≋KyuMin | Dead Doll |Part 4/5≋


533374_269410649833646_441700323_n

“Kyuhyun, semakin lama … hal ini akan semakin sulit.” Ucap Sungmin, Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan memeluk Sungmin dengan erat.

“Kyuhyun…kau akan melukaiku…jika seperti ini.” Ucap Sungmin, Kyuhyun yang mendengar jelas ucapan Sungmin hanya bisa menunduk dalam menyembunyikan wajah pucatnya.

“Hm, aku seharusnya tidak berada di dunia ini Kyuhyun.” Ucap Sungmin, Kyuhyun hanya diam tampak jelas tatapan kosong nya mengarah kebawah, mencoba menyembunyikan wajahnya.

“Lalu, apa yang harus kulakukan? Membunuhmu untuk kedua kalinya.” Ucap Kyuhyun, Sungmin menatap sedih mata Kyuhyun. Diraihnya kedua tangan Kyuhyun.

“Kau berkerja begitu keras sampai – sampai menghancurkan tanganmu seperti ini.” Ucap Sungmin, Kyuhyun hanya diam tak menjawab ucapan Sungmin.

“Siapa pembunuhmu?” Tanya Kyuhyun lagi, Sungmin tersenyum.

“Omo, kau membuat boneka dari kayu… kyeopta.” Ucap Sungmin jelas – jelas mengalihkan pembicaraan.

“Bagaimana tampangnya?” Tanya Kyuhyun.

“Huh! Apa ini? Kudanya bergerak.” Ucap Sungmin, tapi tiba – tiba saja BBBRRRAAAKKKK PRANG.

Kyuhyun menghentakkan tangannya dimeja dan menatap marah pada Sungmin.

“Jangan mengalihkan pembicaraan.” Ucap Kyuhyun dengan nada suara yang aneh, selama sesaat Sungmin terdiam karena untuk pertama kalinya ia melihat Kyuhyun begitu marah.

“Kyuhyun.” Ucap Sungmin.

“Aku tak ingin kau dalam bahaya, kau tak usah menghawatirkan aku… aku baik – baik saja.” Ucap Sungmin, Kyuhyun tampak tidak memperdulikan ucapan Sungmin, ia berjalan menuju ke sebuah bangku.

“Seharusnya kita sudah menikah sekarang.” Ucap Kyuhyun  membuat Sungmin sedih.

“Baiklah, aku akan melakukan apapun yang kuucapkan, tapi untuk menghilangkanmu, aku… aku tak bisa untuk kedua kalinya.” Ucap Kyuhyun , Sungmin tersenyum kecil mengerti akan perasaan Kyuhyun.

“Baiklah, jika hanya itu… jangan menghilangkanku, tapi kau harus menikah dengan putri Kim, kau harus bahagia Kyuhyun.” Ucap Sungmin, Kyuhyun mencengkarm kepala bangku yang ada di hadapannya.

“Tidak.” Tolak Kyuhyun mentah – mentah.

“Kalau begitu menikahlah dengan dengan putri lainnya, aku dengar kau sangat terkenal di kalangan para putri pejabat, cobalah untuk mendekatkan diri pada mereka.” Ucap Sungmin dengan nada suara yang ceria.

“Tidak.” Tolak Kyuhyun kini dengan nada suara yang begitu dingin.

“Kyu… ayolah jangan seperti itu.” Ucap Sungmin menghampiri Kyuhyun yang kini duduk dengan tatapan sendu.

“Mau sampai kapan seperti ini terus.” Ucap Sungmin, Kyuhyun merangkuh wajah Sungmin.

“Sampai aku bisa dalam dunia yang sama denganmu.” Ucap Kyuhyun, hal itu seketika membuat Sungmin menangis.

“Kyu… apa kau tahu betapa sakitnya dunia ku sekarang… jangan seperti ini, aku berusaha membuatmu mengerti, kau harus hidup Kyu.” Ucap Sungmin sambil memeluk hangat tangan Kyuhyun yang sedang merangkuh wajahnya.

“Mengerti? Apa yang harus ku mengerti, kau pergi dan kini kau ada di hadapanku, Sungmin…aku sudah memendam perasaanku begitu lama dan disaat aku bisa meraihmu, kau malah pergi selama – lamanya, apa kau tak bisa mengerti hal itu.” Ucap Kyuhyun, Sungmin merasa serba salah mendengar ucapan Kyuhyun.

“Tapi, ini salah Kyu… aku tidak seharusnya berada di dunia yang sama denganmu, aku seharusnya sudah pergi. Tapi kau menahanku di sini, setiap kali aku melihatmu terluka karena memahat patung dan boneka yang mirip denganku, aku merasa telah menyakitimu, Kyu.” Ucap Sungmin. Kyuhyun hanya diam tampak tak memperdulikan apapun yang ada dipikirannya hanyalah Sungmin, Sungmin yang kini ada dihadapannya.

