Raining Spell 


Author :: indahSYs
Pada suatu hari dimana hujan turun begitu derasnya di sebuah kota kecil, terlihat dari jauh di sebuah halte bis, tampak seorang lelaki dan perempuan sedang berteduh disana, suasana hening menyelimuti keduanya hanya rerintikan hujan yang begitu deras yang terdengar

Terdengar suara gemeretak gigi sang perempuan karena dingin membuat lelaki yang berdiri di sisi yang berbeda dari sang perempuan menoleh merasa simpati.

“Hm, kau bisa menggunakan jaketku.”Ujar sang lelaki memecahkan suasana hening antara keduanya. Sang perempuan hanya diam dan menggelengkan kepalanya kaku, karena sangat aneh rasanya menerima tawaran seorang lelaki yang tak ia kenal.

Melihat penolakan sang perempuan lelaki itu merasa tak enak, iapun mulai mencari aternatif lain membantu perempuan itu. Ia menoleh ke sana ke mari melihat kesekitarnya, sampai matanya terpusat kearah mesin minuman yang menjual kopi kaleng hangat di sebrang jalan.
Mula-mula ia merasa ragu untuk kesebrang jalan, karena hujan yang begitu deras membuatnya berpikir panjang untuk menyembrang, walaupun suasana jalanan begitu sepi saat itu, tapi  saat ia menoleh sesaat ke arah sang perempuan ia pun menghela nafas dan mulai berlari untuk menyembrangi jalan yang sepi, setelah itu dengan cepat dia memasukkan koin untuk membeli beberapa kopi kaleng hangat dan segera berlari kembali ke terminal bis dimana perempuan itu berada.
Perempuan itu sedikit melirik kearah sang lelaki, entah apa yang dia pikirkan yang jelas dari raut wajahnya ia tak begitu peduli dengan apa yang dilakukan lelaki itu sampai…
“Ini ambillah, kali ini kau tak bisa menolaknya, karena wajahmu sudah mulai memucat karena kedinginan, tenang saja, aku tidak membuat racun atau bermaksud apapun.”Terang lelaki itu sambil menyodorkan sekaleng kopi hangat kearah perempuan itu.
Sang perempuan tampak kaget dan sesaat ia melihat kearah kopi yang disodorkan oleh lelaki yang kini tampak mewanti-wanti reaksi perempuan yang tampak curiga padanya.

“Jika kau ta”
“Aku mau” potong sang perempuan saat lelaki itu ingin mengurungkan niatnya untuk memberi sekaleng kopi itu padanya.
“Aku mau, terima kasih” ucap gadis itu seraya mengambil sekaleng kopi hangat dari tangan lelaki itu.
Sang lelaki hanya mengulum senyum dan duduk di sisi berbeda dari perempuan itu yang kini juga duduk di sisi berbeda di bangku halte bis itu.
“Ini” ucap perempuan itu membuat sang lelaki menoleh dan dilihatnya sebuah handuk kecil di sodorkan oleh sang perempuan tanpa menatap kearahnya.
Sang lelaki mengambil handuk itu dan mengeringkan rambutnya yang basah karena menerobos hujan saat menyembrang jalan tadi.
“Terima kasih” ucap perempuan itu lagi, membuat lelaki menoleh dengan bingung.
“Untuk apa?”Tanya lelaki itu pura-pura tak tahu.
“Untuk kopinya” ucap sang perempuan sambil menunjukkan kaleng kopi kehadapan lelaki itu.
“Oh, iya tak masalah” ucap lelaki itu sambil mengembalikan handuk kepada sang perempuan.
“Kau bukan berasal dari kota ini, iyakan” ucap perempuan itu, lelaki yang kini mulai meminum kopi kalengnya, menoleh sesaat.”
“Iya, aku baru saja pindah ke kota ini.” Ucap lelaki itu.
Sang perempuan tersenyum untuk pertama kalinya.
“Kalau begitu, perkenalkan namaku Asami, aku tinggal tak jauh dari sini.”Jelas perempuan bernama Asami itu.
“Namaku Haru, aku tinggal di asrama lelaki yang berada di sekolah Paran”jelas sang lelaki juga memperkenalkan dirinya.</p>
“Hmm&hellip; Paran ya” ucap Asami sambil menahan senyum.
“Kau tertawa.”Tegur lelaki yang bernama Haru itu melihat Asami mengulum senyumnya.
“Tidak, hanya saja” Paran adalah sekolah dimana kakakku berkerja.&rdquo; Ucap Asami, sambil menahan tawa.

“Jadi kakakku mu berkerja di sana.”Ucap Haru kaget dan juga tak begitu peduli dengan itu.

“Tapi apa kau sudah tahu, rumor yang beredar di sekolah itu?”Tanya Asami.
“Rumor apa?” Tanya Haru mulai penasaran.
“Tentang kejadian aneh di sekolah itu, banyak yang bilang, para siswa di sana banyak di hantui oleh hal-hal aneh” ucap Asami dengan wajah yg sedih.
” hal aneh seperti apa?”Tanya Haru lebih dalam.
“Seperti setiap penerimaan siswa baru, salah satu siswa baru akan menghilang dan di temukan di ruangan lantai teratas di gedung sekolah dimana ruangan itu, pernah terjadi ritual aneh dari sekte pemuja setan.” Terang Asami, Haru mencerna dengan baik cerita dari Asami dan tersenyum.
“Aku mulai tertarik untuk tinggal di kota ini lebih lama.” Ucap Haru dengan senyum tipis terukir jelas di bibirnya. Sedangkan Asami malah kebingungan dengan tingkah Haru.
TO BE CONTINUE …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s