❝KyuMin❞|✲ All My Heart Chapter 02✲


Song Se Yun

Genre : Romance, Sad,

cropped-il_fullxfull-205355037.jpg

KELULUSAN DAN PERPISAHANA ANTAR CINTA ATAU SAHABAT.

“Sungmin, mana Kyuhyun?” Tanya Ryeowook mencari – cari sosok Kyuhyun, Sungmin menunduk dalam dan menggelengkan kepalanya.

“Sungmin, apa kau bertengkar dengan Kyuhyun?” Tanya Ryeowook, Sungmin hanya diam dan tubuhnya bergetar.

“Sungmin.” Panggil Ryeowook.

“Ryeowook-ah aku mau pergi dari sini, bawa aku pergi dari tempat menyeramkan ini.” Ucap Sungmin disela isak tangisnya.

“Sungmin, ada apa?” Tanya Ryeowook, Sungmin menangis dan berusaha menghapus air matanya.

“Kyuhyun, dia membenatakku dan memintaku untuk pergi dari hadapannya.” Ucap Sungmin, Ryeowook kaget dan menatap marah pada Sungmin.

“Lalu kenapa kau malah menangis, kenapa tidak kau hajar dia.” Ucap Ryeowook, Sungmin hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanya Ryeowook yang begitu marah dengan sikap Kyuhyun yang malah selalu membuat Sungmin menangis.

Sedangkan Para siswa – siswi yang lainnya sedang merayakan kelulusan mereka dengan mencoret seragam mereka dan merayakannya juga di sebuah resto mahal, termasuk sosok Kyuhyun yang kini menatap kosong kedepan entah apa yang ia pikirkan.

“Kyuhyun? Kau kenapa? Kau kepikiran Sungmin… sudahlah, bukankah taruhan kita sudah selesai tinggalkan dia.” Ucap Donghae yang merupakan sahabat karib Kyuhyun.

“…” Kyuhyun hanya diam.

“Kyuhyun-ah apa jangan – jangan kau meyukainya…” Ucap seorang yeoja yang kini berdiri tepat dihadapan Kyuhyun, Kyuhyun terenyum dan mengelus pipi yeoja itu dengan sayang.

“Bukankah aku sudah mempunyaimu.” Ucap Kyuhyun, yeoja itu tersenyum dan menggandeng erat tangan Kyuhyun, tapi entah kenapa setiap kali Kyuhyun mengucapkan kalimat itu, didalam hati kecil Kyuhyun bergetar rasa benci pada dirinya sendiri.

‘Minnie… aku menyukaimu??? Atau aku ingin menjadi sahabatmu.’ Batin Kyuhyun, suasana hati Kyuhyun benar – benar kacau, semenjak Festival Valentine 1 yang tahun lalu dimana ia kalah taruhan dan ia mendapatkan hukuman yaitu menjadi pacar palsu Sungmin sampai lulus, membuat sebuah celah di hati kecilnya mulai bergetar saat ia memegang tangan Sungmin, memeluk Sungmin, tertawa dengan kebodohan Sungmin dan segalanya.

“Hidupku berubah.” Ucap Kyuhyun, yeoja yang ada disamping Kyuhyun menoleh.

“Berubah? Maksudmu.” Ucap yeoja itu, Kyuhyun berdeham dan dengan cepat mencari alasan lain.

Sedangkan sosok Sungmin kini berada di atas atap sekolah berulang kali ia menghembuskan nafas berat mencoba menghilangkan beban yang ada dipikirannya.

“Minnie.”  Tiba – tiba saja terdengar suara seseorang yang tak asing lagi bagi Sungmin, Sungmin menoleh dan betapa senangnya Sungmin melihat sosok namja yang sekarang tersenyum kearahnya.

“Henry…” Teriak Sungmin senang.

“Selamat yah, atas kelulusanmu.” Ucap Henry seraya menyodorkan seikat bunga tulip putih yang cantik pada Sungmin.

“Untukku.” Ucap Sungmin, Henry mengangguk dan tersenyum senang.

“Tapi, bagaimana kau bisa kesini?” Tanya Sungmin mulai penasaran. Henry menggaruk kepalanya pelan.

“Ryeowook-ssi yang memberitahuku.” Ucap Henry, Sungmin tertawa senang.

“Ryeowook benar – benar sahabat baikku.” Ucap Sungmin, sedangkan Ryeowook tersenyum  dibalik pintu atap sekolah. Karena tidak mau menganggu suasana Sungmin dan Henry, Ryeowook bergegas pergi tapi langkahnya terhenti saat ia melihat sosok Kyuhyun yang baru saja naik menuju atap sekolah.

“KAU.” Geram Ryeowook, Kyuhyun tidak begitu peduli dengan geraman Ryeowook tapi langkah Kyuhyun terhenti saat seorang yeoja tiba – tiba saja menahan lengan Kyuhyun dan memeluknya.

