❝KyuMin❞|✲ All My Heart Chapter 03✲


Song Se Yun

Genre : Romance, Sad,

cute-136_large

FORGIVE ME

Korea Selatan, Seoul 11 – 4 – X

“Aaaa~ akhirnya kembali, kyaa~ ku merindukan kamar ini.” Teraik Sungmin seraya berguling – guling diatas kasurnya, Henry yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.

“Minnie, kau mau ku belikan makanan?” Tanya Henry, Sungmin berpikir – pikir sebentar.

“Aku mau jajangmyeon.” Jawab Sungmin dengan riang, Henry tertawa pelan dan meronggoh ponselnya, sedangkan Sungmin kembali berguling – guling di atas kasurnya.

Sedangkan ditempat yang berbeda.

“Kau tampak sangat cantik.” Ucap seorang namja yang kini memeluk tubuh Ryeowook dari belakang.

“Berhenti memujiku.” Ucap Ryeowook, namja itu hanya tersenyum tapi tiba – tiba saja senyumnya menghilang saat melihat calon istrinya itu menunduk murung.

“Ada apa?” Tanya namja itu penasaran.

“Tak bisakah kau menghapusnya dari daftar undangan.” Ucap Ryeowook, namja itu melepas pelukkannya dan merangkuh wajah Ryeowook.

“Dia juga temanku … aku tidak bisa tidak mengundangnya.” Ucap namja itu dengan nada suara lirih.

“Aku juga ingin mengundang temanku.” Ucap Ryeowook, namja yang kini menunjukkan senyum menawannya dengan bijak berbicara.

“Kalau begitu undanglah dia, sudah 2 tahun Ryeowook, mereka sudah saling melupakan.” Ucap namja itu, Ryeowook menyandarkan kepalanya di dada namja itu dengan pandangan kosong.

“Tapi, aku takut… melihat ekspresi temanku yang kembali terluka jika melihatnya.” Ucap Ryeowook.

“Ryeowook, kau menyayangi temanmu bukan.” Ucap namja itu dengan nada suara lembut, Ryeowook mengangguk.

“Maka biarkan dia bertemu dengannya, mungkin saatnya untuk saling mengetahui satu sama lain bagi mereka berdua.” Ucap namja itu dengan nada suara sayang pada Ryeowook.

“Tapi… aku takut.” Ucap Ryeowook, namja itu mengeratkan pelukannya. Tapi tanpa mereka sadari, tampak sosok lelaki sedang berdiri dibalik pintu ruangan mereka.

“Minnie…” Gumamnya dengan lirih.

Kembali lagi pada Sungmin dan Henry yang kini sedang menikamti hidangan pesanan mereka yaitu jajangmyeon.

“Henry, apa kau sudah menghubungi Ryeowook kalau kita ada di sini?” Tanya Sungmin, Henry tersedek dan dengan cepat meminum minuman yang di sodorkan Sungmin yang secara reflek tahu apa yang dibutuhkan Henry.

“MWO!!! Bukankah kau bilang mau buat kejutan untuk tidak menghubunginya.” Jawab Henry, Sungmin hanya menunjukka senyum manisnya sambil menggigit sumpit yang ia pegang.

“Iya juga, hehehe aku lupa.” Ucap Sungmin dengan gaya polos, membuat Henry menaikkan alisnya bingung.

Beep Beep Beep. Terdengar suara dering Iphone Henry.

“Hmm, Ryeowook… Yeobseyo” Ucap Henry dan mengakat panggilan dari Ryeowook.

“Ah, Waeyo Ryeowook-ah?” Tanya Henry. Sungmin yang menyadari itu dari Ryeowook langsung menunjukkan wajah senangnya.

“Sungmin… Hmmm.” Gumam Henry yang langsung di beri tanggapan dari bahas tubuh Sungmin.

“Och, Sungmin dia sedang sakit.” Ucap Henry saat melihat bahas tubuh Sungmin yang sedang berpura – pura sakit.

“Iya, kemarin ia lupa menggunakan jaket untuk pergi keluar jadi ia masuk angin saat ini.” Terang Henry.

