≋KyuMin | ☆GHOST☆ | Chapter 04≋


Title : Ghost

 

Chapter : 01

 

Author : Song Sae Yoon

 

Genre : Mystery| Romance | Fantasy |

 

Rating : PG

 

Cast :

 

Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

 

Lee SungMin a.k.a Sungmin (Yeoja)

 

Kim Kibum a.k.a Kibum (Yeoja)

 

Choi Siwon a.k.a Siwon

 

♔♔♔

 

Chapter sebelumnya…

“Huft~ Kya, aku senang sekali.” Gumam Sungmin saat ia menyadari baru saja ia berbicara dengan namja yang sangat ia sukai.

Dengan perasaan senang Sungmin kembali melangkah menuju kepersimpangan jalan.

“Hmm, lampu merah.” Gumam Sungmin seraya menyelusuri zebra Cross tapi tiba – tiba saja terdengar …

Chapter 04

 

BBRRRAAKKK Suara tabrakan

FLASHBACK OFF

 

Tiba – tiba saja Sungmin membuka mata dan meneteskan air mata dipipi transparan miliknya.

“Hiks…hiks…hiks. Aku takut.” Isak tangis Sungmin dan tak berselang lama Sungmin mendengar suara anak kecil.

“Ibu… gadis itu menangis.” Ucap anak kecil itu seraya menunjuk kearah Sungmin yang kini menatap shock kearah anak kecil yang kini bertemu pandang dengannya.

“JoongKi-ah jangan menakuti amma, tak ada seorangpun disana, kajjah.” Ajak seorang yeoja paruh baya yang kini menarik paksa anak kecil itu menjauh dan pergi dari hadapan Sungmin.

“Annyeong.” Ucap Sungmin kearah anak kecil itu, anak kecil itu tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Sungmin. Tapi dengan cepat Sungmin kembali meruntuki keadaannya.

“Yang bisa melihatku hanya anak kecil dan Kyuhyun… hmm, kenapa aku masih di dunia ini… jika aku mati kenapa aku tidak pergi kesurga ataupun keneraka.” Gumam Sungmin manyun.

“Karena gadis cantik begitu sangat disayangkan untuk meninggalkan dunia ini.” Tiba – tiba terdengar suara seseorang membuat Sungmin mencari – cari arah suara itu.

“Siapa itu?” Tanya Sungmin, tapi tak ada tanggapan sama sekali kecuali suara tawa seorang namja yang terngiang – ngiang dikepala Sungmin.

“Aku di sini.” Bisik seseorang membuat Sungmin menoleh kesampingnya dan ditatapanya seorang namja dengan pakaian super rapi sedang duduk disampingnya.

“Kau siapa?” Tanya Sungmin, namja itu tersenyum ramah.

“Aku adalah pengawasmu selama ini.” Jawabnya dengan senyum yang misterius.

“Pengawas, tapi selama ini yang mengawasiku hanya Kyuhyun.” Ucap Sungmin, namja itu tertawa renyeh mendengar ucapan Sungmin.

“Maksudmu si manusia es itu.” Ucap sang namja dengan nada suara meremehkan.

“Manusia? Kau siapa?” Tanya Sungmin mulai takut, namja itu mendekat kearah Sungmin dan tersenyum.

“Aku adalah… dewa kematianmu.” Terang namja itu dengan mata yang berubah menjadi hitam kelam membuat Sungmin ketakutan setengah mati.

“Hahaha, aku hanya bercanda… yup―senang berkenalan denganmu manis da – dah.” Pamit namja itu seraya menghilang begitu saja membuat Sungmin bergidik ngeri.

“ Hikss… huwwaa… KYUHYUN!!!!” Teriak Sungmin membuat Kyuhyun yang baru saja keluar dari perkarangan sekolah kaget dan celingak – celinguk mencari keberadaan Sungmin.

“Sungmin… SUNGMIN.” Teriak Kyuhyun tanpa peduli orang – orang sedang menatap kearahnya, Kyuhyun berlari tanpa arah mencoba mencari Sungmin. Hingga untuk sekian kalianya Kyuhyun berlari dan akhirnya menemukan Sungmin yang menangis di bangku taman.

“Sungmin.” Ucap Kyuhyun seraya berjalan mendekat kearah Sungmin.

