[Prolog] ❦ full moon ❦ ≈KyuMin≈


FULL MOON

Author : Song Sae Yoon

Genre : GS | Romance | Horror | Action | Fantasy

Pairing : KyuMin

Pada suata malam yang gelap, tampak seorang yeoja dengan berlumuran darah menggendong seorang bayi perempuan menerobos hutan belantara. “Kau harus hidup.” Desah yeoja paruh baya itu dengan lirih karena sakit di kakinya karena duri – duri ilalang melukai kakinya, tapi hal itu tidak membuatnya berhenti melangkah.  ia terus melangkah menerobos gelapnya hutan dan sampai kesebuah kuil dimana ada sebuah kolam kecil di sana.

“Maafkan, ibu karena telah melakukan ini… Minnie.” Desah yeoja itu meneteskan air matanya dan meletakkan bayi yeoja yang sedang menangis itu keatas daun bunga tertai yang besar di atas kolam. yeoja paruh baya yang berlumuran darah itu mengusap darah yang mengalir di kepalanya dan duduk sambil berkomat – kamit sedangkan suara tangis bayi yeoja yang kini mengambang di atas air, tak memecahkan konsentrasi yeoja paruh baya itu.

“Itu dia penyihirnya.” Terdengar suara teriakan seseorang dari arah belakang yeoja paruh baya yang kini sudah selesai membaca sebuah mantra, entah mantra apa itu, ia tersenyum melihat sosok bayi yang mengapung di atas kolam itu berhenti menangis. “Minnie, Minnie harus selamat.” Desah yeoja paruh baya itu dan… SSSLLLEEGG~

Sebuah panah menacap punggung yeoja paruh baya itu hingga tembus ke jantung. “Mianhae minnie.” Desah yeoja paruh baya itu kali ini tersungkur di tempatnya sambil mengulurkan tangannya seperti ingin menggapai sosok bayi yang kini tampak tenang. Mata yeoja paruh baya itu memerah dan mengeluarkan darah begitu juga dari mulutnya.

“Kita buang saja, tubuh penyihir ini.” Ujar salah seorang namja yang kini mencabut paksa panah yang ia lepaskan tadi. “Kita buang kejurang, jangan sampai penduduk lainnya menemukan jasadnya.” Ucap namja lainnya seraya mengangkat tubuh yeoja paruh baya yang menggunakan hanbok cenayang, sebuah baju khusus para orang – orang yang mempunyai kekuatan sipiritual.

“Yah, tapi dimana bayinya.” Tanya salah satu namja yang kali ini sedang melihat kesekelilingnya tak melihat sosok bayi yang di bawa oleh yeoja paruh baya tadi. “Biarkan saja, itu hanya bayi… nanti juga bakal di makan binatang buas di sini.” Ujar namja yang kini telah menyeret tubuh yeoja paruh baya itu tanpa ada rasa keprimanusian.

“Hahaha, kau benar… Tuan Kim hanya ingin cenanyang ini mati.” Ucap namja lainnya menimpali, Beberapa saat kemudian suasana menjadi hening karena namja – namja itu telah pergi entah kemana membawa jasad yeoja paruh baya itu. Darah yeoja paruh baya itu mengalir secara perlahan ke arah air kolam,  seketika membuat air kolam itu menjadi merah kelam.

Sosok bayi yang ada di tengah kolam itu perlahan tenggelam bagaikan terhisap kedalam air kolam dan kembali keluar kepermukaan, dimana tubuh bayi itu seketika bagaikan cahaya mutiara saat tersinari oleh bulan purnama.

19 Tahun berlalu, kehidupan orang – orang sudah berubah, sosok bayi yeoja yang dulunya kecil sudah beranjak dewasa. Lee Sungmin itulah nama yeoja itu, ia adalah seorang yeoja periang dimana semua keluarga ingin mengadopsinya sejak kecil.

“Hey, Min… tambah manis saja hari ini.” Suara godaan yang selalu membuat Sungmin tidak tertarik untuk mendengarnya. “Hmm.” Gumam Sungmin muak dengan sapaan – sapaan para namja itu.

“Sungmin, sudahlah… balas saja sapaan mereka, kan gak ada ruginya.” Ucap Lee Hyuk Jae sahabat pertama Sungmin semenjak  ia tinggal di Seoul. “Hmm.” Gumam Sungmin tidak peduli, “Haduh, gawat jam mata kuliahku pertama lagi, ku duluan yah.” Seru Eunhyuk seraya pergi meninggalkan Sungmin sendirian di taman belakang.

“Sendirian.” Tiba – tiba terdengar suara namja seraya duduk di samping Sungmin yang hanya bisa melongon dengan kehadiran namja yang sama sekali tida ia kenal. “Nuguya?” Tanya Sungmin dingin, namja itu hanya diam dan membuka perlembar setiap buku yang ia baca.

“Lain kali, saat bulan purnama jangan berada di tengah kurumunan orang.” Tegur namja itu, Sungmin kaget dan menatap sosok namja asing di hadapannya itu. “Kau siapa?” Tanya Sungmin benar – benar serius. “Aku tunanganmu.” Ucap namja itu dengan nada suara datar. membuat Sungmin terjengah mendengar penjelasan sang namja.

“Kau gila ya.” Ucap Sungmin seraya beranjak, sedangkan sosok namja itu tidak bergeming dari tempatnya masih mengutak – atik buka yang ia baca. “Ku rasa orang ini sedang sakit.” Batin Sungmin.

✭✭✭


4 thoughts on “[Prolog] ❦ full moon ❦ ≈KyuMin≈

  1. Yah kok tbc sih??
    Minnie anak penyihir??kok cerita’y tiba”udh di seoul sih?
    Daebak di tunggu next chap,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s