnie

aika

Minkyushi498noonaz

risydahambaallah

My Uri Readers Saranghamnida
😀

THE END


15 thoughts on “FF~KyuMin~{I MY ME MINE Chapter 11 C} Ending Story

  1. wahhhh….
    uda end ajahhh…
    tapi yang terpenting kisahnya happy ending…
    huahhhh kyumin punya anak kembar…
    haehyuk jg udh punya anak…
    heenim lg hamil terus wookie…???
    kibum ma siwon gimana…???
    akhirnya ibunya siwon sadar juga…
    pokoknya keren chingu…
    walaupun agak lama nunggunya…
    hahahhahahaha
    tapi aku suka…
    beneran dehhh ^^

  2. Gomwo, Gamshamnida, Xie Xie, Arigato!!!
    terima kasih chingu ^_^
    hbis dngerin Lgu FROM U Dpt ide buat nmbhin yg sblum.a
    dan trima ksh udh mw bca, FF KyuMin yg trkdang GaJe hduh =_=
    DAN untk slbh.a terima kasih banyak ^_^ hohoho

    1. aku suka ceritanya kok…
      beneran dehhh…
      eh eh eh ternyata diatas ada nama aq…
      hahahhahahahha
      makasih yah chingu ^^
      kpn buat ff baru lagi nih….???

      ohhh yahhh tetap semangat yahhh author ^^

  3. eh, ada nama saia disitu *hebohgakjelas*
    ayeeee happy ending, chukae😀
    deabak chingu, keren deh pokoknya epepnya😀
    ditunggu epep slanjutnya yah *GPL loh :)*

  4. huaa emang ending yg benar benar mengharukan masa lalu yg sudah terbongkar lega juga rasanya hehehehe aku bingung benar2 bingung sampai gx bisa ngasih comment yg bagus tp saya sungguh senang dengan ff ini dn akhirnya semua couple berstu hehehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s