“Sungmin… kau kenapa?” Tanya Kyuhyun, Sungmin yang mendengar suara Kyuhyun langsung menatap Kyuhyun dengan senang.

“Kyuhyun… aku takut.” Rengek Sungmin, membuat Kyuhyun bingung, Kyuhyun menatap kesekelilingnya dan kemudian memandang Sungmin dengan ragu.

“Kenapa?” Bisik Kyuhyun nyaris tak terdengar tapi cukup untuk bisa didengar Sungmin.

“Aku tadi bertemu dengan orang aneh, dia bilang dia mengawasiku dan dia juga adalah dewa kematianku.” Ucap Sungmin dengan cepat karena rasa takutnya, Kyuhyun yang mendengar ucapan Sungmin langsung menatap aneh kearah Sungmin.

“Apa yang ia bicarakan padamu?” Tanya Kyuhyun dengan nada suara yang serius.

“Dia hanya bilang seperti itu padaku.” Jawab Sungmin, Kyuhyun bergumam dan mengawasi kesekitar taman.

“Ayo, kita pulang.” Ajak Kyuhyun, Sungmin mengangguk dan mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang.

Selama perjalanan pulang Sungmin hanya diam membuat Kyuhyun berulang kali menoleh kebelakang untuk menatap Sungmin.

“Kenapa kau tidak begitu berisik sekarang?” Tanya Kyuhyun, Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap aneh kearah Kyuhyun.

“Apa?” Tanya Kyuhyun.

“Apa menurutmu, aku akan pergi.” Ucap Sungmin asal membuat Kyuhyun menaikkan alisnya merasa bingung dengan ucapan Sungmin.

“Apa gara – gara dewa kematian itu, kau berpikir seperti itu.” Ucap Kyuhyun, Sungmin terdiam dan mengangguk pelan.

“Hmm, begitu ya…” Gumam Kyuhyun, Sungmin mengangkat wajahnya untuk menatap lebih jelas kedalam mata Kyuhyun.

“Kyu… apa kau ingin aku pergi?” Tanya Sungmin yang seketika membuat Kyuhyun berhenti melangkah dan menatap marah pada Sungmin.

“Dari mana kau dapat pemikiran bodoh seperti itu?” Tanya Kyuhyun dengan nada marah membuat Sungmin melangkah mundur karena takut.

“Bukankah, selama ini aku menyusahkan Kyuhyun, jadi pasti Kyuhyun ingin aku pergi.” Ucap Sungmin, Kyuhyun menatap tajam sosok Sungmin yang kini sedang merundukkan wajahnya sedih.

“Sungmin… hentikan ocehanmu yang ngawur itu.” Ucap Kyuhyun seraya melangkah pergi meninggalkan Sungmin yang hanya bisa terpaku di tempatnya.

“Kyuhyun… aku tidak mau berpisah denganmu… hiks…” Isak tangis Sungmin saat ia melihat sosok Kyuhyun yang semakin menjauh dari tempatnya.

Hujan yang telah sepekan lebih ini menguyur kota Seoul, semakin lama semakin turun dengan derasnya.

Bisik – bisak dan tahayul mulai bermunculan menurut kepercayaan budaya korea dan juga muncul ramalan – ramalan bencana bermunculan entah siapa dalang dari semua kebohongan itu, tapi itu jelas menumbulkan keresahan bagi para masyarakat seoul.

“Kau lebih baik jangan keluar dari kamar ini, arreo.” Ucap Kyuhyun memperingati Sungmin yang kini sedang duduk di sofa kecil samping ranjang Kyuhyun. Sungmin menatap Kyuhyun sesaat dan mengangguk. Kyuhyun awalnya merasa ada yang aneh tapi dengan cepat ia tepis perasaannya itu dan ia kelaur dari kamar meninggalkan Sungmin sendirian.

Sungmin yang melihat Kyuhyun telah menghilang dibalik pintu, dengan cepat menundukkan wajahnya.

“Kyuhyun… apa dia tidak sedih saat aku tidak ada.” Gumam Sungmin seraya menatap nanar kearah luar jendela dimana rerintikan hujan terus berjatuhan dari langit.

Sungmin beranjak dari tempatnya dan melangkah keluar menuju balkon kamar Kyuhyun.