“Haaccchhhiimmm.” Akting Sungmin berpura – pura bersin.

“Ah, tenang saja… dia tidak apa – apa, iya… huh kelihatannya kami tidak bisa datang di acara pernikahanmu  besok, mianhae… iya aku akan mengatakannya pada Sungmin.” Ucap Henry seraya menutup Iphonenya.

“Eotteokhae?” Tanya Sungmin, Henry tersenyum.

“Ryeowook sangat khawatir tentangmu, jadi dia ingin kau menghubunginya saat kau sudah sembuh.” Ucap Henry, Sungmin tersenyum senang dan mengambil Iphonenya.

“Tapi, lebih baik tidak usah ku hubungi.” Ucap Sugmin seraya menaruh kembali Iphonenya.

“Besok kita akan mengejutkannya.” Kata Henry, Sungmin mengangguk pasti dan kembali menyantap jajangmyeonnya.

KEESOKAN HARINYA

“Hmm, sudah 1 orang teman kita yang menikah, aigoo… membuat iri saja.” Ucap Donghae yang merupakan teman dekat dari sang mempelai lelaki yang akan dinikahi oleh sahabat terbaiknya Sungmin yaitu Ryeowook.

“Huh, dari pada kau iri, kenapa tidak kau nikahi saja … Hyukie.” Ucap namja lainnya yang bernama Hangeng.

“Kau sendiri kenapa tidak menikahi Heechul, apa kau bermain dengan perempuan lain, aigoo.” Sindir Donghae kearah Hangeng yang hanya memutar bola matanya tidak begitu tertarik.

“Hey, sudahlah ini adalah hari pernikahannya Yesung Hyung, lebih baik jangan membuat masalah.” Ucap Siwon yang merupakan teman baik dari sang mempelai lelaki.

“Aigoo, Siwon-ah … kau lebih tampan dari pada mempelai perianya, lebih baik Yesung hyung lebih berhati – hati padamu.” Ucap Donghae, Yesung hanya tertawa mendengarnya.

“Acaranya akan dimulai.” Ucap Hangeng saat ia melihat jam tangannya.

“Hyung, kami tunggu diluar.” Ucap Siwon seraya menggeret Donghae keluar dari kamar. Yesung tersenyum dan seketika senyumnya luntur saat ia melihat sosok Kyuhyun yang masih berdiri di pojok kamar dengan pandangan kosong.

“Sungmin tak akan datang.” Ucap Yesung, seketika Kyuhyun mengangkat wajahnya dan melayangkan tatapan bingung ke Yesung.

“Ryeowook bilang dia sedang sakit sekarang jadi dia tidak bisa datang.” Terang Yesung, Kyuhyun menggakkan tubuhnya.

“Sakit? Sakit apa?” Tanya Kyuhyun, Yesung menghela nafas berat.

“Kata Ryeowook, ia Cuma masuk angin.” Jawab Yesung, Kyuhyun langsung beranjak pergi tapi dengan cepat Yesung membentak Kyuhyun.

“Kyuhyun, jangan  coba – coba untuk menemui Sungmin saat ini, kau tahu teroma apa yang tinggalkan pada Sungmin, jadi jangan menemuinya.” Ucap Yesung, Kyuhyun terdiam di depan pintu.

“Aku hanya ingin meminta maaf.” Ucap Kyuhyun, Yesung tersenyum simpul ia tahu benar Kyuhyun.

“Kalau begitu tunggulah waktu yang tepat, jangan sekarang… Sungmin biarkan dia sendiri yang ingin menemuimu.” Ucap Yesung dengan bijak.

“Kalau dia tidak mau menemuiku bagaimana?” Tanya Kyuhyun.

“Dia akan menemuimu, Aku Jamin itu.” Ucap Yesung seraya memakai jasnya dan melangkah berlalu dari hadapan Kyuhyun.

“…” Kyuhyun hanya bisa diam dan memukul dinding yang ada disampingnya.

Sedangkan sosok Sungmin kini sedang berdiri di depan pintu gedung dimana acara pernikahan Ryeowook akan di laksanakan.