Semenjak hari itu Kyuhyun selalu mengunci dirinya di bengkel seninya, ia selalu melihat Sungmin, tanpa ia harus tahu perasaan kesal Sungmin dimana ia sedang berbicara ataupun melakukan hal lainnya.

“Kyuhyun! Kau tak mendengarkanku lagi.” Ucap Sungmin untuk kesekian kalinya, Kyuhyun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Sungmin menghela nafasnya menyerah dengan sikap Kyuhyun yang masih keras kepala menahannya di dunia manusia.

“Katakan padaku, siapa yang telah membunuhmu?” Tanya Kyuhyun, Sungmin menutup rapat mulutnya seperti tak ingin menanggapi ucapan Kyuhyun, kali ini giliran Kyuhyun yang menghela nafas.

“Baiklah.” Ucap Kyuhyun seraya kembali melakukan pekerjaannya.

“Kyuhyun…berhentilah memahat boneka itu.” Pinta Sungmin, Kyuhyun menatap sekilas Sungmin dan dengan cepat kembali mengerjakan pekerjaannya.

Sedangkan di tempat yang berbeda, tampak putri Kim dengan beberapa dayangnya menuju kesebuah rumah cenayang sangat terkenal pada masa itu.

“Apa kalian yakin, dia bisa membantuku?” Tanya Putri Kim kepada beberapa dayangnya.

“Ne, tentu saja putri.” Jawab salah satu dayangnya dengan nada formal.

“Baiklah.” Ucap Putri Kim seraya bergegas memasuki perkarangan rumah cenayang itu.

“Ada apa yang membawamu kesini.” Tapi tiba – tiba saja terdengar suara gadis terdengar sebelum putri Kim memasuki rumah cenayang itu.

Putri Kim dan beberapa dayangnya tampak mencari – cari asal suara itu.

“Hmm, ternyata Putri Kim.” Ucap gadis itu lagi yang seketika membuat Putri Kim mengangkat kepalanya dan menatap sosok gadis cantik sedang duduk di atas ranting pohon.

“Apa kau kah, cenayang itu?” Tanya Putri Kim, gadis itu tersenyum dan mengangguk pelan.

“Aku datang kesini meminta bantuanmu.” Ucap Putri Kim, sang gadis dengan satu gerakan langsung meluncur kebawah dan menghampiri Putri Kim.

“Kalau begitu silahkan masuk Putri.” Ucap gadis itu sambil memberi isyarat untuk masuk kerumahnya.

Saat didalam rumah kediaman cenayang, Putri Kim langsung menjelasakan apa keinginannya.

“Jadi Putri ingin orang yang putri cintai menjadi milik putri.” Ucap cenayang itu dengan senyum aneh.

“Ne, aku mohon bantuanmu.” Ucap Putri Kim. Ceanyang itu tersenyum.

“Tapi tampaknya pemuda yang putri cintai, sudah memberikan hatinya pada gadis lain.” Ucap cenayang itu, Putri Kim mengepal tangannya.

“Aku mohon, bantu aku.” Ucap Putri Kim. Cenayang tampak melihat sesuatu yang aneh di sekitar Putri Kim.

“Putri Kim, bisa kau menyuruh para dayangmu untuk keluar sebentar.” Ucap sang cenayang, Putri Kim yang mendengar itu langsung menoleh dan memberi isyarat kepada beberapa dayangnya untuk menunggunya di luar. Saat para dayang keluar.

“Kau sudah membunuhnya Putri Kim.” Ucap cenyang itu dengan nada suara yang berbeda.

“Mem….Membunuh apa maksudmu?” Tanya Putri Kim gagap mendengar ucapan sang cenayang.

“Kau sudah membunuh gadis yang dicintai pemuda itu dan kini…”

“Aku ingin dia melupakan gadis itu, jika arwah gadis itu masih ada, aku mohon untuk kedua kalinya bunuh gadis itu.” Ucap Putri Kim memotong ucapan sang cenayang.

“Hmm.” Gumam sang cenayang menatap aneh kearah Putri Kim.

“Apa anda bisa membantuku?” Tanya Putri Kim.

Sang cenayang tampak berpikir sesaat. “Aku bisa membantumu, tapi… tolong pikirkanlah, kalau kau melakukan ini, kau akan mendapatkan hukuman dari langit.” Ucap cenayang itu, tiba – tiba saja tubuh Putri Kim menegang.

“Aku tidak peduli.” Ucap Putri Kim dengan nada pasti, cenayang itu mengangguk pelan.