“Hmm, bahkan rasa dingin pun tidak bisa kurasakan… aigoo.” Bisik Sungmin seraya menatap nanar cahaya lampu kota dari kejauhan.

“Aku juga.” Tiba – tiba terdengar kembali suara asing itu membuat Sungmin bergidik takut dan menatap kesekelilingnya mencari – cari asal suara yang sejak tadi ia harap tak akan mendengarkannya lagi.

“Sungmin, aku di sini.” Ucap seseorang itu, Sungmin terdiam dan menatap kearah atas.

“Annyeong.” Sapanya ramah, Sungmin langsung mengalihkan pandangannya kearah lain dan mencoba melangkah kembali kedalam kamar Kyuhyun, tapi tiba – tiba saja sosok namja berpakaian rapi itu meloncat tepat kehadapan Sungmin dengan senyum khasnya membuat Sungmin takut.

“Mau apa kau?” Tanya Sungmin dengan nada suara yang bergetar.

SSSRREEEGGG

Namja itu tiba – tiba berada begitu dekat dihadapan Sungmin, membuat Sungmin menjadi begitu terpojok saat namja itu melangkah semakin mendekat kearahnya.

“Berhenti.” Pinta Sungmin, namja itu tersenyum misterius dan terus menatap tajam mata Sungmin.

“Waktumu hanya tinggal 4 hari lagi, jika kau sampai saat itu belum juga menemukan jasadmu dan tak mengetahui identitasmu, maka pada fajar hari ke-5 kau akan ku bawa ke suatu tempat penentuanmu.” Ucap namja itu dengan nada suara yang serius dan tiba – tiba saja pintu kamar terbuka dan namja itupun kembali menghilang.

“Sungmin, apa yang kau lakukan disana.” Ucap Kyuhyun membuat Sungmin tersadar. Sungmin tidak mengindahkan ucapan Kyuhyun melainkan ia malah berlari keluar meninggalkan Kyuhyun yang malah terjengah melihat tingkah Sungmin yang pergi entah kemana.

“Sungmin… Sungmin…Sungmin.” Teriak Kyuhyun seraya mengejar Sungmin tanpa menghiraukan ibunya sedang menatapnya dengan aneh.

Sungmin berlari begitu cepat diantara orang – orang yang berlalu lalang di hadapannya.

“Eotte? Eotte, aku harus cepat aku tidak ingin pergi, aku … aku harus hidup.” Gumam Sungmin berlari menuruti semua perasaannya yang selama ini ia tahan.

“Aku tahu… aku tahu tempat dimana aku meninggal.” Gumam Sungmin seraya berjalan menuju kejalanan persimpangan dimana tadi siang seorang gadis mengalami kecelakaan di sana.

“Kenapa… kenapa tidak bisa ingat.” Gumam Sungmin saat berada di tengah – tengah zebra cross tempat ia kecelakaan.

“Ayolah Sungmin, kau pasti ingat apa yang terjadi padamu.” Gumam Sungmin mondar – mandir di tengah zebra cross itu, sedangkan Kyuhyun yang baru sampai di tempat itu mencoba mengatur nafasnya, tak dihiraukannya udara dingin di sekitarnya dan juga sweater yang ia gunakan sudah setengah basah karena berusaha mengejar Sungmin ditengah – tengah hujan.

Di tatapnya serius sosok Sungmin yang kini tampak frustasi menatap kesekeliling.

“Apa yang ia lakukan di sini? Dasar gadis bodoh.” Gumam Kyuhyun seraya melangkah kearah Sungmin untuk membawa Sungmin kembali ke rumah, tapi tiba – tiba saja lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, membuat Kyuhyun terpaku dan menatap kearah sebuah bus yang melaju kearahnya.

“M…mwo…” Gumam Kyuhyun, Sungmin yang melihat itu langsung berlari kearah Kyuhyun dan mencoba mendorong Kyuhyun dengan kekuatan magisnya.

“Akh, SUNGMIN.” Teriak Kyuhyun saat sosok Sungmin menghilang saat bus itu menabraknya.

“Hmmm, aku tidak apa – apa.” Gumam Sungmin yang entah kapan ada di samping Kyuhyun, Sungmin menatap Kyuhyun dengan aneh, membuat Kyuhyun merasa merinding dengan tatapan Sungmin.