“Hmm, kita kurang cepat datangnya, lihat sudah banyak orang.” Ucap Sungmin kepada Henry yang kini melihat – lihat kertas undangan yang ia bawa.

“Sudahlah, yang penting kita datang.” Ucap Henry seraya mengangkat lengannya, Sungmin menoleh dan tersenyum, yah―layaknya seorang bangsawan dengan bangga Sungmin menggandengan tangan Henry dan berjalan masuk kedalam gedung.

“Kau yakin, kau baik – baik saja dengan gaun itu.” Ucap Henry dari sisi bibirnya kearah Sungmin.

“Tentu saja, apa aku tampak aneh?” Tanya Sungmin mulai menunjukkan sikap kekanak – kanakannya.

“Ani, hanya saja sejak tadi semua orang menatap kita.” Jawab Henry.

“Tentu saja, mereka semua adalah temanku, mungkin mereka berpikir kau itu seorang preman yang sedang mengancamku untuk menjadi pasanganmu di pernikahan ini.” Ucap Sungmin asal yang hanya di sambut senyum sinis dari Henry.

“Lucu sekali Minnie.” Ucap Henry.

“Aku memang lucu.” Timpal Sungmin dengan masa bodoh.

“Hmm, mana Ryeowooknya.” Gumam Henry yang langsung disambut dengan injakan kaki Sungmin.

“Tentu saja Ryeowook belum keluar, dia harus berdandan cantik dulu dan mempersiapkan semuanya.” Ucap Sungmin yang disambut dengan desisan kesal dari Henry.

Tapi tak lama kemudian terdengar suara MC yang meminta para tamu undangan untuk duduk dan berada dekat untuk melaksanakan pernikahan.

“Nah, sekarang baru kita lihat Ryeowook.” Ucap Sungmin, Henry hanya ber-‘HM’ ria karena menahan kesal karena kakinya di injak.

“Akh, itu Ryeowook.” Seru Sungmin pelan saat terdengar suara alunan lagu penghantar dimana Ryeowook datang bergandengan dengan ayahnya dari belakang.

“Omo, dia cantik bukan.” Ucap Sungmin.

“Hm.” Sahut Henry sekenanya.

“hehehe.” Tawa Sungmin gembira tapi tiba – tiba saja tatapan Sungmin langsung tertuju pada seorang namja yang ada di altar.

“Omo, Yesung … Yesung sanbaenim… itu calon suaminya Ryeowook, kenapa Ryeowook tidak pernah memberitahunya padaku.” Ucap Sungmin manyun. Kurang lebih 15 menit acara pensakralan pernikahan, kini berlanjut keacara resepsinya, semua tamu mulai menikmati beberapa acara seperti berdansa, makan – makan.

“Ehem.” Deham mempelai Pria mengambil perhatian para tamu.

“Hari ini aku ingin mengucapkan terima kasih untuk para tamu dan sahabatku, atas kehadirannya selain itu juga kepada mempelai wanitaku yang sangat cantik.” Ucap Yesung didepan para tamu, Ryeowook tertawa dengan gombalan yang diberikan oleh suaminya yang telah sah 15 menit yang lalu itu.

“Aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada mempelai priaku yang sudah bijaksana menuntunku sampai sekarang, dan juga para tamu, teman – temanku, walaupun hari ini teman terbaikku tidak bisa datang karena…”

“RRRRYYYYEEOOOWWWOOOKK-AH!!!” Tiba – tiba diantara puluhan tamu terdengar suara Sungmin yang seketika membuat Ryeowook dan beberapa orang menoleh, termasuk sosok Kuhyun yang berada di ambang pintu keluar gedung yang mendengar jelas Suara Sungmin.

“SU…SU….SUNGMIN….” Teriak Ryeowook seraya turun dari atas panggung ia berdiri dan menghampiri Sungmin dan memeluknya.

“Henry, bilang kau sakit, jadi kau tidak bisa datang.” Ucap Ryeowook khawatir.

“Hehehe.” Tawa Sungmin malu dan kini giliran Henry yang ditatap oleh Ryeowook dan SSSEEPPP

“AAAWWW.” Teriak Henry dimana kakinya kembali diinjak oleh Ryeowook.