“Kalau begitu, anda harus melakukannya sendiri.” Ucap cenayang itu, Putri Kim mengangkat kepalanya bingung.

“Maksud anda?” Tanya Putri Kim.

“Kau juga harus mnjadi roh untuk membunuh roh.” Ucap cenayang itu dengan nada suara yang pasti. Putri Kim terdiam sejenak mendengar ucapan sang cenayang.

“Bagimana caranya?” Ucap Putri Kim dengan nada suara yang bergetar, cenayang itu tersenyum.

“Dengan cara mengirimkan rohmu kesebuah benda kesayangan pemuda itu.” Ucap cenayang itu…

KRING KRING KRING

Suara 2 buah loceng kecil saling berbenturan karena angin, tiba – tiba saja perasaan tidak enak melanda Sungmin.

“Akan ada sesuatu yang buruk terjadi.” Ucap Sungmin, Kyuhyun yang mendengar itu dengan cepat meletakkan boneka yang mirip dengan Sungmin itu di sebuah meja besar dihadapannya.

Dari jauh Kyuhyun menangkap wajah kegelisahan Sungmin.

“Apa yang akan terjadi?” Tanya Kyuhyun seraya memeluk Sungmin dari belakang, Sungmin sekilas merasa kaget dengan perlakukan Kyuhyun, tapi ia hanya diam karena entah kenapa perasaannya merasa begitu gelisah.

“Sungmin, kau tak menjawab pertanyaanku.” Ucap Kyuhyun, Sungmin tersenyum dan menatap Kyuhyun.

“Tak ada, mungkin hanya perasaanku.” Dusta Sungmin, Kyuhyun tersenyum dan memeluk Sungmin semakin erat. Tapi entah kenapa Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun dan berbalik menatap kesebuah boneka yang baru saja dibuat oleh Kyuhyun.

“Kenapa?” Tanya Kyuhyun, Sungmin hanya diam, Kyuhyun mengikuti arah padang Sungmin yang menuju kearah boneka yang baru saja ia selesaikan.

“Kau menyukainya?” Tanya Kyuhyun, Sungmin tersenyum tipis dan mengangguk pelan.

“Hm” Gumam Kyuhyun seraya kembali memeluk Sungmin, Sedangkan Sungmin tetap menatap boneka itu dengan tatapan yang aneh.

“Apa ada roh lain?” Tanya Sungmin dalam hatinya. Kyuhyun yang merasa ada yang aneh dengan Sungmin, dengan cepat melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin.

“Kau yakin tidak apa – apa?” Tanya Kyuhyun, Sungmin tak menjawab pertanyaan Kyuhyun, tatapannya masih tertuju ke boneka yang berada di meja besar milik Kyuhyun.

“Sungmin.” Panggil Kyuhyun seraya merangkuh wajah Sungmin dan CHU~

Kyuhyun mencium dengan lembut bibir merah Sungmin, Sungmin yang kaget dengan perlakuan Kyuhyun hanya bisa terdiam.

Tapi tiba – tiba saja PRANG BRAK!

Boneka dan beberapa peralatan Kyuhyun terjatuh. Membuat Kyuhyun dan Sungmin kaget.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun merasa bingung, ditatapnya boneka yang ia buat sudah terjatuh kelantai.

“Hm.” Gumam Kyuhyun seraya berjalan kearah boneka itu, tapi tiba – tiba saja langkah Kyuhyun terhenti saat Sungmin menahan tangan Kyuhyun.

“Jangan … Jangan dekati boneka itu.” Ucap Sungmin, Kyuhyun menatap aneh kearah Sungmin.

“Kenapa?” Tanya Kyuhyun, Sungmin hanya menggelengkan kepalanya dan menarik Kyuhyun untuk tetap disampingnya.

MALAMPUN TIBA

Boneka milik Kyuhyun masih tergeletak di lantai, setiap kali Kyuhyun ingin meletakkan boneka itu, Sungmin selalu memarahinya.

“Kyuhyun, saatnya kau tidur.” Ucap Sungmin, Kyuhyu bukannya pergi ia malah menatap Sungmin dengan aneh.

“Apa?” Tanya Sungmin, Kyuhyun tersenyum.

“Aku ingin tidur bersamamu.” Ucap Kyuhyun yang seketika membuat wajah Sungmin memerah.

“A…A…Apa yang kau maksud, sudah sana… pergi ke kamarmu.” Ucap Sungmin gelagapan mendengar ucapan Kyuhyun. Kyuhyun menahan tawanya karena ia berhasil menggoda Sungmin.