“Kyu, kau mau pergi kemana… yang lain sudah menunggu kita… katakana pada mereka kalau kau hanya menyukaiku, arachi… kajjah.” Ucap yeoja itu membuat Ryeowook terjengah dan tatapan tajamnya menuju tepat kearah sosok Kyuhyun yang sama sekali tidak punya keberanian untuk menatap Ryeowook.

“Aku ingin keatas sebentar.” Ucap Kyuhyun seraya menepis pelan tangan yeoja itu dan kini ia mulai melangkah berlalu dari Ryeowook tapi tiba – tiba saja pintu atap sekolah terbuka dan tampak sosok Sungmin dan Henry keluar dengan tawa riang.

“Minnie… kau tambah manis… seperti kelinci kesayangan kakakku.” Ucap Henry, Sungmin mengembungkan pipinya tapi tiba – tiba saja tatapan Sungmin tertuju pada sosok Kyuhyun yang kini sedang menatapnya tajam.

“Kenapa Minnie.” Ucap Henry mulai bingung.

“Cih… Minnie!~ sepertinya panggilan itu bukanlah panggilan istimewa lagi.” Ucap Kyuhyun sinis.

“Kyuhyun… Kyu.,.” Panggil Sungmin.

“Kajjah kita pergi.” Ucap Kyuhyun bergegas menuju kesosok yeoja yang merupakan kekasihnya dan menariknya dengan mesra.

Sungmin yang mencoba untuk mengejar Kyuhyun tiba – tiba saja di cegat oleh Ryeowook.

“Sungmin, jangan di kejar.” Ucap Ryeowook.

“Apa maksudmu, Ryeowook.” Ucap Sungmin bingung, Ryeowook menggigit bibirnya.

“Kyuhyun… hanya mempermainkanmu, gadis tadi… gadis tadi adalah kekasihnya Kyuhyun, Sungmin kurasa dugaan ku benar, Kyuhyun tidak menyukaimu, tapi dia hanya mempermainkanmu.” Terang Ryeowook, Sungmin terpaku mendengar ucapan Ryeowook, kepalanya menunduk dalam, entah kenapa tubuh Sungmin lunglai sehingga dengan reflex Henry yang berada di belakang Sungmin, menahan tubuh Sungmin.

“Sungmin, gwaenchana?” Tanya Henry, tapi Sungmin hanya diam – diam dan Diam.

Terasa pahit, sakit dan marah… tapi itu harus terjadi … yah, harus untuk membuktikan padanya aku ADA.

 

LONDON IS BRAND NEW DAY

Semenjak saat itu Sungmin menjadi seorang yeoja yang sangat dingin tak ada satupun orang yang dekat dengannya kecuali Ryeowook dan Henry.

Setelah kelulusan, Henry mengurus beberapa keperluan Sungmin, Sungmin adalah anak tunggal dari CEO pemilik perusahaan terkenal di korea, tapi sejak kecil Sungmin ditinggal oleh orang tuanya sendiri di korea, karena Sungmin harus melanjutkan sekolahnya di Korea.

“Minnie, appamu ada mengirimkan tiket ke London. Apa kau mau pergi?” Tanya Henry seraya  menuangkan secangkir kopi hangat di cankir Sungmin, Sungmin menatap lurus kecangkir kopinya.

“Ani.” Ucap Sungmin dengan lemah, Henry menatap Sungmin sedih tapi secepat mungkin ia tersenyum dan duduk disamping Sungmin.

“Kau yakin, di London ada bianglala yang sangat besar, kita bisa pergi bersama kesana.” Ucap Henry, Sungmin menatap Henry dan tersenyum.

“Kau saja, aku mau menyendiri saja di sini.” Ucap Sungmin, Henry terdiam dan untuk beberapa saat suasana di anatar mereka menjadi canggung.

“Minnie, lupakan dia… arreo.” Ucap Henry yang langsung ditatap aneh oleh Sungmin, Henry menatap tajam kedalam mata Sungmin.

“Minnie, aku tidak tahan melihatmu seperti ini terus, kau harus melupakannya, aku… Ryeowook selalu mencemaskanmu. Aku juga yang meminta paman untuk mengajakmu ke London.” Ucap Henry, Sungmin menatap Henry dengan marah.

“Jadi kau yang menelphone ayahku… Henry, aku tidak mau… aku mau di sini tolong jangan memaksaku.” Ucap Sungmin dengan nada suara yang lirih. Henry mengigit bibirnya.

“Sungmin ini demi kebaikkanmu, ku mohon ayo kita pergi ke London 2 atau 3 tahun untuk melupakan Kyuhyun, anggap saja kita sedang berjalan keluar kota, Ku mohon… lihat dirimu, kau tampak sangat kurus, ini bukan Minnie yang ku kenal, kau harus bangkit Minnie, aku dan Ryeowook ada disampingmu.” Jelas Henry seraya memegang pundak Sungmin.

“Tapi… Henry ak…”

“Ku mohon.” Potong Henry, Sungmin terdiam dan menatap kedua bola mata Henry yang tampak sangat letih mengurus dirinya.

“Ba…Baiklah.” Ucap Sungmin, Henry tersenyum puas dan dengan sayang ia memeluk tubuh kurus Sungmin.