“Kenapa menginjak kakiku.” Marah Henry sudah naik keubun – ubun.

“Kenapa kau berbohong?” Tanya Ryeowook, Henry menatap sangar kearah Sungmin.

“Katakan padanya kalau kau yang memintaku untuk bilang kepadanya kalau kau sakit.” Ucap Henry tidak setuju kalau ia selalu dipersalahkan.

“hehehe, baik – baik… Ryeowook jangan marah pada Henry, aku yang memintanya untuk berbohong padamu.” Ucap Sungmin, Ryeowook menatap Sungmin kecewa.

“Kau tahu aku sangat khawatir denganmu.” Ucap Ryeowook.

“Mianhae.” Ucap Sungmin, selama sesaat sebuah senyum terukir manis di bibir mereka bertiga tapi tiba – tiba saja sebuah suara membuat senyum itu sirna.

“Sungmin… MINNIE.” Panggil Kyuhyun dengan penampilan yang berantakan karena harus berlari dan menyelinap diantara gerombolan orang yang menghalangi jalannya.

“Kyu…Kyuhyun.” Ucap Ryeowook dengan suara horror, Sungmin yang mendengar jelas ucapan Ryeowook, tiba – tiba saja tubuhnya menegang.

“Minnie…” Panggil Kyuhyun dengan jelas.

“Ayo, kita pergi.” Ajak Henry seraya menarik tangan Sungmin, tapi Sungmin sama sekali tidak bergeming, melainkan Sungmin malah menoleh dan menatap Kyuhyun dengan tatapan yang begitu aneh, sebuah tatapan yang menakutkan―tatapan yang berbeda jauh dari sosok Sungmin yang periang.

“Aku tidak punya urusan apapun denganmu.” Ucap Sungmin, Kyuhyun yang tidak pernah mendengar nada suara yang begitu dingin keluar dari bibir mungil Sungmin begitu kaget.

“Kita memang tidak punya urusan tapi kita punya hal yang belum terselesai.” Ucap Kyuhyun, entah dari mana datangnya sebuah suara dingin itu, tapi semua orang terkejut dengan nada suara Kyuhyun, yang sudah lama tidak mereka dengar semenjak Kyuhyun berpisah dari sosok Sungmin.

“Sudah… Sudah terselesaikan semenjak terakhir bertemukan, jadi anggap saja tak ada masalah.” Ucap Sungmin memegang lengan Henry, Kyuhyun yang melihat itu entah kenapa rasa cemburu itu kembali datang selama 2 tahun ini… 2 tahun Kyuhyun selalu berkutat dengan rasa cemburunya saat terakhir bertemu dengan Sungmin.

“Ani… belum, kita harus bicara… untuk menuntaskan ini semua.” Ucap Kyuhyun, Sungmin menatap Kyuhyun, Henry yang ada disamping Sungmin menatap Sungmin dengan tatapan pasti.

“Minnie… kau harus menyelesaikannya.” Ucap Henry seraya merangkuh wajah Sungmin yang ditanggap sinis dengan Kyuhyun melihat adegan mereka berdua. Sungmin terdiam dan berpikir.

“Baiklah, kita selesaikan ini… tapi tidak disini.” Ucap Sungmin, Kyuhyun mengangguk.

“Aku ikut.” Ucap Ryeowook, tapi dengan lembut Sungmin menolak dan memberi alasan kalau Ryeowook harus tetap di acara pernikahannya.

“Aku akan kembali.” Ucap Sungmin kearah Henry dan Ryeowook yang khawatir dengannya, Henry dan  Ryeowook hanya mengangguk, sedangkan Sungmin mengikuti langkah Kyuhyun.

“Kita akan kemana?” Tanya Sungmin.

“Ikut saja, kita akan berbicara ditempat yang benar – benar aman.” Ucap Kyuhyun dengan pandangan kosong. Sungmin yang tidak begitu peduli dengan Kyuhyun, hanya mengalihkan pandangannya kearah lain.

