FF KyuMin | My Life Complex | 1/3 Moment


MY LIFE COMPLEX

(Di Angkat dari Kisah Nyata Seorang Gadis yang kini telah terbaring dalam mimpi panjangnya)…

Super Junior as All Charakter in her life

Cerita ini berawal dari seorang gadis polos yang mempunyai mimpi yang sederahan yaitu bisa hidup dengan bahagia… sederhana tapi sulit untuk ditemukan.

Lee Sungmin seorang gadis polos yang tinggal bersama kedua orang tuanya, pada awal kehidupannya sangat bahagia tetapi waktu dan takdir menunjukkan sebaliknya, saat berumur 11 tahun, ia harus menerima kenyataan dimana ayahnya berselingkuh dengan sekretaris kepercayaan ayahnya dan melihat ibunya depresi dalam jangka panjang, sehingga membuat dirinya menjadi gadis penyendiri.

Tapi dibalik itu semua, ia merahasiakan sebuah keindahan kecil dalam hatinya, ia jatuh cinta kepada seorang anak lelaki yang berada satu kelas dengannya, setiap kali ia melihat anak lelaki itu, jantungnya berdetak kencang.

Tak ada waktu yang membosankan baginya saat berada di kelas, dia selalu diam – diam menatap anak lelaki itu dari kejauhan. Sangat indah perasaan itu baginya, sehingga ia tak perlu memikirkan hubungan kedua orang tuanya.

Pada suatu hari, dimana hari cerah telah berlalu dan musim hujanpun datang, Sungmin menatap langit gelap yang ia perkirakan pada hari itu akan turun hujan, awan mendung dan beberapa kilatan petir tampak dari kejauhan, semua teman – teman sekelasnya telah pulang dimana sebagiannya dijemput dengan orang tua mereka.

Sungmin menghela nafasnya dalam, ditatapnya sepeda kesayangannya dari kejauhan yang di jatuhkan oleh salah satu teman sekelasnya. Tapi Sungmin hanya diam, dia berharap sepeda itu rusak, sehingga ia bisa meminta ayahnya untuk mengantarnya sekolah, walaupun hal itu mustahil dilakukan oleh ayahnya.

Hujan mulai turun saat melihat suasana sekolah telah sepi, dengan keadaan yang hujan Sungmin melangkah kearah sepedanya yang jatuh, ia mengangkat sepedanya dan mulai menaikinya. Hujan yang deras tak ia indahkan, ia terus mengayuh sepedanya sampai ia terhenti di sebuah persimpangan jalan. Di tatapnya mobil yang berlalu lalang dihadapannya, berharap ia bisa menyembarangi persimpangan itu.

Dalam lebatnya hujan Sungmin menangis sehingga tak ada siapapun yang menyadari ia sedang menangis.

Saat persimpangan mulai sepi Sungmin kembali mengayuh sepedanya dan menyebrangi persimpangan itu, kini ia memasuki jalan gang yang rusak, berulang kali ia hampir terjatuh karena licinnya berbatuan di jalan itu. Sampai suatu ketika…

“Sungmin!!! Kau baru pulang.” Ujar seseorang yang seketika membuat Sungmin menoleh dan secara otomatis detak jantung Sungmin berdetak kencang.

“O…O…Oh, Ki…ki…kibum-ssi.” Gagap Sungmin, anak lelaki yang kini memegang sebuah payung dan baru saja keluar dari rumahnya yang cukup mewah, sedang menatap Sungmin dengan aneh.

“Kau pasti tadi sedang di suruh wali kelaskan.” Ucap Kibum, Sungmin yang gugup entah kenapa ia hanya mengangguk dan kembali mengayuh sepedanya dengan cepat, membuat anak lelaki yang bernama Kibum itu hanya bingung.

Sesampainya dirumah, Sungmin menatap sedih kearah pintu rumahnya, dimana dulu saat ia pulang, ia selalu melihat pintu rumahnya terbuka, tapi sekarang bagaikan orang asing, ia harus mengetuk pintunya.

15 menit Sungmin mengetuk pintunya, tapi taka da jawaban sampai suatu saat terdengar suara kunci di bawah kakinya. Ia menyadari ayah maupun ibunya tak ada di rumah, dibukanya pintu dan ditatapnya seluruh ruangan dalam rumahnya.

‘SUNYI~!’ Hanya itu yang ada dibenak Sungmin, Sungmin bergegas mengganti pakaiannya yang basah dan menyalakan semua suara yang ada di rumahnya, mulai dari TV, Radio, Musik dari HPnya, dan juga ia mulai memasak mie instan seperti suara ibunya yang sedang memasak.

