✲MinYu✲ Triangel Love [Chapter 1 ‘First Love’]


Author : Sae Yoon Song

Genre :  Josei | Comedy

Rating : Romance | Sad | Friendship

Length : Chapter [1/?]

Title : Triangel Love ‘First Love’

Cast :

Lee Sungmin a.k.a Sungmin

Song Sae Yoon a.k.a Soyu

Henry Lau a.k.a Henry

Im Seo Yun a.k.a Youna

Other Cast :

Lee Je Mi a.k.a Jemi

Kim Jaejong a.k.a Jaejoong

Lim Gyeong Ha a.k.a Gyeong Ha

 

P.S Author : Jika ada kesalahan kata ataupun deskripsi tempat harap di maklumi, author langsung ngetik ajja, tanpa ngeliat kembali tulisan Author sendiri😛 selebihnya gomawo, chingudeul.

 

@@@ THE STORY @@@

DORM GIRL’S

Pagi telah menjelang dan sinar matahari telah memaksa masuk kedalam kamar asrama seorang gadis yang kini menggeliat dibawah selimutnya yang tebal.

“Soyu…Soyu… kau tidak bersiap – siap!” Seru seseorang dari balik pintu kamar, membuat sosok gadis yang bernama Soyu itu terpaksa membuka matanya dan menatap malas kearah jam waker yang berada di meja samping ranjang miliknya.

Dengan malas ia melangkah kearah kamar mandi dengan mata yang masih tertutup, tubuhnya begitu letih karena harus latihan tambahan kemarin malam, tapi hari ini ia harus turun sekolah karena pada pelajaran Pak Kadir ada ulangan dadakan. Sehingga sangat tidak memungkin kalau ia harus meminta dispensasi.

“Omo, si bawel sudah bangun ternyata.” Tiba – tiba terdengar suara seorang membuat sosok Soyu yang tadinya setengah sadar langsung membulatkan matanya dan … DUAK.

“Suu…Sungmin sanbae.. kenapa? Kenapa? Heee~~” Histeris Soyu saat ia melihat sosok lelaki yang tak lain adalah Sungmin seniornya sekaligus temannya semenjak kecil.

“Ssssttt…” Dengan isyarat diam Sungmin menutup mulut Soyu, Soyu yang takut ketahuan sama teman – teman asramanya yang lain dengan cepat celinagk – celinguk gaje berharap gak ada satupun temannya yang masuk kedalam kamarnya.

“Yak, kenapa kau ada di sini?” Tanya Soyu seraya menarik Sungmin menjauh dari pintu kamarnya.

“Hmm, aku hanya menumpang mandi, soalnya di asrama lelaki, airnya macet.” Alasan Sungmin membuat Soyu menepuk jidatnya.

“Tapikan bisa mandi di kamar mandi kepala asrama.” Ucap Soyu sebal dengan tingkah Sungmin yang seenak jidatnya masuk kedalam kamar asrama, untung – untungan gak ketahuan, kalo ketahuan apa jadinya nanti kehidupan Soyu selama di dalam asrama, terlebih lagi Sungmin adalah salah satu lelaki yang popular disekolah.

“Huuuaaa~ cepat pergi.” Teriak Soyu seraya mendorong tubuh Sungmin keluar lewat jendela.

“Iya… iya, aku pergi… pelit sekali.” Gumam Sungmin seraya melompat kearah pohon yang berada dekat di kamar asrama Soyu, sedangkan Soyu yang khawatir kalau ada salah satu temannya melihat sosok Sungmin dengan cepat ia menebarkan padangannya kesekitar sampai aman, iapun meminta Sungmin untuk pergi.

“Huft~ menyebalkan.” Gumam Sungmin saat ia melihat jelas Soyu mengisyaratkan untuk pergi dan BBBRRUUGGHH… Sungmin melompat dari atas pohon.

“Huh! Kotor lagi.” Gumam Sungmin seraya menepuk – nepuk sweaternya yang kotor karena dahan – dahan daun pohon yang menghalanginya saat melompat tadi.

“A…a…anu.” Tubuh Sungmin menegang saat mendengar suara seorang gadis di belakangnya.

“Glek!… aku ketahuan.” Gumam Sungmin seraya memejamkan matanya merasa pasrah dengan apa yang akan menimpanya saat itu juga. Tapi tiba – tiba saja ia merasakan sweater seragamnya ditarik.

Sungmin dengan rasa takut menoleh dan ditatapnya seorang gadis cantik yang sedang menyodorkan lambing pangkat osis milik Sungmin.

“Oh, gamshamnida.” Ucap Sungmin seraya meraih lambing pangkatnya dan membungkuk pelan, gadis itu tampak gugup dan berlari begitu saja dari hadapan Sungmin.