“Sungmin aku serius, aku ingin tidur bersamamu.” Ucap Kyuhyun, Sungmin mengalihkan wajahnya berusaha semaksimal mungkin tidak menatap wajah memelas Kyuhyun.

“Tapi… Ki…”

“Kita dalam dunia yang berbeda Sungmin, jadi lupakan omong kosong pernikahan.” Ucap Kyuhyun, Sungmin berbalik dan menatap Kyuhyun marah.

“Kyuhyun… itu tidak baik.” Ucap Sungmin, Kyuhyun tersenyum dan menarik Sungmin keluar dari bengkel ruang seninya dan mengendap – endap menuju kamarnya, walaupun berulang kali Sungmin memberontak, Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat tingkah Sungmin.

“Aaaaa~ Kyuhyun, lepaskan… kau sudah gila ya.” Ucap Sungmin menghilangkan bahasa formalnya pada Kyuhyun, Kyuhyun yang mengenal Sungmin sebagai Putri bangsawan yang terkenal akan etika dan bahasa yang baik, tiba – tiba saja ia menatap Sungmin dengan shock.

“Dari mana kau belajar bahasa seperti itu?” Tanya Kyuhyun, Sungmin hanya tertunduk malu mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Sudahlah, aku mengantuk.” Ucap Kyuhyun seraya berbaring di atas kasurnya dan menatap aneh kearah Sungmin.

“Apa?” Tanya Sungmin gugup.

“Kenapa hanya berdiri saja, cepat berbaring di sini.” Ucap Kyuhyun seraya menepuk – nepuk di sisi kiri kasurnya.

“Hm, aku lebih baik kembali ke…”

“Jika kau keluar, aku janji tak akan pernah mengikuti satupun perintahmu.” Ancam Kyuhyun, Sungmin mengembungkan pipinya dan dengan marah membaringkan tubuhnya disamping Kyuhyun, Kyuhyun menahan tawanya melihat tingkah Sungmin.

Waktu terus berputar sampai saatnya Kyuhyunpun tertidur, sedangkan Sungmin yang notabenenya adalah Roh dan Roh tak akan pernah tertidur.

KRING KRING KRING

Suara angin kembali terdengar dari bengkel ruangan seni Kyuhyun, suasana hati Sungmin kembali merasa tak enak, Sungmin menatap sesaat kearah Kyuhyun dan mulai beranjak pergi menuju ke bengkel ruangan seni Kyuhyun.

Tapi tiba – tiba saja terdengar suara nyanyian di dalam ruangan Kyuhyun. Sungmin yang mendengar itu langsung masuk dan ditatapnya boneka yang ia tadinya tergeletak di lantai itu sedang berdiri di depan jendela.

“Siapa kau?” Tanya Sungmin, boneka itu menoleh dan menatap murka kearah Sungmin.

“Ternyata benar kau belum mati, jadi kali ini aku akan benar – benar membunuhmu.” Ucap boneka itu dan berjalan kearah Sungmin dengan pisau ditangannya.

“Siapa kau?” Tanya Sungmin, boneka itu tak menghiraukan ucapan Sungmin, melainkan menyerang Sungmin, Sungmin yang notabenenya sudah menjadi roh, saat pisau itu menusuk tubuhnya yang terjadi malah, Sungmin menahan pisau itu dan mendorong boneka itu hingga terjatuh.

“Aku tidak tahu dendam apa yang kau punya denganku, tapi aku bisa merasakan niat jahatmu pada Kyuhyun, kau … kau telah membunuhku, lalu kenapa kau masih ingin membuat dosa Putri Kim.” Ucap Sungmin, boneka itu tampak terdiam dan tersenyum.

“Jadi kau sudah tahu siapa aku.” Ucap boneka itu, Sungmin menatap sedih kearah boneka itu.

“Kenapa kau melakukan ini Putri Kim?” Tanya Sungmin, boneka itu tertawa sinis mendengar ucapan Sungmin.

“Putri Lee, kau sudah merebut Tuan Cho dariku, apa kau tak sadar akan hal itu.” Ucap boneka itu dengan tatapan yang menyeramkan kearah Sungmin.

“Jadi kau benar – benar menyukai Kyuhyun.” Ucap Sungmin, boneka itu menatap aneh kearah Sungmin.

“Kau bahkan sudah memanggilnya dengan Kyuhyun, seharusnya aku yang pantas memanggilnya seperti itu.” Ucap boneka itu seraya mencekik leher Sungmin.

Tapi …

~TBC~

Sampai di sini dulu yah…

Lanjutan Part 5.a Coming Soon yah.

Author lagi mau ngelanjutin

FF COMPLICATED sama FF GHOST ≋


2 thoughts on “≋KyuMin | Dead Doll |Part 4/5≋

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s