Kyuhyun dan Sungmin menaiki lift dan pada tujuan terakhir Kyuhyun dan Sungmin kini berdiri diatap gedung yang merupakan hotel mewah yang ada di seoul.

“Sekarang bicaralah.” Ucap Sungmin mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Bunuh aku.” Ucap Kyuhyun, Sungmin shock dan menatap Kyuhyun aneh.

“Apa maksudmu?” Tanya Sungmin seraya melangkah mendekat kearah Kyuhyun, Kyuhyun tertawa aneh membuat Sungmin takut.

“Hmm… maafkan aku, aku mempermainkanmu… aku laki – laki berengsek, seharusnya aku tidak berhak berbicara padamu saat ini, huh… tapi setidaknya aku telah meminta maaf, tak lama lagi aku juga akan mati.” Ucap Kyuhyun, Sungmin semakin bingung dengan apa yang diucapkan oleh Kyuhyun.

“Kyu, jangan berbicara yang aneh – aneh, aku sudah memaafkanmu… jadi sudah sampai di sini saja.” Ucap Sungmin seraya berbalik dan melangkah pergi tapi.

“Jika kau pergi biar aku mengakhiri ini semua sendiri.” Ucap Kyuhyun seraya melangkah menuju kepinggir atap gedung. Sungmin yang terdiam menoleh dan menatap kearah sosok Kyuhyun yang tampaknya akan bunuh diri di pinggir atap gedung.

“KYUHYUN.” Teriak Sungmin seraya berlari kearah Kyuhyun dan menarik Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan, apa kau gila huh!… aku sudah memaafkanmu dan kenapa kau tetap saja seperti ini, ada apa? Kau kenapa Kyu… ini bukan kau … kau hanya diam ja….” Bugh! Kyuhyun memeluk Sungmin saat Kyuhyun melihat Sungmin begitu panic, tubuh Kyuhyun yang lemah membuat Sungmin dan Kyuhyun terduduk dan bersandar dipagar pembatas.

“Kelinci… aku mencintaimu…” Ucap Kyuhyun, Sungmin membulatkan matanya dan berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun.

“Kyuhyun lepaskan.” Pinta Sungmin mulai memberontak dalam pelukan Kyuhyun.

“Kelinci… appeo.” Ucap Kyuhyun, Sungmin berhenti memberontak dan tiba – tiba saja Kyuhyun batuk dan suara Kyuhyun menjadi serak selain itu pelukan Kyuhyun menjadi lemah.

“Kyu…” Gumam Sungmin tapi tiba – tiba saja Sungmin menutup mulutnya tidak percaya.

“Aku lupa meminum obatku.” Ucap Kyuhyun dengan senyum lemah diantara bibirnya yang dipenuhi darah.

“K…Kkkyuuu… kau kenapa?” Tanya Sungmin tanpa terasa air mata Sungmin jatuh dari pelupuk matanya.

“Kau menangis… Uljima.” Ucap Kyuhyun berusaha menghapus air mata Sungmin.

“Kau kenapa? Hiks.. hiks.” Tanya Sungmin mulai bergetar saat ia menggenggam tangan Kyuhyun.

“Huh, ini hukuman bagiku kelinci, aku begitu bodoh… dan kini aku sengsara dengan perasaanku dan juga penyakit ini.” Ucap Kyuhyun dengan sebuah senyum yang begitu hangat.

“Kyu… kita kerumah sakit yah.” Pinta Sungmin, dari mata Sungmin tampak sebuah kepanikan dan ketakutan dimana, Kyuhyun bisa merasakan tangan Sungmin yang bergetar.

“Kelinci, kenapa kau malah panic… kau seharusnya mengejekku kalau aku begitu lemah.” Canda Kyuhyun, Sungmin benar – benar panic ia memeluk Kyuhyun dengan takut.

“Kyuhyun… jangan bercanda seperti itu.” Ucap Sungmin, Kyuhyun tersenyum senang dimana akhirnya pada detik – detik terakhir hidupnya ia punya kesempatan memeluk tubuh Sungmin.

“Kelinci, jangan seperti ini… kau sama sekali tidak lucu kelinci.” Ucap Kyuhyun, Sungmin menangis sejadi – jadinya.