“Huh, seandainya Soyu bisa semanis itu… hm~ mungkin aku tidak perlu bertengker terus dengannya, tapi Cih…” Decih Sungmin saat ia melihat jendela kamar Soyu yang berada di lantai 2 gedung asrman perempuan.

“Argh, yang penting aku gak ketahuan.” Ucap Sungmin dengan anteng seraya pergi meninggalkan lingkungan asrama perempuan.

~Skiptime~

Bel masuk sekolah telah terdengar, sedangkan dari jauh tampak sosok Soyu telah berlari kencang menuju pintu aula Sekolah.

“Yup, aku sampai”….cit brak “sedikit kelewatan,,he~” Gumam Soyu saat ia tanpa sadar malah kelewatan dari pintu kelasnya dan menabrak beberapa bak sampah.

“Aigoo… Soyu-ah… tak bisakah kau tidak membuat keributan sepagi ini.” Ucap Gyeong Ha yang merupakan ketua kelas Soyu, Soyu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan bergegas duduk di bangkunya.

“Ck, kau ini senang sekali di tegur oleh Gyeong Ha.” Ucap Jemi yang merupakan teman sebangku Soyu.

“Hehehe, akukan tidak sengaja… terlebih lagi siapa sich yang ngepel di depan, licin banget.” Ucap Soyu mencari alas an, Jemi yang tahu benar sikap Soyu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Oya, tadi pagi aku liat… Sungmin sanbae masuk kedalam kamarmu, wae? Apa yang kalian lakukan huh.” Goda Jemi yang seketika dibekap oleh Soyu.

“Jangan bilang dengan siapa pun arra. Aish~ orang itu.” Geram Soyu seraya melepaskan bekapan tangannya saat Jemi menganggukkan kepalanya.

“Tapi katakana padaku, apa yang kalian lakukan?” Tanya Jemi, Soyu menatap tajam sosok Jemi yang beringsut menjauh dari Soyu.

“Dia tadi pagi hanya menumpang mandi.” Ucap Soyu, Jemi menaikkan sebelah alisnya merasa curiga dengan sikap Soyu.

“Numpang mandi, jadi kalian mandi bersama.” Bisik Jemi yang seketika membuat wajah Soyu memanas.

“A…a…aniyo.” Elak Soyu seraya memandang kesembarang tempat asalkan tidak menatap ke sosok Jemi yang sekarang mulai berbicara yang tidak – tidak tentang dirinya dan Sungmin.

“Soyu… apa ada yang bernama SOYU disini?” Terdengar suara Sungmin dari ambang pintu kelas Soyu. Soyu yang merasa namanya dipanggil dengan cepat ia berdiri.

“Kajjah, aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang.” Ucap Sungmin, Soyu memiringkan kepalanya merasa bingung dengan ucapan Sungmin, tapi dengan penasaran ia berjalan keluar dan mengikuti langkah Sungmin.

@Lapangan Lari

“Hmm, di sini gak ada orang…” Gumam Soyu, tapi tak lama kemudian dari kejauhan Soyu melihat sosok gadis yang tak asing baginya.

“Ku kenalkan murid pertamamu.” Ucap Sungmin, Soyu yang kini mulai mengerti kenapa ia ke sini hanya bisa cengo saat melihat sosok Youna yang merupakan kakak kelasnya yang terkenal pendiam di asrama sedang menghampirinya.

“Halo… Soyu.” Ucap Youna dengan nada khasnya yaitu lembut dan begitu halus di telinga.

“Eonni, mau menjadi salah satu tim marathon.” Ucap Soyu, Youna megangguk pasti dan entah apa Soyu menangkap gerak – gerik aneh saat Youna menatap Sungmin yang berdiri diantara mereka.

“CHEOA… neomu Cheoa… mulai hari ini aku dan Eonni akan berlatih bersama.” Ucap Soyu dengan gaya alaynya, tapi dengan cepat Sungmin mengacak rambut Soyu.

“Aish~ kau berisik.” Ucap Sungmin, Soyu yang kesal dengan kasar menepis  tangan Sungmin yang sedang mengacak rambutnya.

“Huh! Gwaenchana.” Pekik Youna kaget saat ia melihat Sungmin sedikit meringis saat Soyu menepis tangannya.

“Hmm, gwaenchana” Jawab Sungmin bingung dengan tingkah Youna yang tampaknya sangat memperhatikannya, tapi dengan tajam Sungmin menatap Soyu yang beringsut menjauh.