“Kau akan kembali Minnie, aku yakin kau akan menjadi dirimu yang dulu.” Bisik Henry, Sungmin tersenyum dan mengangguk. Keesokkan harinya Sungmin dan Henry pergi kebandara dimana jadwal penerabangan mereka sudah terjadwal.

“Henry, apa Ryeowook tidak ikut?” Tanya Sungmin, Henry yang sibuk menatap kelayar penerabangan menoleh.

“Oh, katanya ia akan datang besok, karena hari ini ia punya rapat kusus di perusahaannya.” Ucap Henry, Sungmin manggut – manggut mengerti.

“Akh, penerbangan kita 15 menit lagi, kajjah.” Ucap Henry seraya menarik tangan Sungmin dan duduk di tempat tunggu yang dekat dengan pintu penerabangan mereka.

“Minnie, apa kau mau membeli sesuatu?” Tanya Henry yang berusaha mungkin memenuhi semua kebutuhan Sungmin.

“Ani.” Ucap Sungmin, Henry menatap serius kearah Sungmin.

“Kau yakin?” Tanya Henry memastikan Sungmin, Sungmin yang mengerti sikap proktektif Henry hanya mengangguk pasti. Henry  mengerti dan menatap serius kearah jam tanganya.

15 menit berlalu dan kini penerbangan Korea-London sudah mengumumkan keberangkatan. Hari baru dan kehidupan baru akan dimulai.

LONDON CITY

2 tahun kemudian.

“Henry… apa kau belum dapat kabar dari Ryeowook?” Tanya Sungmin, Henry yang sibuk membaca di ruang tengah di depan kamar Sungmin menoleh dan bergumam pelan.

“Molla, kurasa dia sedang sibuk menyiapkan gaun pengantinnya.” Ucap Henry, Sungmin keluar dari kamarnya dan memanyunkan bibirnya marah.

“Kenapa ia malah menikah, disaat aku tidak bisa kembali ke korea.” Omel Sungmin, Henry tersenyum dan memakan beberapa biscuit di atas meja.

“Henry, bukankah kita sudah 2 tahun di London dan aku juga sudah berpuluh – puluh kali naik bianglala, jadi bagaimana kalau kita kembali kekorea, aku sangat merindukan korea.” Ucap Sungmin, Henry berhenti membaca buku dan menatap Sungmin sinis.

“Tidak mau, aku sudah merasa nyaman di sini.” Ucap Henry, Sungmin mengembungkan pipinya.

“Ayolah, Henry… aku ingin datang kepernikahan teman terbaikku.” Manja Sungmin sambil menarik – narik kemeja milik Henry.

“Aniyo… kau saja sana.” Ucap Henry begitu saja, membuat Sungmin terdiam dan matanya berbinar – binar.

“Jincha…” Ucap Sungmin mulai girang tapi tiba – tiba saja kesenangan Sungmin menghilang saat tatapan tajam Henry menusuk tepat dalam kesenangannya.

“Ani… aku akan membeli tiketnya besok jadi bersiap – siaplah besok, tapi kita hanya 1 minggu di sana.” Ucap Henry acuh tak acuh. Sungmin tersenyum dan memeluk Henry dari samping.

“Kau memang bodyguardku yang paling the best.” Ucap Sungmin seraya berlari kekamarnya dan meninggalkan Henry yang hanya melongo melihat tingkah Sungmin yang kembali menjadi kekanak – kanakkan.

“Aish, anak itu.” Ucap Henry seraya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sungmin, keesokkan harinya seperti yang dijanjikan Henry untuk membawa Sungmin kembali kekorea untuk merayakan pernikahan Ryeowook.

“Henry, apa di korea sekarang sudah banyak yang berubah?” Tanya Sungmin saat ia duduk tepat disamping Henry dan melihat keluar jendela pesawat yang sekarang ada di ketinggian.

“Pertanyaanmu akan segera terjawab, setibanya kau disana.” Ucap Henry, Sungmin tersenyum simpul, terulang kembali semua kenangan yang pernaha ia alami dulu saat di korea.

“Aku merindukan yang lainnya.” Ucap Sungmin, Henry yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengambil beberapa buku baca yang ia bawa. Sungmin menoleh kearah Henry dan memanyunkan bibirnya.

“Ya, kita sedang dalam perjalanan refresing jadi lupakan dulu pelajaranmu.” Ucap Sungmin, Henry hanya bisa diam disaat Sungmin mengambil bukunya dan menaruhnya ditas kecil yang ia bawa.

“Lebih baik kau dengarkan ini.” Ucap Sungmin seraya memesangkan sebuah headphone pada Henry, Henry hanya tersenyum dan kini tatapannya hanya tertuju pada Sungmin.

‘Sungmin… Terima Kasih.’ Batin Henry dan mulai mencoba memejamkan matanya.

Aku kembali… Kembali memulai kenangan baru yang indah di Korea, Seoul.

Henry…Thank You.

TO BE CONTINUE…


2 thoughts on “❝KyuMin❞|✲ All My Heart Chapter 02✲

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s