“Kyuhyun… ayo bangun kita kerumah sakit…” Pinta Sungmin, Kyuhyun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Kalau tidak dimana? Dimana obatmu biarku ambil, kau pasti baik – baik saja setelah meminum obatmu.” Ucap Sungmin seraya beranjak pergi tapi dengan cepat Kyuhyun menahan tangan Sungmin.

“Kyu… hiks.” Isak tangis Sungmin.

“Jangan tinggalkan aku.” Pinta Kyuhyun, Sungmin kembali duduk dihadapan Kyuhyun dan menangis.

“Kyu… kau tidak akan meninggalkan aku disini sendirian bukan?! Kyu… aku takut, aku takut kau akan pergi dan meninggalkan aku diatas sini, Kyu… jangan tinggalkan aku arreo.” Ucap Sungmin dengan nada suara ketakutan, Kyuhyun merangkuh wajah Sungmin.

“Minnie, jika kau takut… aku tak akan mencegahmu pergi… jika kau pergi jangan kembali membawa yang lainnya, aku ingin sendiri Minnie.” Ucap Kyuhyun sambil menghapus air mata Minnie yang terus mengalir.

“Kyu…” Gumam Minnie.

“Pallia GO.” Ucap Kyuhyun melepaskan rangkuhan tangannya dan mengalihkan pandangannya kearah lain. Sungmin yang ketakutan mulai bangkit dan beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun tepat saat Sungmin menutup pintu atap gedung, Kyuhyun menutup matanya dan kini kenangan – kenangan masa lalunya bersama Sungmin mulai berputar dipikirannya.

FLASBACK ON

“Kyu… hati – hati.”

“Kyu… tanganmu terluka.”

“Kyu… aku takut gelap.”

“Kyu…Kupon ‘Menuruti Perintah Apapun’ ini suatu hari nanti akan ku gunakan!”

“Kyu… aku mencintaimu.”

“Kyu…Kyu…Kyu…Kyu…Kyu… jangan tinggalkan aku…KYUHYUN.”

FLASHBACK OFF

“Huh.” Tiba – tiba Kyuhyun membuka matanya dan ditatapanya Sungmin yang ngos – ngosan.

“Jangan tinggalkan aku.” Ucap Sungmin, Kyuhyun hanya kebingungan melihat Sungmin yang kembali.

“Kenapa kau  ada di sini?” Tanya Kyuhyun kaget.

“Ini.” Ucap Sungmin, Kyuhyun menatap kearah sekertas kupon yang pernah ia berikan pada Sungmin.

“Kau bilang akan menuruti semua perintahku, jadi sekarang… aku ingin kau kerumah sakit.” Ucap Sungmin, Kyuhyun tertawa pelan.

“Minnie, kupon itu tidak berlaku lagi ka…”

“Aku mencintai Kyu…”

“Huh!” Pekik Kyuhyun kaget.

“Kau bilang kupon ini berlaku selama Kyuhyun ada bersamakukan… bukankah tadi Kyu bilang mencintaiku dan aku juga mencintaimu, jadi ku mohon Kyu, ayo kita kerumah sakit.” Pinta Sungmin, Kyuhyun terdiam dan tersenyum lemah.

“Aku… AKu mencintai Kyu… jadi aku mohon.” Ucap Sungmin, Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Sungmin tersenyum senang dan membantu Kyuhyun bangkit dari tempatnya.

“Akh.” Pekik Kyuhyun seraya memegangi perutnya yang terasa sakit.

“Kyuhyun, bertahanlah.” Ucap Sungmin, Kyuhyun tersenyum dan mengangguk lemah, Sungmin membantu Kyuhyun melangka melewati beberapa anak tangga dan masuk kedalam lift.

“ARGH!” Pekik Kyuhyun hampir terjatuh saat Sungmin menekan tombol lantai dasar.

“Kyu.” Teriak Sungmin seraya memaluk Kyuhyun berusaha membuat Kyuhyun tetap berdiri, Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang sedang memeluknya dari kaca.