“Lihat, Youna saja menghawatirkanku. Huft~ baiklah… ayo kita kembali kekelas.” Ucap Sungmin seraya berlalu dari hadapan Soyu dan Youna, Soyu yang teringat kalau pada jam pertama adalah jam pelajaran Pak Kadar tanpa basa – basi ia berlari begitu cepat meninggalkan sosok Sungmin dan Youna tapi tak lama Soyu menghilang di perbelokan lapangan terdengar suara DUAK BBRRRAAKKK. Dan tampak dari jauh Sungmin melihat sebuah ban mobil melambung tinggi.

“Aku baik – baik saja.” Terdengar suara Soyu yang seketika membuat Sungmin tertawa pelan di ikuti sosok Youna yang berusaha menahan tawanya.

“Dia sangat lucu bukan.” Ucap Sungmin, Youna yang tersadar kalau Sungmin sedang berbicara dengannya dengan cepat mengangguk menanggapi ucapan Sungmin.

“Kau tak akan pernah menyesal mengenalnya.” Ucap Sungmin seraya melangkah pergi, sedangkan Youna untuk pertama kali ia mendengar suara Sungmin yang begitu serius, hanya bisa terpaku di tempatnya.

Youna menatap keatas menerawang jauh langit dan awan diatasnya.

‘Soyu… mianhae.’ Batin Youna.

~Skiptime~

Bel akhir pelajaran telah terdengar dan sosok Soyu akhirnya bisa menghala nafas lega.

“Soyu kau mau kekantin?” Tanya Jemi yang bergegas beranjak dari tempat duduknya.

“Ani, aku malas, kepalaku pusing… gara – gara ulangan tadi, jadi kau saja.” Ucap Soyu yang sedang membaringkan kepalanya di atas meja.

“Ya, sudah.” Ucap Jemi seraya pergi begitu saja meninggalkan Soyu, yang sekarang sedang memainkan rautan pensilnya yang berbentuk penguin.

“Soyu-ah.” Panggil Jaejong, Soyu menoleh sesaat dan bergumam pelan menyahut panggilan Jaejong.

“Ya, kau masih belum bilang ke Jemi kalau aku menyukainya bukan.” Bisik Jaejong, Soyu yang tahu jelas arah pembicaran Jaejong dengan cepat ia membalikkan kursinya dan menatap Jaejong dengan pasti.

“Ya, kau sudah memendam perasaanmu semenjak SMP, kau mau sampai kapan huh, sampai Jemi, sudah mempunyai kekasih baru lagi.” Ucap Soyu, Jaejoong yang mendengar ucapan Soyu tampak gelisah, karena ia takut Jemi kembali jatuh cinta pada lelaki yang salah.

“Ani, hanya saja… tak ada time yang tepat untuk menyatakannya.” Ucap Jaejong, Soyu bergumam sesaat mencoba berpikir apa kesukaan Jemi.

“Ya, bagaimana kau ajak dia minggu ini ke taman bermain.” Ucap Soyu, Jaejong berpikir sesaat.

“Tapi kalau dia menolak eotteokhae?” Tanya Jaejong mulai pesimis, Soyu menghentakan tangannya di meja menyadarakan Jaejong untuk kembali optimis.

“Jika begini terus mau sampai kapan.” Ucap Soyu, Jaejoong mengangguk semangat.

“Baiklah, aku akan mengajaknya…” Ucap Jaejoong seraya beranjak pergi meninggalkan Soyu begitu saja, Soyu yang ditinggal mengembungkan pipinya.

“Huft~ aku ditinggal … gak pamit lagi.” Batin Soyu sebal dengan tingkah Jaejoong. Tapi tiba – tiba saja Soyu teringat kenangannya bersama Sungmin dulu saat kecil.

FLASHBACK ON

10 tahun yang lalu

“Menyebalkan… aku tidak bisa membuat istana pasir.” Ucap Soyu marah seraya melemparkan skop mainannya kearah istana pasir yang hancur. Sungmin yang melihat itu mendekatkan dirinya kesamping Soyu.

“Apa, kau mau menertawakan istana pasirku.” Ucap Soyu seraya menundukkan wajahnya—sedih, Sungmin tersenyum dan mengacak rambut Soyu.

“Aku juga tidak bisa… ayo kita buat sama – sama.” Ucap Sungmin seraya mengambil skop milik Soyu dan memperbaiki Istana pasir yang telah di buat Soyu susah payah.

“Sungmin…”

“Kakak*oppa” Soyu terdiam saat Sungmin memotong ucapannya.

“Apa?” Tanya Soyu bingung, Sungmin tersenyum dan mencubit pipi Soyu dengan gemas.

“Aku lebih tua darimu, jadi panggil aku oppa.” Ucap Sungmin, Soyu mempautkan bibirnya mendengar penjelasan dari Sungmin.

“Jadi, aku harus memanggil Sungmin dengan panggilan oppa, wae? Kalau begitu aku tidak bisa suka dengan Sungmin.” Ucap Soyu, tiba – tiba saja tubuh Sungmin menegang saat mendengar ungkapan Soyu yang entah kenapa malah membuatnya gelagapan.