Walaupun tetap saja sunyi dalam benaknya, walaupun suara hujan deras diluar sana tetap tak membantu suasana sunyi dalam benaknya.

PUKUL 9 MALAM

Sungmin menatap jam di ruang keluarga dengan seksama, ia selalu berpikir apa orang tuanya akan pulang atau tidak. Matanya yang mulai mengantuk membuatnya melangkah menuju kamarnya.

Ia berbaring di ranjang kecilnya dan mencoba untuk tidur dan berharap hari ini lekas lenyap dalam kenangannya.

Keesokan harinya ia terbangun pada pukul 5 pagi, ia melangkah keluar dari kamar dan menatap kamar orang tuanya sedang tertutup yang menandakan kedua orang tuanya pulang.

Hari itu ia jalani seperti biasa, bersiap – siap pergi kesekolah, mendengar olok – olokan temannya, belajar dan dimarahi oleh gurunya, duduk di kantin sendirian, berbincang dengan kakek dan nenek di sebuah kantin kecil, lalu mendengar gossip yang mengucilkannya, dan waktu pulang pun tiba.

Saat Sungmin merapikan beberapa bukunya, tiba – tiba sebuah bola kertas menimpanya.

“Dasar si cupu aneh.” Ejek teman – temannya dan meninggalkannya sendirian di kelas. Di ambilnya bola kertas itu dan mulai membaca sebuah tulisan yang ia tahu jelas kalau tulisan itu bertuliskan.

‘Heh, cewek…kamu tu sadar diri dong, suka ma cowok tu ngaca dulu’

Sungmin hanya diam dan membuang kertas itu kedalam bak sampah, tanpa ia harus mengambil pusing.

Tapi langkah Sungmin terhenti saat ia melihat banyak tulisan tentang dirinya seperti.

‘Dasar anak Koruptor’ ‘freak’ ‘gak tau malu’ ‘jelek’ ‘sang penyogok’ ‘munafik’ ‘najis’ dan lainnya.

Sungmin hanya menghela nafas dan melangkah keluar dari kelasnya, tapi tiba – tiba saja wali kelasnya datang dan menatap Sungmin dengan sinis.

“Kamu hari ini piketkan, gak liatkah sampah tu, kamu aja yang paling malas, kamu gak boleh pulang sebelum kelas bersih.” Ucap sang guru membuat Sungmin kembali meletakkan tasnya dimeja dan mengambil sapu yang ada di pojokan kelas tapi, tiba – tiba saja sapu itu patah, saat ia sadari temannya telah melakukan itu semua sehingga ia dipersalahkan oleh wali kelasnya.

Sungmin menangis dalam diam, ia menggunakan sapu yang patah itu untuk membersihkan sampah – sampah yang ada. Sampai wali kelasnya menyadari sapu yang digunakan oleh Sungmin patah.

Sungmin kembali menjadi sasaran empuk oleh wali kelasnya dan hari itu Sungmin harus pulang lebih lambat dari biasanya.

PUKUL 3 siang Sungmin baru datang kerumah dan saat datang dirumah hal yang tak diinginkannya terjadi, ayah dan ibunya kembali bertengkar berat, ia hanya bisa diam dan masuk kedalam kamar tanpa ia indahkan bentakan dan benda yang berjatuhan kelantai.

Sungmin berbaring di ranjangnya

“Aku lelah.” Ucap Sungmin, setetes air mata mengalir dari pelipis matanya yang pejam dan kini Sungmin memilih masuk kedalam mimpinya meninggalkan dunia nyatanya yang kejam.

Bagi Sungmin hanya dunia mimpilah tempatnya merasa aman dan nyaman, dan itu berlanjut sampai tahun pertama ia masuk sekolah menengah pertama (SMP) mulai hari itu Sungmin bersumpah akan melupakan apapun pada masa lalunya dan bersumpah tak menaruh dendam pada siapapun bahkan melupakan CINTA pertamanya yang mengajarkannya ‘Untuk tetap tegar walaupun tak dianggap’.

Pada saat hari kelulusan SD, untuk pertama kalinya Sungmin tak langsung datang kerumah melainkan ia menuju kesebuah salon yang tak jauh dari sekolahnya, pada saat ia memotong rambutnya yang panjang dengan model persegi yang sedang ngtren dimana orang mengatakan rambut model ala jepang, yang selalu dianggapnya aneh, tapi ia menetapkan hatinya menjadi aneh tak mesti mengubah keperibadiannya.