“Apa?!” Tanya Kyuhyun pelan, sedangkan orang – orang sedang menatapnya dengan aneh, karena barusan saja ia hampir tertebrak oleh sebuah bus dan kini ia berdiri seperti orang aneh setelah meneriaki nama Sungmin.

“Pabo, kenapa bertindak ceroboh seperti itu?” Ucap Sungmin dengan suara yang bergetar membuat Kyuhyun terpaku.

“Ini gara – gara kau, sudah aku mau pulang.” Ucap Kyuhyun seraya berbalik meninggalkan Sungmin sendiri, Sungmin yang sejak tadi khawatir hingga lupa apa tujuan sebenarnya, langsung mengejar Kyuhyun.

“Kyu, gwaenchana?” Tanya Sungmin, Kyuhyun tidak menimpali pertanyaan Sungmin, ia terus melangkah sampai dibeberapa blok dekat rumahnya, tiba – tiba tubuh Kyuhyun lunglai.

“Gwaenchana?” Tanya Sungmin khawatir dimana wajah Kyuhyun tampak pucat dan juga hujan semakin lama semakin menderas.

“Kajjah, aku tidak apa – apa.” Ucap Kyuhyun terus melangkah menuju rumahnya, Sungmin yang khawatir terus berdiri dekat dengan Kyuhyun.

Sesampainya di rumah Kyuhyun langsung masuk kedalam kamar tanpa menghiraukan serentetan pertanyaan yang keluar dari mulut ibunya.

“Sungmin… aku tidur dulu jangan pergi kemana – mana.” Ucap Kyuhyun saat menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang king sizenya itu dengan mata tertutup.

“Kyu.” Gumam Sungmin seraya duduk di samping ranjang Kyuhyun dan menatap Kyuhyun dengan khawatir.

“Wajah Kyuhyun memerah dan nafasnya juga berhembus dengan cepat, apa Kyuhyun demam.” Gumam Sungmin seraya meletakkan punggung tangannya keatas kepala Kyuhyun.

“Dingin…” Keluh Kyuhyun saat tangan Sungmin menyentuh kepalanya.

“Akh, mian…” Gumam Sungmin dengan cepat menarik tangannya menjauh dari kepala Kyuhyun.

“Kelihatannya benar – benar demam.” Ucap Sungmin seraya menatap kesekelilingnya.

“Bagaimana caranya membantu Kyuhyun?” Gumam Sungmin saat melihat Kyuhyun yang mulai batuk.

Tapi tiba – tiba saja pintu kamar Kyuhyun terbuka dan munculah sosok ibu Kyuhyun.

“Kyu, kau tadi kemana?” Tanya Ibu Kyuhyun seraya duduk di pinggiran kasur Kyuhyun dan menyentuh kepala Kyuhyun yang panas.

“Omo, kau sakit.” Pekik Ibu Kyuhyun seraya beranjak keluar entah kemana, Sungmin yang lihat itu hanya bisa melongo karena tak ada yang bisa ia perbuat.

Tak lama kemudian Ibu Kyuhyun kembali membawa minuman dan sebuah obat ditangannya.

“Kyu…Kyuhyun… irona…” Pinta Ibu Kyuhyun, Kyuhyun dengan susah payah membuka matanya dan menatap ibunya dengan bingung.

“Eomma, waeyo?” Tanya Kyuhyun kaget dan menatap Sungmin dengan aneh, Sungmin yang di tatap seperti itu langsung kaget.

“Ini, minumlah… kau tampak demam, jadi ibu bawakan obat” Ucap Ibu Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengangguk pelan dan mengambil obat yang di sodorkan ibunya padanya.

“Kenapa kau malah keluar saat hujan tadi?” Tanya Ibu Kyuhyun seraya menyodorkan segelas air minum saat Kyuhyun menelan obat yang ia ambil.

“Hmm, tadi tiba – tiba saja ada urusan penting.” Dusta Kyuhyun, Ibu Kyuhyun menghela nafas berat.

“Sungmin? Siapa itu Sungmin, tampaknya orang itu sangat penting  bagimu.” Ucap Ibu Kyuhyun saat Kyuhyun meletakkan gelas air minumnya diatas meja.

“Sungmin… dia temanku.” Ucap Kyuhyun asal, disaat ia merasakan tubuhnya mulai merasa baikkan.