“Kelinci, kau tampak seperti gadis nakal.” Canda Kyuhyun, Sungmin menatap kyuhyun marah, tapi ia hanya diam dan mengambil selendang di bahunya.

“Minnie, ini selendangmu.” Ucap Kyuhyun saat dengan rasa sayang Sungmin menghapus noda darah yang ada di bibir Kyuhyun.

“Gwaenchana.” Ucap Sungmin, saat sampai di lantai dasar dengan cepat Sungmin membantu Kyuhyun melangkah menuju keaula dimana dari kejauhan tampak sosok Henry sedang menatap jam tangannya.

“Henry-ah” Teriak Sungmin, Henry menoleh dan membulatkan matanya.

“Minnie…” Teraik Henry kaget dan menghampiri Kyuhyun dan Sungmin.

“Ada apa dengannya?” Tanya Henry kaget dan menatap kearah Kyuhyun yang tampaknya sedang menahan sakit.

“Nanti saja ku jelaskan sekarang bantu aku membawanya kerumah sakit.” Ucap Sungmin, Henry mengangguk dan bergegas pergi untuk mencari taksi tapi tiba – tiba saja langkah Henry terhenti saat sosok Siwon datang yang melihat keadaan Kyuhyun.

“Kyuhyun… ada apa ini?” Tanya Siwon.

“Siwon cepat antar aku ke rumah sakit.” Jawab Kyuhyun dengan suara serak, Henry yang tadinya ingin mencari taksi langsung membantu Sungmin untuk membawa Kyuhyun menuju kearah mobil milik Siwon.

Saat didalam mobil Sungmin tidak bisa jauh dari Kyuhyun, Kyuhyun berulang kali memutahkan darah, membuat Sungmin panic.

Saat sampai di rumah sakit, Siwon langsung memarkirkan mobilnya dan menghubungi beberapa dokter yang ia kenal, sedangkan Sungmin dan Henry membantu Kyuhyun keluar dari mobil dan menuntun Kyuhyun menuju kesebuah ruangan yang di perintahkan oleh Siwon, Siwon yang sibuk berbicara dengan dokter, membuat Sungmin was – was.

“Terima Kasih banyak.” Ucap Siwon seraya melangkah menuju Sungmin dan Henry sedangkan Kyuhyun sudah terbaring lemah diatas kasur.

“Aku sudah berbicara pada para dokter, mereka akan seberusaha mungkin untuk menolong Kyuhyun.” Ucap Siwon  menenangkan Sungmin.

“Jadi sekarang kita tunggu saja di luar, Dokter akan memeriksanya.” Ucap Siwon, Sungmin yang masih menggenggam tangan Kyuhyun dengan berat hati melepaskan genggamannya dan melangkah keluar.

30 menit 1 jam 2 jam.

Hampir 3 jam Kyuhyun diperiksa sampai suatu ketika seorang dokter keluar dari ruangan Kyuhyun.

“Bagaimana dok?” Tanya Siwon, dokter itu tampak ragu ingin menjelaskan keadaan Kyuhyun.

“Dok, dia baik – baik sajakan.” Ucap Sungmin.

“Sebelumnya aku ingin bertanya apa Kyuhyun-ssi pernah mengalami kecelakaan?” Tanya Dokter itu membuat Sungmin kebingungan.

“Ne, pernah sekitar 2 tahun yang lalu.” Ucap Siwon, Sungmin yang mendengar itu tampak kaget.

“Apa.” Gumam Sungmin tidak percaya.

“Hmm, tampaknya lukanya waktu kecelakaan itu belum bisa sembuh selain itu kami juga menemukan kanker di lambungnya, hmm, kami semua belum bisa memastikan ini, tapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk Kyuhyun-ssi jadi berdoa saja.” Ucap dokter seraya pergi.

“Kyuhyun pernah kecelakaan? Kapan dan kenapa?” Tanya Sungmin. Siwon menatap Sungmin dengan ragu.

“Dia kecelakaan tepat saat kau akan pergi keluar negri 2 tahun lalu, saat itu ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menyusulmu ke bandara tapi entah kenapa ada sebuah accident yang membuatnya mengalami kecelakaan parah.” Terang Siwon, Sungmin terduduk di kursi tunggu, membuat Henry cemas.