Banyak orang yang tak percaya akan penampilan Sungmin yang baru, apa kalian tahu tentang cerita bebek buruk rupi berubah menjadi anak angsa yang cantik, kalian pasti tahu itu dan itulah yang terjadi pada Sungmin. Orang tak menyadari akan kecantikan yang terpendam pada Sungmin, kini pertama kalinya dalam kehidupan Sungmin, ia menerima sebuah salam cinta oleh seorang anak lelaki tampan yang digilai semua anak gadis sepertinya. Ini konyol tapi ini diangkat dari sebuah kisah nyata, anak lelaki itu adalah salah satu anggota band ternama di kota kecil dimana Sungmin tinggal.

Sungmin yang notabenenya anak penyendiri dan tak begitu bergaul dengan orang – orang tak tahu akan hal itu, sampai suatu hari sekolah mengadakan konser sepesial dan mengundang band itu untuk tampil. Pada hari itu Sungmin tak begitu tertarik, sampai suatu ketika ada beberapa kelompok gadis mengajaknya dan memaksanya untuk menonton konser yang di adakan di lapangan terbuka itu.

Sungmin merasa sangat senang, pada hari pertama sekolah ia sudah mendapatkan beberapa teman yang baik dan kini ia duduk di bagian depan dimana ia bisa melihat jelas band itu.

Semua temannya berbisik – bisik membicarakan anak band yang merupakan satu angkatan dengan mereka. Sungmin hanya diam, sampai suatu ketika teman – temannya mulai heboh dan Sungmin yang memang ingin menunjukkan kebahagiannya kini ikut menghebohkan konser itu bersama teman – temannya.

Tapi sepintas tatapan Sungmin dan salah satu anggota band itu bertemu, Sungmin tersenyum kearah anggota band itu, yang entah kenapa hal itu mengubah kehidupan Sungmin esok harinya.

Pada pukul 6 Pagi Sungmin telah ada di kelas, untuk pertama kalinya Sungmin begitu senang ada di kelas itu menarik bukan, Sungmin menyapa satu persatu teman barunya yang berdatangan dan entah kenapa hal itu membuat kelas itu menjadi begitu akrab.

“Sungmin, aku punya salam dari seseorang.” Ucap salah satu teman Sungmin, membuat Sungmin bingung dan mengulurkan tangannya.

“Apa?” Tanya teman Sungmin dengan bingung.

“Bukankah kau tadi bilang salam.” Ucap Sungmin yang seketika membuat beberapa teman Sungmin tertawa melihat tingkah Sungmin.

“Bukan salam itu, Sungmin. Maksudnya salam cinta.” Ucap teman Sungmin yang seketika membuat Sungmin kembali terbayang cinta pertamanya, wajah Sungmin berubah pucat, ia merasa takut tanpa sebab. Mendengar ucapan temannya itu.

“Sungmin, kamu gak apa – apa?” Tanya teman Sungmin mulai khawatir dengan gelagat Sungmin yang aneh.

“Nggak, ku ngak apa –apa.” Ucap Sungmin gagap dan melangkah pergi meninggalkan teman – temannya yang bingung, saat ia menuju ketoilet tiba – tiba saja berlaluan dengan kelompok anak band dan sekelebat ia mendengar suara seseorang sedang membicarakannya.

“Apa masa – masa SDku akan kembali lagi?” Tanya Sungmin dalam benaknya saat ia sendirian dalam toilet.

“Ehem, si pink di sini.” Tiba – tiba saja terdengar suara seseorang membuat Sungmin menoleh dan di tatapnya teman sekelasnya.

“Oh, Eunhyuk.” Gumam Sungmin.

“Semua orang sedang membicarakanmu.” Ucap Eunhyuk sambil menepuk bahu Sungmin.

“Hm, begitu.” Ucap Sungmin, Eunhyuk tersenyum.

“Kau harus menerimanya yah.” Ucap Eunhyuk, Sungmin menatap Eunhyuk aneh.

“Maksudnya?” Tanya Sungmin

To Be Continue…

Pesan darinya

Jika aku mati dan allah mau mau mendengarkan keinginanku, aku ingin semua orang di dunia ini mendapatkan kebahagiannya tanpa merusak kebahagian orang lain, dan jalanilah hidup kalian dengan sepenuh hati, karena allah tak akan buta sehingga tak melihat kalian yang kesusahan, percayalah dan buktikanlah kalian adalah HERO dalam hidup kalian dan mulailah dari ZERO

Bertanda

A.I


7 thoughts on “FF KyuMin | My Life Complex | 1/3 Moment

  1. Wahh.late read.-
    Next nya mana thor. Penasaran nih ama lanjutannya
    Masa critanya kegantung gak smpe hbis sih thor?😦
    Kan sayang bbget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s