“Seorang gadis.” Ucap Ibu Kyuhyun mulai membuat Kyuhyun kaget.

“Dari mana ibu tahu kalau dia perempuan.” Tanya Kyuhyun, Ibu Sungmin tersenyum simpul.

“Karena, ada teman ibu bilang, kau saat ini sedang di ikuti roh seorang gadis.” Jawab Ibu Kyuhyun, Sungmin yang mendengar itu langsung membulatkan matanya kaget.

“Apa, huh eomma jangan terlalu percaya dengan hal itu.” Ucap Kyuhyun mulai gelagapan, tapi dengan cepat Ibu Kyuhyun tersenyum dan menepuk bahu Kyuhyun.

“Gwaenchana, ibu juga tidak begitu percaya dengan hal seperti itu, sekarang tidurlah.” Ucap Ibu Kyuhyun seraya mengambil gelas yang di letakkan Kyuhyun diatas meja dan pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih shock dengan ucapan Ibunya.

“Jadi, ada orang lain yang tahu tentang aku.” Ucap Sungmin, Kyuhyun menatap Sungmin.

“Sudahlah… lupakan saja, aku lelah.” Ucap Kyuhyun seraya membaringkan tubuhnya.

“Kyu… tadi aku berbicara dengan namja yang mengaku dia adalah dewa kematianku.” Kyuhyun terdiam dan menatap Sungmin dengan aneh.

“Apa yang ia katakan?” Tanya Kyuhyun, Sungmin menunduk dalam membuat Kyuhyun penasaran.

“Dia bilang, waktuku hanya 4 hari dan jika aku tidak bisa mengingat identitas maupun jasadku maka pada fajar hari -5, dia akan membawaku kesuatu tempat yang entah apa itu.” Ucap Sungmin, Kyuhyun menatap lurus kearah Sungmin, membuat Sungmin merasa aneh dengan tatapan Kyuhyun.

“Sungmin, berbaringlah di sampingku.” Pinta Kyuhyun, Sungmin membulatkan matanya dan tiba – tiba saja ia merasakan wajahnya menjadi memanas.

“Ke…ke…kenapa?”

“Cepatlah, kepalaku pusing jika melihatmu dari jarak jauh.” Pinta Kyuhyun, Sungmin dengan gugup berjalan mendekat kearah ranjang Kyuhyun yang berukuran King size itu dan berbaring di samping Kyuhyun.

“Hmm, kenapa… harus seperti ini?” Tanya Sungmin malu saat Kyuhyun menatapnya.

“Aku akan berusaha sekuat tenagaku, untuk membantumu.” Ucap Kyuhyun membuat Sungmin kaget.

“Kyu.”

“Selama ini saat kau ada di sisiku, entah kenapa aku merasa sangat senang, setiap kali melihatmu, aku merasa sudah pernah mengenalmu sebelumnya, dan entah kenapa aku ingin sekali berterima kasih padamu setiap saat, kau bagaikan dejavu bagiku.” Ucap Kyuhyun, Sungmin terdiam dan menatap Kyuhyun dengan senang.

“Gomawo.” Ucap Sungmin dengan senyum manis.

“Selama ini tak ada yang ku kenal, tapi saat bersama Kyuhyun… aku sangat senang, akhirnya aku bisa bertemu dengan seseorang yang bisa ku ajak bicara, walaupun kau pada awalnya sangat galak.” Ucap Sungmin membuat Kyuhyun tertawa pelan.

“Huh, kau itu adalah hantu yang paling konyol yang pernah ku temui.” Ucap Kyuhyun, membuat Sungmin mengembungkan pipinya ngambek dengan ucapan Kyuhyun.

“Tapi… aku menyukaimu… aku benar – benar menyukaimu…” Tiba – tiba saja suara Kyuhyun menghilang dan berubah menjadi dengkuran halus.

“Hmm, Kyu… kau…” Sungmin menutup rapat mulutnya dan berbaring menatap Kyuhyun dengan intens.

“aku juga, Sejak awal, aku juga menyukai Kyuhyun… aku… sangat menyukai Kyuhyun.” Ucap Sungmin dengan senyum manis.

 

TeBeCe….

 


One thought on “≋KyuMin | ☆GHOST☆ | Chapter 04≋

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s