“S…Soyu.” Ucap Sungmin gugup menatap wajah Soyu yang sekarang tampak ingin menangis.

“Hiks… aku suka Sungmin… kalau jadi oppa, Sungmin tidak akan menyukaiku.” Isak tangis Soyu membuat Sungmin benar – benar tidak bisa berkutik.

Hari telah menjelang sore di pantai, dan saatnya Sungmin mengajak Soyu untuk pulang ke peginapan. Saat di perjalanan pulang karena pada saat itu mereka berlibur di salah satu pantai dan orang tua mereka menginap di penginapan yang sama tak jauh dari pantai,sehingga mereka bisa bersama – sama kembali kepenginapan. Semenjak tadi Soyu dan Sungmin tak saling bicara, mereka hanya diam dan berulang kali mereka hanya saling mencuri pandang.

“Soyu…” Ucap Sungmin, Soyu hanya bergumam lucu membuat Sungmin menahan tawa.

“Wae?” Tanya Soyu marah karena selintas ia melihat jelas Sungmin ingin tertawa.

“Tidak, kau sangat cantik.” Goda Sungmin yang seketika membuat wajah Soyu berubah memerah seperti kepiting rebus.

“Berhenti menggodaku, aku benci oppa.” Ucap Soyu yang seketika membuat langkah Sungmin terhenti, Soyu yang tak ambil pusing langsung berlalu dari hadapan Sungmin, tetapi tangan mungil Soyu diaraih oleh Sungmin.

“Jangan memanggil oppa, panggil saja Sungmin … hanya Sungmin.” Ucap Sungmin membuat Soyu terdiam sesaat dan menatap bingung kearah Sungmin yang tampak sangat aneh.

“Yak, kau aneh… aku takut padamu… baiklah, Sungmin ayo kita berlari sampai penginapan, siapa yang duluan itu yang akan memesan makanan malam ini.” Ucap Soyu seraya melepaskan genggaman tangan Sungmin.

“Cih, ya! Jangan memesan yang aneh – aneh.” Teriak Sungmin seraya mengejar Soyu yang telah berlari duluan.

FLASHBACK OFF

“Hmm, semenjak itu aku dan Sungmin, memutuskan menjadi atlit pelari marathon, hanya gara – gara… terus teringat masalah makan malam.” Gumam Soyu tersenyum sendiri membuat dirinya menjadi tontonan gratis.

~Skiptime~

Bel pulang sekolah telah berbunyi dan sekarang jam telah menunjukkan pukul 4 sore.

“Omo, sudah sangat sore.” Gumam Soyu seraya menatap kearah cahaya matahari senja yang mulai turun dari pelupuk barat.

“Yup, sudah sore dan saatnya anak perempuan harus kembali keasrama.” Terdengar suara seseorang yang sangat familiar bagi Soyu, Soyu menoleh sesaat dan tersenyum.

“Sama seperti waktu itu ya.” Ucap Soyu, sosok seseorang yang tak lain adalah Sungmin itu tersenyum.

“Waktu? Waktu yang mana?” Tanya Sungmin, Soyu mengembungkan pipinya marah yang membuat Sungmin menjauh beberapa langkah dari Soyu.

“Wae?, kan kita banyak menghabiskan waktu bersama, jadi waktu yang mana?” Tanya Sungmin, Soyu mengalihkan pendangannya kearah lain dan pergi kearah asrama perempuan.

“Ya, jawab dulu waktu yang mana?” Tanya Sungmin tapi malah di cuekin Soyu, otomatis Sungmin hanya bisa mengangkat bahunya tidak tahu dan melangkah pergi menuju keasrama lelaki yang berbeda arah dari asrama perempuan.

KEESOKKAN HARINYA

“Kyyyaaa! Dasar mesum.” Histeris Soyu seraya memukul kasar tubuh Sungmin menggunakan bantal.

“Akh, sudah ku bilang aku tidak sengaja.” Ucap Sungmin mencoba keras menghindar dari pukulan Soyu.

Pagi ini tampaknya Sungmin salah mengambil waktu dimana ia masuk diam – diam untuk menggunakan kamar mandi Soyu tetapi ia malah masuk saat Soyu sedang mengganti baju. Sehingga—yup, Soyu marah besar, tapi untung saja Soyu masih memikirkan penghuni kamar asrama lainnya, sehingga tidak membangunkan orang – orang, pada pagi itu.

Huh~ Sungmin oppa.. benar – benar mencari masalah…

Sungmin : SUDAH KU BILANG TIDAK SENGAJA #teriakdariNAMSANTOWER

 

To Be Continue~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s