“Sungmin kau tidak apa – apa?” Tanya Henry, Sungmin hanya menggelengkan kepalanya lemah.

“Hmm, sekarang kita hanya tergantung kemampuan Kyuhyun dan juga doa kita.” Ucap Siwon, Sungmin sekarang menundukkan kepalanya dalam.

“Minnie, tenang saja dia akan baik – baik saja.” Ucap Henry mencoba membuat Sungmin lebih tenang.

“Hmm, Sungmin katakana padaku… apa yang kalian bicarakan?” Tanya Siwon dengan nada lemah mencoba tidak membuat Sungmin kembali panik, Sungmin menatap Siwon dan menghela nafas panjang.

“Tadi dia menyuruhku untuk membunuhnya.” Ucap Sungmin yang langsung ditatap kaget oleh Siwon dan Henry secra bersamaan.

“Jadi kau melakukannya?” Bisik Henry nyaris tak terdengar, Sungmin menggelengkan kepalanya kuat.

“Itu tidak mungkin, aku tidak melakukannya, tapi dia malah ingin bunuh diri dan aku mencegatnya lalu ini terjadi… ia batuk darah dan entahlah aku tidak tahu … aku takut.” Jelas Sungmin dengan suara bergetar, Henry yang melihat itu langsung memeluk Sungmin.

“Gwaenchana? Gwaenchana.” Ucap Henry menenangkan Sungmin, Siwon yang mendengar jelas penjelasan Sungmin hanya mengutuki sikap bodoh Kyuhyun.

“Bagaimana bisa ia semakin bodoh seperti itu.” Gumam Siwon, tapi tak berselang lama terdengar suara Ryeowook yang memanggil Sungmin.

“Ryeowook kenapa kemari?” Tanya Sungmin masih dengan suara yang bergetar, Ryeowook tidak peduli dengan pertanyaan Sungmin ia langsung menghampiri Sungmin dan memeluknya.

“Minnie, kau tidak apa – apakan.” Ucap Ryeowook khawatir, Sungmin mengangguk lemah.

“Tapi Kyuhyun dia…” Ucap Sungmin seraya menatap nanar kearah ruangan Kyuhyun, Siwon dan Henry hanya bisa diam.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Yesung menatap aneh kearah Siwon mencoba menjaci jawaban dari Siwon, Siwon yang tahu jelas hal itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan meminta Yesung untuk berbicara ditempat yang lain, karena Siwon takut bisa membuat Sungmin kembali menjadi takut dan panic.

“Sungmin, selendangmu.” Ucap Ryeowook kaget.

“I…Ini, darah Kyuhyun.” Gumam Sungmin gagap Ryeowook memegang erat tang Sungmin, wajah Sungmin begitu pucat.

Forgive me…

Memaafkannya adalah suatu kekehawatiran yang besar… tapi inilah kenyataannya, AKU MASIH MENCINTAINYA. Lee Sungmin…

TO BE CONTINUE…


12 thoughts on “❝KyuMin❞|✲ All My Heart Chapter 03✲

  1. Hey! I simply wish to give an enormous thumbs up for the
    good information you’ve here on this post. I will likely be coming back to
    your weblog for more soon.

  2. Hey! I just would like to give a huge thumbs up for the good information you’ve gotten right here on
    this post. I will be coming back to your blog for extra soon.

  3. Hello! I just would like to give an enormous thumbs up for the nice info
    you will have here on this post. I will likely be coming back
    to your weblog for extra soon.

  4. Good day! I just would like to give a huge thumbs up for the nice
    information you might have here on this post. I will be coming back
    to your weblog for more soon.

  5. Good day! I simply would like to give an enormous thumbs
    up for the nice data you’ve gotten here on this post. I will likely be coming back to your blog for more soon.

  6. Whats up! I just want to give an enormous thumbs up for the good information you have got here
    on this post. I might be coming back to your blog for more soon.

  7. Hi there! I simply want to give a huge thumbs up for the great information you have here on this post.
    I will likely be coming again to your blog for more
    soon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s